Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakata membuat Aula Student Center (SC) menjadi semarak dengan alunan nada indah pada Minggu malam (22/1). Mini konser yang berjudul 2 Decade, Mini Concert of Our Past, Present and Future, mempunyai konsep acara yang menarik.
Dalam pertunjukan itu terdapat tiga panggung berbeda. Diantaranya, satu panggung besar di depan para penonton, satu panggung di kanan dan satu panggung di kiri penonton. Selain itu, pertunjukan itu berlangsung tanpa adanya pemandu acara. Setiap pergantian pertunjukan ditandai dengan pergantian fokus sorot lampu.
Bukan hanya itu, sebelum masuk ke area pertunjukan, para penonton harus melewati sebuah lorong yang dindingnya merupakan kain berwarna hitam. Di dinding itu terdapat beberapa foto anggota PSM UIN Jakarta dan juga terdapat hiasan kertas berwarna-warni.
Selama pertunjukan, para penonton disuguhkan lagu-lagu seperti cik-cik periok, lagu selamat ulang tahun, simfoni raya, jali-jali dan hymne UIN oleh kelompok paduan suara yang terdiri dari sekitar 40 orang. Selain penampilan paduan suara, ada juga pempilan penyanyi solo, pertunjukan melodi gitar dan juga pemutaran video dokumenter.
Fajar Adhi putera, selaku ketua pelaksana mengatakan, acara ini diadakan untuk memperingati hari ulang tahun PSM UIN Jakarta. Selain itu konser ini juga untuk memperkenalkan kepada para anggota baru mengenai bagaimana mengadakan pentas. “Dengan acara ini, kita juga mau memperkenalkan PSM UIN lebih luas lagi,” ucapnya(22/1).
Ahmad Arifin, penonton yang juga orang tua dari salah satu peserta paduan suara menyatakan dukungannya terhadap acara ini. “Awalnya sempat khawatir, tetapi setelah tampil tadi, terlihat hasil dari apa yang telah dia lakukan selama ini,” ucapnya saat ditemui seusai acara berlangsung (22/1).
Di samping itu, Muhammad Firdaus, mantan Ketua PSM UIN Jakarta memberikan apresiasinya yang tinggi terhadap mini konser ini. Ia menilai, acara ini mempunyai konsep yang beda. “Bagus lah, mudah-mudahan PSM bisa lebih inovatif lagi,” ucapnya (22/1).
Firdaus yang juga biasa dipanggil Salung juga berpesan agar para anggota PSM UIN Jakarta tidak sombong. “Tetap peduli terhadap lingkungannya, kanan kirinya, jangan sampai dibilang bahwa PSM itu eksklusif, karena itu pukulan buat kita kalau mereka bilang kita eksklusif,” katanya. (Umar)















