Archive Pages Design$type=blogging

Tak Ada yang Tertutupi



23  Maret 2022. Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) mengumumkan lini masa Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) lewat laman Instagram resminya @official.kpmuinjkt. Hal ini sebagai pertanda: Pemilwa bakal segera mulai.


Institut menemukan sejumlah permasalahan di tiap babak lini masa Pemilwa, khususnya verifikasi berkas dan sidang sengketa. Berdasarkan hasil temuan itu, banyak peserta Pemilwa yang mengeluhkan soal ketidaksesuaian pelaksanaan jadwal Pemilwa yang ditetapkan sedari awal. 


Melihat situasi Pemilwa yang banyak memicu komentar mahasiswa UIN Jakarta, Institut melakukan wawancara khusus bersama Ketua KPM, Muhammad Sabilul Aslam. Pada  Senin, 11 April lalu, Aslam membeberkan bila terjadi sejumlah kendala dalam pelaksanaan Pemilwa kali ini.



Apa faktor terbanyak di lapangan yang tidak lolos berkas?


Mereka mungkin tidak memperhatikan secara substansial sesuai yang Peraturan Komisi Pemilihan Mahasiswa (PKPM). Contohnya, perkara pindai—scan. 


Menurut saya, pindai itu penting lantaran sebagai bukti sah sebuah berkas. Kami khawatir bila banyak pemalsuan berkas.



Yang menyeleksi dan memverifikasi berkas?


Pihak koordinator KPM dan BPPM Fakultas. Proses tersebut juga sudah berjalan sesuai prosedur seleksi. Tentunya, KPM dan BPPM Fakultas merujuk pada peraturan yang sudah ditetapkan oleh KPM universitas. Peraturan tersebut, sudah pleno dan sudah kami siarkan lewat Instagram maupun media-media lainnya. 



Institut menemukan banyak komentar terhadap KPM. Salah satunya tentang KPM yang tidak memberitahu letak kesalahan berkas bagi peserta Pemilwa…


Sebenarnya standarisasi atau peraturan yang KPM buat itu sudah tertera dalam  peraturan-peraturan tentang pemberkasan. Nantinya kesalahan dalam berkas, bakal diberitahu ketika sidang banding. Jadi, memang seperti itu mekanismenya.

KPM hanya menerima laporan dan verifikasi dari Koordinator KPM dan BPPM Fakultas. Mereka yang punya hak verifikasi berkas.

Kenapa peserta Pemilwa tidak lolos? Mungkin mereka tidak sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan dalam peraturan. KPM kembali lagi pada mekanisme peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan.


Hingga Minggu, 10 April, masih ada sidang sengketa. Itu tidak sesuai dengan lini masa Pemilwa soal sidang sengketa 31 Maret—1 April…

Saya tidak bisa menjawab secara spesifik. BPPM selaku yang mempunyai hak untuk sengketa dan berkoordinasi dengan Mahkamah Pemilihan Mahasiswa.

Untuk mekanisme kampanye dan debat, KPM sudah berkoordinasi dengan pihak Kemahasiswaan untuk perpanjangan lini masa, agar para peserta Pemilwa bisa berkampanye dan debat. 

Bukankah hal tersebut bisa menghancurkan lini masa yang ditetapkan?

Selama KPM berkoordinasi dengan Kemahasiswaan, selama itu menjadi kesepakatan bersama, insyaallah, Pemilwa ini dapat berjalan dengan semestinya. Penting juga koordinasi dan komunikasi. Semua sudah kami lakukan. 

Apa yang membuat sidang sengketa berjalan lama?

Mekanisme sengketa ada di BPPM. Mungkin banyak sidang atau banyak faktor. KPM menyesuaikan juga dengan waktu dari pihak Mahkamah Pemilihan Mahasiswa.

Mengapa lini masa Pemilwa berubah hingga tiga kali?

Sebenarnya perubahan lini masa itu dinamis lantaran menyesuaikan kondisi pihak kemahasiswaan dan rektorat. Mulanya KPM hendak mengumumkan penetapan hasil sidang sengketa dari Minggu kemarin. KPM mengalami beberapa kendala.

Mulai dari ketika penetapan, itu sedang prosesi debat dan saat debat tidak bisa. Kemudian ditambah Rektor dan Wakil Rektor Kemahasiswaan sedang di luar negeri. Lalu mekanisme di BPPM yang mungkin belum selesai. Kami juga melakukan perubahan demi kemaslahatan dan kelancaran Pemilwa.

Banyak mahasiswa yang mengomentari soal transparansi KPM…

Semua hal kami transparansi, kok. Mulai dari lini masa,  kami menyebutkan perubahan itu ada waktunya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kan, sudah seperti itu. Semua info kami sampaikan sesuai prosedural. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Harapan Anda, soal Pemilwa 2022?

Semangat dalam berkontestasi. Tunjukan bahwa kalian mampu taat dengan konstitusi dan peraturan yang telah ditetapkan. Pemimpin yang sehat ialah pemimpin yang taat dengan peraturan.


Reporter: Haya Nadhira Zikri, Syifa Nur Layla

Editor: Syifa Nur Layla


COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism Edisi XLVI english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah Majalah Institut newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Tak Ada yang Tertutupi
Tak Ada yang Tertutupi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi02jzvH2obS3MEi1RHKJ6ZBVghsgRVlpuugmikG1yeo-ODTxGLSiS7AmzZVklRbQMdpS1zfLuU5yhEt-jYtd_DkKC8cC9SaYxabQ321aAmnNjG37RUbPDw7oo5cXoRz55KaNbcH11DjJjcIop2haqRDVZACs9EmvPhbF3VbUnyBZtaG1FLK_Oscee6Q/s320/0005-23846763400_20220415_151850_0000.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi02jzvH2obS3MEi1RHKJ6ZBVghsgRVlpuugmikG1yeo-ODTxGLSiS7AmzZVklRbQMdpS1zfLuU5yhEt-jYtd_DkKC8cC9SaYxabQ321aAmnNjG37RUbPDw7oo5cXoRz55KaNbcH11DjJjcIop2haqRDVZACs9EmvPhbF3VbUnyBZtaG1FLK_Oscee6Q/s72-c/0005-23846763400_20220415_151850_0000.png
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2022/04/tak-ada-yang-tertutupi.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2022/04/tak-ada-yang-tertutupi.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago