Wayang Orang, Kini Masih Diminati

E-mail Print

INSTITUT-20 Januari 2012, Satya Budaya Indonesia kembali menunjukan perkembangan Seni dan Budaya Indonesia melalui Pagelaran Wayang yang berjudul “Wahyu Makutarama.” Pagelaran Wayang Orang masih diminati. Hal tersebut terlihat ketika acara dimulai, bangku yang disediakan untuk penonton nampak penuh.

 

Acara ini berlangsung dari pukul 19.30-22.30 WIB. Dan dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pagelaran Wayang Orang merupakan salah satu bentuk apresiasi dan pelestarian budaya asli Indonesia yang masih dilakukan hingga saat ini.

“Pagelaran ‘Wahyu Makutarama’ menggambarkan tentang seorang pemimpin bangsa yang baik, arif, bijaksana yang merupakan sosok sangat diidam-idamkan bangsa pada masa itu.

Menurut mereka Wahyu dapat membawa kejayaan dan perdamaian. Sehingga Prabu Sayuda memerintahkan Adipati Karna untuk mencarinya. Setelah ditemukan, ternyata Wahyu sedang bertapa bersama Begawan Kesawasidi. Dan Adipati pun meminta Wahyu. Namun, dalam hal ini Resi Anoman seorang manusia berwujud kera melarang Adipati sehingga terjadilah peperangan.

Adapun para pemain yang turut memberikan dukungan dalam Pagelaran Wayang ini terdiri dari berbagai kalangan profesi seperti, para pejabat, pengusaha, kalangan militer, karyawan, akademis, pecinta seni budaya wayang, dan pemain pendukung dari Barata.

Hesti (21), salah satu penonton, saat diwawancarai INSTITUT mengatakan, “Acaranya lumayan seru, tapi kurang dimengerti. Karena dialognya menggunakan bahasa Jawa.” Jumat (20/1). (Muji Hastuti)

Wayang Orang, Kini Masih Diminati