Archive Pages Design$type=blogging

RUU PPRT di Ambang Ketidakpastian


Sejak tahun 2004, nasib RUU PPRT belum juga disahkan. 17 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu kesejahteraan dan keadilan bagi para buruh dan  pekerja rumah tangga.

Sejumlah aktivis dan  serikat pekerja dari berbagai daerah di Jabodetabek, melakukan aksi rantai diri di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (14/12). Di tengah kerumunan massa yang mayoritas pedemo dari kalangan ibu-ibu, terlihat pula mereka sembari menggendong anaknya. Tak peduli seberapa beratnya sang anak dipangkuannya, mereka tetap bersikukuh menyampaikan aksi tuntutan. Pihak kepolisian turut mengamankan massa dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung kondusif. 

 

Para pedemo menuntut agar DPR segera menuntaskan pembahasan terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), yang selama 17 tahun tidak kunjung disahkan. Kabarnya perkembangan proses legislasi di DPR belum juga menemui titik terang. "Kita meminta DPR RI agar segera mengesahkan Undang-Undang itu," ujar Roza Febrianti, anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Selasa (14/12).

Lebih lanjut, Roza menjelaskan bahwa ada dua fraksi partai  yang menolak RUU PPRT untuk tidak dibahas di rapat paripurna. Keduanya adalah fraksi yang menjadi mayoritas duduk di kursi  DPR: Golkar dan PDIP. "Kita pernah ikut sidang dan yang tidak mengesahkan itu adalah PDIP dan Golkar," ungkapnya, Selasa (14/12).

Ketua Aksi Serikat Pekerja Rumah Tangga, Surmi mengungkapkan bila kehadiran RUU PPRT dinilai membawa angin segar bagi para pekerja rumah tangga. Hal ini sebagai upaya melindungi kepentingan hubungan pekerjaan. Mulai dari pemberi kerja, pekerja rumah tangga hingga memberikan kepastian hukum bagi pekerja maupun pemberi kerja. "Harapannya, pemerintah bisa melindungi pekerja rumah tangga yang ada di Indonesia maupun di luar negeri,” ungkap Surmi, Selasa (14/12).

Para aktivis dan  perwakilan serikat pekerja menilai RUU PPRT telah menjadi kebutuhan yang mendesak lantaran menjadi penghapusan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap PRT di Indonesia. Mengingat, mayoritas pekerja di bidang ini adalah perempuan. "Kami akan terus berjuang untuk RUU PPRT ini, saat ini kami sedang menunggu instruksi dan akan terus mendesak DPR sampai RUU tersebut disahkan,” tandas Surmi. 


NSH, FAL

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism Edisi XLVI english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah Majalah Institut newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: RUU PPRT di Ambang Ketidakpastian
RUU PPRT di Ambang Ketidakpastian
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiET-SN-wYcpXbaPqFDNRnr1MlKY6i6i_bb7FIFtXgM8p_a0GYTwJogU95oBD9vSgboH7zrgthvBYn9St_BYKy8MdZqKaP9j--Wnjd-uUuTsdcI3cbWnJoYm9T4wYONSh5XeW5LSaM1Cvb5NKIsJGc7MA7UvAQSN2k9DtXDjpyW2Zm8FDFy0YIj-46vfA=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiET-SN-wYcpXbaPqFDNRnr1MlKY6i6i_bb7FIFtXgM8p_a0GYTwJogU95oBD9vSgboH7zrgthvBYn9St_BYKy8MdZqKaP9j--Wnjd-uUuTsdcI3cbWnJoYm9T4wYONSh5XeW5LSaM1Cvb5NKIsJGc7MA7UvAQSN2k9DtXDjpyW2Zm8FDFy0YIj-46vfA=s72-c
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2021/12/ruu-pprt-di-ambang-ketidakpastian.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2021/12/ruu-pprt-di-ambang-ketidakpastian.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago