
Perpaduan kata Treble dan Tonic bukan nada yang tinggi, tapi menciptakan sebuah nada untuk berada di posisi tertinggi. Itulah arti filosofis dari Treble Tonic, salah satu band yang menjadi anak kandung dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Musik Mahasiswa (KMM) RIAK.
{jcomments on}
Kemunculan Treble Tonic berawal dari pencarian vocalis yang cocok untuk membawakan single “Hilang dan Abadi”. Seiring perjalanan, Faris Bimantara (vocal), Akhmad Radhitya (gitar), Muhammad Ridwan (bass), Sadu Firstyan (drum), dan Rinal Hafidz (gitar rythem) cocok tidak hanya dari permainan musik, tapi juga karakter masing-masing.
Lagu “Hilang dan Abadi” sebenarnya sudah dibuat tiga tahun yang lalu. Hanya saja, lagu ini kembali dimainkan dalam rangka kompilasi album RIAK Anniversary. “Arti lagu itu fleksibel. Kalau konteksnya cinta berarti kehilangan pasangannya, kalau sahabat berarti kehilangan sahabatnya,” ujar Radhitya.
Treble Tonic memiliki unsur gabungan aliran musik berdasarkan minat personilnya. Namun, lagu “Hilang dan Abadi” lebih mengarah ke Rock Alternative. “Digabungin jadi satu biar ga sama-sama ego. Kita pengennya ngarahin ga ke rock dan juga ke melodic. Jadi lebih ke tengah-tengah, tercipta aliran baru di situ,” ungkap Faris.
Penggabungan ide pembuatan lagu mulai seperti aransemen dan lainnya dilakukan sendiri oleh mereka. Maka tidak menutup kemungkinan terdapat perbedaan pendapat diantara mereka. “Kita ga menetapkan pemimpin dalam band ini, jadi lebih ke pendewasaan diri aja,” jelas Radhitya.
Mengenai jam terbang, Treble Tonic sudah merambah memainkan musik mereka ke Semarang dalam acara music PTAIN se-Jawa. Selain itu mereka juga menjuarai peringkat ke dua dalam perlombaan musik Psikologi Fair. “Gue iseng kirim demo ke radio di Cilacap. Dari 30 band indie, banyak yang ngasih atensi untuk diputerin lagi. Sekarang Treble Tonic peringkat lima di Cilacap,” ujar Faris.
Dibalik proses Treble Tonic berada dalam posisi tertingginya, terdapat orang-orang di balik layar yang mendukung. Diantaranya Uda, manager, crew, dan keluarga. “Uda di RIAK orang yang paling dituakan. Dari konsep nada-nada, bagaimana dia bermain dengan instrumen, aransemen lagu’ Hilang dan Abadi’ sedikit banyak dapat dari Uda,” ungkap Rinal.
Sementara itu, Cimot, manager Treble Tonic lebih berperan pada penjadwalan jika ada event musik. “Nanti 3 Juli, kalau jadi, Treble Tonic main di Kota Tua, gue sebagai penyemangat,” ujar Cimot.














