Archive Pages Design$type=blogging

Pemilwa Bermuatan Aklamasi

 Aklamasi menghiasi beberapa kandidat di segala penjuru pesta demokrasi UIN Jakarta. Para kandidat hingga calon kandidat yang gagal di tengah jalan, menyayangkan aklamasi terjadi.


Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) tahun ini banyak diwarnai oleh aklamasi—tidak ada pemungutan suara. Berdasarkan berita acara verifikasi daftar calon tetap yang diunggah oleh Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) pada Kamis (7/4) lalu,  sebanyak 34 calon dinyatakan aklamasi dari total 62 kandidat yang mencalonkan diri.

Berdasarkan berita acara yang diunggah KPM tersebut, Fadhila Hafizh Al-Mahdi merupakan salah satu pihak yang dinyatakan tak lolos seleksi berkas. Mahasiswa Sastra Arab ini mengaku baru diberitahu perihal kesalahan berkasnya saat sidang mediasi bersama KPM dan Badan Pengawas Pemilihan Mahasiswa (BPPM) berlangsung.

Sidang mediasi yang berlangsung kala itu tak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Seluruh informasi pun hanya disampaikan melalui kolom pesan. Padahal, sidang berlangsung melalui Zoom Meeting. 

Lebih lanjut, kata dia, masalah lain pun muncul saat sidang bersama Mahkamah Pemilihan Mahasiswa (MPM) berlangsung. Fadhila menjelaskan, saat sidang mediasi, masalah yang ada misalnya hanya tiga, namun saat sidang bersama MPM masalahnya bertambah sehingga makin rumit.

Terkait proses seleksi berkas, Fadhila mengaku tak mengerti dengan indikator dan sistem penilaian yang dilakukan. Ia bahkan menduga masalah yang muncul seolah-olah hanya akal-akalan semata. “Ada salah satu pasangan calon dengan masalah yang sama, akan tetapi yang satu lolos dan yang satu tidak,” ujar Fadhila kepada Institut, Minggu (10/4).

Khoirul Anwar, Mahasiswa Perbandingan Mahzab pun turut menjadi pihak yang tak lolos seleksi berkas.  Khoirul mengaku merasa terpojokkan dengan isi dari regulasi terkait Pemilwa. Sebab menurutnya, peraturan yang telah ditetapkan masih bersifat rancu dan bisa menimbulkan banyak interpretasi. “Isi dari pasal itu seharusnya tidak menimbulkan banyak interpretasi,” keluhnya, Minggu (10/4). 

Khoirul juga menambahkan, regulasi lini masa Pemilwa yang terus mundur dengan alasan yang tak jelas menjadikan pihak penyelenggara terlihat kurang transparansi dan bertanggung jawab. Ia mengharapkan Pemilwa dapat berjalan dengan demokratis dan tidak berat sebelah.

Calon peserta Pemilwa, mahasiswa program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Muhammad Arrizky mengaku saat ini perasaannya tak karuan. Sebab, di satu sisi dirinya menang tanpa kontestasi. Namun di sisi lain, karena aklamasi, ia tak dapat merasakan atmosfer dari Pemilwa itu sendiri. “Menang atau tidaknya dalam sebuah kontestasi, perjuangannya pun akan tetap terasa,” ujar Ari, Selasa (12/4).

Menanggapi isu aklamasi yang kian beredar, Ketua KPM Muhammad Sabilul Aslam mengatakan pihaknya telah mengakomodir seluruh mahasiswa yang ingin berkontribusi dan berkontestasi dalam Pemilwa. Lebih lanjut, kata dia, tinggal bagaimana para peserta mematuhi atau tidak aturan yang telah ditetapkan pada peraturan KPM atau Undang-undang Pemilwa. “Semua kami akomodir mulai dari pendaftaran, pengecapan, makanya kami buka link pendaftaran dan pemberkasan itu lama,” kata Aslam, Senin (11/4).

Terkait proses sengketa, Aslam mengaku seluruh prosesi sengketa telah usai pada Senin (11/4) lalu, “sudah mau diumumkan oleh BPPM,” katanya.  Namun pernyataan Aslam tersebut dibantah oleh Fadhila, menurut keterangannya, sidang sengketa tak kunjung usai. Pihak penyelenggara pun tak menginformasikan sampai kapan sidang ini akan terus berlanjut. “Bahkan, baru beberapa orang yang telah selesai sidang,” kata Fadhila, Rabu (13/4).

Menurut keterangan mahasiswa Ilmu Politik Pang Muhammad Jannisyarief, fenomena aklamasi yang terjadi perlu dilihat secara keseluruhan, masalah-masalah yang muncul perlu diamati lebih lanjut, apakah berasal dari pihak calon, ataukah ada kesalahan dari pihak KPM. Sebagai mahasiswa yang peduli terhadap kualitas demokrasi, kata dia, iklim demokrasi yang sehat penting untuk diterapkan. “Demokrasi itu bukan berarti kita memiliki hak untuk menyerang pribadi orang lain,” kata dia, Rabu (13/4).


Reporter: Haya Nadhira, Nur Hana Putri Nabila

Editor: Syifa Nur Layla





COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism Edisi XLVI english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah Majalah Institut newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Pemilwa Bermuatan Aklamasi
Pemilwa Bermuatan Aklamasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRiVIgR1vO9TcK_JqX-cIAKPlrAjg4DPv-VHdhecVk9QODF8EUwA-w9wlMD7HXTc43IWPFwZnC7q7vwngI96RQliWn2W5mKXZcZBhVhyLl8L9drumFiLNZPXvE97uGdGq605dC_vzvSsD8K2vUYRws1aapB-U9It3GqAPbjCxhSDVRm3AWOrLdd54NNQ/s320/Pemilwa%20Bermuatan%20Aklamasi.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRiVIgR1vO9TcK_JqX-cIAKPlrAjg4DPv-VHdhecVk9QODF8EUwA-w9wlMD7HXTc43IWPFwZnC7q7vwngI96RQliWn2W5mKXZcZBhVhyLl8L9drumFiLNZPXvE97uGdGq605dC_vzvSsD8K2vUYRws1aapB-U9It3GqAPbjCxhSDVRm3AWOrLdd54NNQ/s72-c/Pemilwa%20Bermuatan%20Aklamasi.png
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2022/04/pemilwa-bermuatan-aklamasi.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2022/04/pemilwa-bermuatan-aklamasi.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago