
Abraham Maslow membagi kebutuhan manusia pada lima tingkatan yakni kebutuhan fisikologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki, kebutuhan akan harga diri, dan terakhir kebutuhan aktualisai diri. Kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki (love and belonging needs) merupakan kebutuhan dasar manusia yang ketiga, jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, manusia akan merasa kesepian karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Kebahagiaan yang dicari akan muncul ketika seorang bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Buku ini mengenalkan kepada pembaca rahasia hipnosis, hypno-soulmate, dan cara mengatasi konflik diri. Pada pembahasan hipnosis penulis sangat lihai membawa pembaca pada pembahasan secara ilmiah dengan diperkuat data-data dan menjauhkan dari hal-hal berbau mistis yang selama ini erat hubungannya dengan pemahaman orang tehadap hipnosis.
Hipnosis mempunyai beberapa pengertian, ada yang berpendapat hipnosis bermakna sama dengan hipnotis, ada juga pendapat lain yang menyatakan hipnosis adalah ilmunya dan hipnotis diartikan sebagai pelaku kegiatan hipnosis. Namun secara garis besar pengertian hipnosis lebih pada penembusan faktor kritis pikiran sadar. Hal ini berarti seorang tidak lagi mengomentari atau menganalisis sugesti yang diberikan orang lain kepadanya. Maka yang akan terjadi, seseorang akan menerima sebuah sugesti orang lain baik itu sugesti benar atau salah dan sugesti tersebut dapat menjadikannya realita. Dari pemahaman ini maka hipnosis banyak digunakan dipelbagai belahan dunia untuk pemberdayaan diri dan meningkatkan motivasi seseorang.
Seorang dapat merespon sugesti yang masuk kedalam pikirannya lalu melakukan apa saja, sesuai dengan apa yang diinformasikan. Maka seseorang yang khwatir dengan praktik-praktik hipnosis yang digunakan para oknum tertentu untuk melakukan kejahatan, dapat menghidarinya dengan tidak meghendaki dirinya untuk mendapatkan sugesti oang lain.
Pikiran manusia dibagi menjadi dua berdasarkan fungsi kerjanya, pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Kedua pikiran tersebut mempunyai fungsi masing-masing, pikiran sadar mempunyai peranan 12% yang sangat berguna bagi manusia untuk mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan, menganalisis, dan memutuskan. Sehingga informasi yang diterima tidak semuanya ditelan mentah-mentah. Sedangkan fungsi pikiran bawah sadar memegang seluruh fungsi pikiran manusia, yakni sekitar 88% yang berguna sebagai penyimpan hal seperti kebiasaan, emosi, memori jangka panjang, kepribadian, intuisi, kreativitas, persepsi, dan value. Selain itu, diantara dua pikiran tadi terdapat area kritis (critical area) yang funginya sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, dan sebagai pengantar informasi yang telah dianalisis dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar.
Pada pembahasan lain dalam buku ini, dibahas pula hyipnosoulmate yang merupakan sebuah ilmu hypnosis yang berisi tentang kumpulan teknik-teknik yang memudahkan seseorang untuk menemukan soulmate dalam kehidupan. Teknik hyipnosoulmate terbagi menjadi delapan langkah yakni memahami diri, memahami target, pahami cirri-ciri sugestibilitas target, mengalibrasi, selaraskan pikiran anda, memeriksa ekologis, fleksibel, dan hypnosoulmate in action. Sebelum masuk pada delapan teknik tadi penulis menyarankan agar seorang mempunyai niat yang tulus dari hati yang paling dalam dan yakin pada diri bahwa saat ini ia akan melangkah pada pencarian soulmatenya. (Egie Fa)