Archive Pages Design$type=blogging

Demi Memberikan Pelayanan Terbaik

 



Berprofesi sebagai nakes memiliki suka duka tersendiri dalam menghadapi pasien. Kisah kemanusiaan yang dibagikan dan cara mengatur waktu menjadi inspirasi wanita masa kini.


22 Desember menjadi perayaan hari Ibu di Indonesia. Sebagai seorang ibu dan bidan di RSUD Sunan Kalijaga Demak sekaligus nakes (tenaga kesehatan) di masa pandemi, tentu memiliki tantangan tersendiri bagi Suaidah Dwi Agustin. Menurutnya profesi bidan memiliki kepuasan tersendiri ketika bisa menolong ibu dan bayi. 


Akan tetapi, meskipun Suaidah telah sepenuh hati memberi pelayanan terbaiknya, ia kerap kali mendapatkan komplain buruk dari pasiennya. Tak jarang juga, Suaidah kerap dimarahi oleh pasiennya. Biasanya komentar tersebut menyampaikan ketidakpuasan atas pelayanan yang diberikan oleh nakes kepada pasien. Sebagian pasien menganggap nakes seperti pelayan bukan layaknya tenaga profesional di bidangnya. "Mungkin karena pasien memiliki wawasan kurang terhadap nakes, sehingga sebagian mereka kurang memanusiakan nakes," ungkap Suaidah kepada Institut, Minggu (19/12).


Selain itu, bekerja sebagai nakes membuat waktu istirahat Suaidah tak menentu. Ia kerap kali telat makan karena waktu yang sering sekali bentrok dengan kondisi kebutuhan pasien, sehingga ia harus segera memberikan pelayanan. Lebih dari itu, Suaidah juga kerap kali mengorbankan waktu sahurnya saat bulan Ramadhan. Dan waktu tersebut ia gunakan untuk membantu pasien yang sedang mengalami kondisi darurat, seperti persalinan.


Pengalaman sebagai nakes juga dirasakan oleh Ayu Fitriya Rosanto sebagai perawat rumah sakit RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Ia menganggap nakes merupakan profesi yang seru, menantang dan unik. Melayani pasien umum dan pasien ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) membuatnya belajar banyak hal dalam hidup.


Sensasi kebahagiaan lahir dan batin turut dirasakan Ayu ketika berhasil membantu kesembuhan pasien. Meskipun di masa pandemi ini bekerja menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), ia kerap kali khawatir lantaran takut membawa virus penyakit  dan menularkannya kepada keluarga di rumah.


Sebagai perawat yang bekerja dengan aturan kerja shift, hal tersebut membuat Ayu harus pandai mengatur waktu dengan keluarga. Beban kerja yang berlipat ganda membuat ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan mengurus anaknya. “Ketika libur kerja, sebisa mungkin untuk meluangkan waktu mengantar dan menjemput anak ke sekolah,” ungkap Ayu, Minggu (19/12).


Lain halnya menurut Ratna yang bekerja KIA (Konsultasi Ibu dan Anak) di Puskesmas Krobokan Semarang. Ia memiliki kesan tersendiri sebagai nakes. Baginya, melihat perkembangan balita dan semangat orang tua untuk pertumbuhan anaknya adalah kebahagiaan tersendiri. Cara ia membagi tugas antara pekerjaan dan keluarga yaitu tidak membawa urusan pekerjaan ke dalam urusan rumah, begitu juga sebaliknya. "Ingin cuti bukan untuk liburan melainkan untuk istirahat dan berkumpul dengan keluarga," ujar Ratna, Senin (20/12).


Ratna juga menceritakan salah satu pengalaman dirinya ketika bekerja sebagai nakes. Saat itu, Ratna dan teman nakes lainnya sedang menangani proses persalinan seorang ibu. Pasca melahirkan, nyawa ibu tersebut harus berpulang. Atas kejadian itu, Ratna dan teman-temannya dilaporkan ke polisi. Hal itu menjadi pengalaman tak terlupakan dalam hidupnya, karena menjadi nakes merupakan profesi yang membutuhkan ilmu dan penuh risiko. "Nakes perempuan adalah kartini hebat," ungkap Ratna, Senin (20/12).


Menurut Herdianti Lutfitasari sebagai seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Krobokan Semarang, mengungkapkan rasa senangnya karena bisa menolong dan membantu kesembuhan pasien. Baginya, menjadi bidan yang dapat membantu dan menyelamatkan proses persalinan pasiennya merupakan suatu hal yang mengesankan. Meskipun terkadang harus siap melayani konsultasi 24 jam di luar jam kerja. "Sebab ketika bayi lahir, seorang wanita juga dilahirkan kembali menjadi seorang ibu," ucap Herdianti, Senin (20/12).


NZZ

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism Edisi XLVI english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah Majalah Institut newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Demi Memberikan Pelayanan Terbaik
Demi Memberikan Pelayanan Terbaik
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgb0hhyAxxTvtGsvIzV2NJapWcoeWP6VecS357PRMcO6LxdSYrd2rvX_ZGVq50XQUn8ExNWKltc-SX6gy6zIjsFAQh8qMFkxjFtl6WaxLaOjvYyFJGPoRYe6csvATS4wesZHJQP_5prGjPBnxnoRFJDExUkt_RfzsEFnHi_U80bnYa0l5oOc6lhyiPLOw=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgb0hhyAxxTvtGsvIzV2NJapWcoeWP6VecS357PRMcO6LxdSYrd2rvX_ZGVq50XQUn8ExNWKltc-SX6gy6zIjsFAQh8qMFkxjFtl6WaxLaOjvYyFJGPoRYe6csvATS4wesZHJQP_5prGjPBnxnoRFJDExUkt_RfzsEFnHi_U80bnYa0l5oOc6lhyiPLOw=s72-c
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2021/12/demi-memberikan-pelayanan-terbaik.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2021/12/demi-memberikan-pelayanan-terbaik.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago