Archive Pages Design$type=blogging

Debat Calon Pemilwa Berujung Gaduh

 

Debat kandidat HMPS KPI berjalan dengan tidak kondusif. Para pendukung dari kedua pasangan calon saling mengolok-olok di kolom komentar zoom meeting. Wakil Dekan Kemahasiswa yang menyaksikan debat tersebut, harus ikut menegur untuk melerai. 



Debat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) berlangsung online dengan menggunakan zoom meeting, pada 8 April 2022. Debat tersebut dihadiri pasangan calon Imam-Latifahtul—nomor urut satu dan Hendri-Banu—nomor urut dua. Wakil Dekan Kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Cecep Castrawijaya serta para mahasiswa KPI pun turut menyaksikan debat tersebut. 


Berdasarkan pantauan Institut, debat tersebut mula-mula berjalan dengan lancar dan tertib. Setelah masing-masing pasangan calon mulai berpidato dan menyampaikan argumennya, timbul kegaduhan. Para pendukung pasangan calon nomor urut satu dan dua, mulai saling mengolok-olok di kolom komentar zoom meeting


Calon Ketua HMPS KPI nomor urut satu, Imam Kurniawan menuturkan kejadian tersebut. Pada saat pasangan calon satu menyampaikan penutup, para mahasiswa secara serentak dan sistematis menyalakan mikrofon. Suasana pun menjadi gaduh.  Di saat itulah, seorang mahasiswi berinisial ANS melontarkan kalimat yang kurang baik. "Imam, kader lu bayarin oyo, dong,” tutur Imam menirukan perkataan dari mahasiswi itu.


Menurut Imam, banyak mahasiswa yang mengikuti acara debat kandidat dengan menggunakan nama samaran di ruang zoom meeting. Sejumlah mahasiswa dengan identitas palsu tersebut melakukan penyerangan verbal terhadap pasangan calon nomor urut satu dan dua. "Hal tersebut sangat kami sayangkan," kata Imam kepada Institut, Senin (11/4). 


Selain itu, Imam mengungkapkan bahwa pelontaran kalimat yang kurang baik itu telah melanggar Kode Etik Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bab IV Tentang Pelanggaran Pasal 5 Nomor 11 yang berbunyi, "melakukan perbuatan yang bersifat fitnah, penghinaan, penghasutan atau provokasi dan agitasi," 


Hendry-Banu, pasangan calon nomor urut dua, turut merespons peristiwa tersebut. Terdapat sejumlah pendukung dari kedua belah pihak yang melakukan kampanye negatif dari awal acara dimulai. Banyak kalimat kurang baik yang dilontarkan oleh para pendukung kedua belah pihak. Memang terjadi banyak perdebatan sebelumnya. "Namun, kenapa hanya terfokus di akhir debat?," ujar mereka, Selasa (12/4).


Hendry-Banu mengaku menyesali kejadian ini.  mereka akan mengevaluasi iklim demokrasi di program studi KPI. Lebih lanjut, mereka mengatakan bahwa kedepannya semua pihak harus introspeksi diri dan lebih objektif agar tidak salah paham. "Ini merupakan sisi negatif kebebasan berpendapat," tandas Hendry-Banu, Selasa (12/4). 


Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FDIKOM, Cecep Castrawijaya turut mengikuti serta memantau jalannya acara debat. Cecep pun harus mendengar kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan oleh akademisi. Ia juga berusaha menghentikan kegaduhan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa. "Saya langsung tegur mereka agar tidak ribut," ujar Cecep, Senin (11/4).


Mahasiswi Program Studi KPI, Humaira Zildani,  berpendapat bahwa hal seperti itu mencerminkan minimnya kualitas pengaderan yang beretika. Para mahasiswa sebagai pemangku kepentingan masyarakat, belum bisa mengontrol moral yang paripurna. Aira—panggilan akrabnya—mengingatkan bahwa acara debat kandidat menjadi tempat unjuk kemampuan pasangan calon. "Bukan adu keberingasan," kata Aira, Senin (11/4).


Reporter: Nurul Sayyidah H, M. Naufal Waliyuddin

Editor: Syifa Nur Layla


COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Name

cerpen Citizen Journalism Edisi XLVI english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah Majalah Institut newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Debat Calon Pemilwa Berujung Gaduh
Debat Calon Pemilwa Berujung Gaduh
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRQkAWj-u8Q1cyvmn6GopRSorQlzBgpOVMYwPROHleL7Q4RIy5xxkNXJLNNxVyQOA9z-sU-REyDVrt85nTcvkkujFAIlTSmnU5QF83L9cHQzEdTzQBeS3TwPYKuEk61U0aQXQ3XHgSWQvHM30sOzWGSKaYP7r_W3wPYe4CumS-SThrx4aGPacNWtrkVw/s320/5FECAB14-C702-4EBC-8499-C1E9CD48937D.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRQkAWj-u8Q1cyvmn6GopRSorQlzBgpOVMYwPROHleL7Q4RIy5xxkNXJLNNxVyQOA9z-sU-REyDVrt85nTcvkkujFAIlTSmnU5QF83L9cHQzEdTzQBeS3TwPYKuEk61U0aQXQ3XHgSWQvHM30sOzWGSKaYP7r_W3wPYe4CumS-SThrx4aGPacNWtrkVw/s72-c/5FECAB14-C702-4EBC-8499-C1E9CD48937D.png
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2022/04/debat-calon-pemilwa-berujung-gaduh.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2022/04/debat-calon-pemilwa-berujung-gaduh.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago