SASTRA

SUBUH ITU, SEPEREMPAT JALAN DI JEMBATAN

E-mail Print

 

Subuh itu, seperempat jalan di jembatan

Sebuah ukuran mutlak antara jarak dan waktu

Last Updated on Monday, 16 April 2012 17:46
Read more...

Senandung lagu Arab di teater FITK

E-mail Print

 

Selasa 10 Mei 2011, teater lantai satu Tarbiyah ramai dipenuhi banyak orang, mereka ingin menyaksikan para penyanyi idamannya beraksi di sebuah acara musik Pop Song Arabic. Namun acara kali ini berbeda dengan acara pada umunya. Sebab bukan artis terkenal yang tampil tetapi para mahasiswa dan siswa madrsah Aliyah, serta lagu-lagu yang didendangkan bukanlah lagu-lagu Indonesia atau barat melainkan lagu-lagu pop Arab.

Para penonton dibuat terhibur oleh aksi para biduan-biduanita sore itu yang tampil dengan suara merdu serta diiringi irama musik bergaya timur tengah. Tepuk tangan semakin menambah ramai suasana ruangan teater itu.

“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari acara tahunan Pekan Raya Bahasa Arab (PARAB) yang dilaksanakan oleh badan eksekutif mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Jakarta “ Ujar Indah Sisnawati.

Menurut nya, Pop Song Arabic diambil sebagai tema selain memiliki unsur hiburan sekaligus bertujuan untuk meningkatkan rasa kecintaan mereka akan bahasa Arab yang selama ini kurang melalui lagu-lagu pop Arab.

“ini merupakan acara perdana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, “tahun-tahun sebelumnya kita mengadakan marawis, tapi tahun ini kita ingin tampil beda” katanya.

Umunya para peserta yang ikut berasal dari madrasah Aliyah di sekitar Ciputat dan Jakarta. Namun ada pula dari perguruan tinggi termasuk dari UIN sendiri. “untuk para pemenang nantinya kami sudah menyediakan trofi dan uang pembinaan” paparnya. (Dika)

 

Last Updated on Wednesday, 11 May 2011 08:10

Gerakan Koin Sastra terus Bergelora

E-mail Print

tokoh-indonesia.com

HB. Jassin

 

Matahari bangkit dari sanubariku. Menyentuh permukaan samodra raya. Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala.

Itulah bait awal sajak almarhum WS Rendra yang di bawakan Al Hafiz Kurniawan salah satu penggerak gerakan koin sastra di UIN untuk Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Berangkat dari keprihatinan mempertahankan kebudayaan dan sejarah bangsa, gerakan ini telah berjalan selama hampir dua minggu.

Di Uin sendiri gerakan ini dimulai pada 21 maret lalu. Bentuk kegiatannya adalah mengumpulkan kepingan-kepingan uang sebagai simbolisasi kepedulian terhadap aset bangsa bernama PDS HB Jassin. Aksi ini diwarnai dengan berbagai pembacaan puisi Rendra dan Sutardji Calzoum Bachri didepan gedung Fakultas Tarbiyah (31/3).

teriknya matahari siang itu, Candra wahyudi, pria bertubuh gempal yang ikut meramaikan penggalangan dana itu juga membacakan sajak Paman Doblang karya WS Rendra. Candra menuturkan, aksi ini merupakan bentuk ekspresi kegalauan kita terhadap PDS HB Jassin.

“Ayo siapa saja boleh ikut serta, dari baca puisi, teatrikal, atau bernyanyi juga bisa. Aksi solidaritas ini siapapun boleh ikut. Mempertahankan PDS berarti mempertahankan bagian dari sejarah kebudayaan bangsa,” teriaknya dalam orasinya.

Menurut Hafiz yang juga penikmat karya Rendra, saat ini uang yang terkumpul kurang lebih sudah mencapai 1 juta dari aksi kemarin. Nantinya, uang itu akan dikumpulkan dalam acara puncak gerakan koin sastra pada 13 april mendatang di Bentara Budaya Jakarta. “Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata,” tuturnya mengutip bait akhir dari sajak Paman Doblang. (Ibnu)

 

Last Updated on Thursday, 31 March 2011 08:59

Novel itu, Bukan Sastra

E-mail Print

Apa yang membuat Novel Laskar Pelangi karya Andra Hirata bukanlah karya sastra menurut sebagaian banyak sastrawan, mereka mengagap itu hanya sebagai sastra populer, sastra hiburan ungkap Putu Wijaya di kediamannya, Kerta Mukti, Ciputat. Walaupun demikian, menurutnya itu masih merupakan karya sastra.

Karena Sastra sendiri, menurut laki-laki yang enggan melepas topi khas di hadapan orang lain, bahwa semua ekspresi dengan bahasa sebagai basisnya, semua bentuk ekpresi dengan basisnya bahasa itu merupakan sastra.

Meskipun demikian tak semuanya bagus, karya sasta yang bagus menurut pemimpin teater Mandiri adalah sebuah karya sastra yang dapat memberikan pengalaman batin kepada orang yang membacanya, lebih daripada itu juga, ia bisa mengubah orang macet menjadi ingin bekerja, yakni karya sastra yang bisa membuka unsur-unsur yang macet jadi terbuka, dan juga membuka pikiran kita.

Last Updated on Sunday, 24 October 2010 15:10
Read more...