Archive Pages Design$type=blogging

Geliat Radikalisme di Media Sosial



Anak muda memang tak bisa lepas dari media sosial. Sifatnya yang fleksibel dan mudah diakses kerap dijadikan alat penyebaran informasi, tanpa terkecuali narasi-narasi radikal.

Media sosial saat ini menjadi jembatan penyebaran radikalisme terhadap anak muda. Survei yang dirilis Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta serta United Nations Development Programme Indonesia mengatakan, sebanyak sepuluh persen anak muda setuju menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dan boleh menggunakan kekerasan untuk membela agama. Kecenderungan ini terjadi karena akun media sosial yang mengadopsi paham radikalisme berhasil menyajikan konten dengan tampilan dan narasi yang lebih menarik.

Nurshadrina Khaira Dhania, salah satu anak muda yang terpapar radikalisme melalui media sosial turut membagi kisahnya pada Reporter Institut. Pada 2015 lalu, ia berhasil mengajak keluarganya hijrah ke Suriah demi mewujudkan keyakinannya pada pembentukan negara Islam, khilafah. Wanita yang akrab disapa Dhania ini tertipu dengan propaganda Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)—yang ia dapat melalui media sosial.

Bias janji hidup di apartemen, sekolah gratis nan berkualitas, penghapusan hutang dan selamat dunia akhirat ternyata tak ia temukan sesampainya di Suriah. Kehidupan lebih baik di bawah konsep khilafah yang digelorakan oleh Petinggi ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi hanyalah ilusi belaka. “Propaganda mereka sangat bagus, kehidupan aman, damai dan adil. Saya seperti terbutakan,” ucap wanita berkacamata ini, Jumat (6/12).

Ditemui di Kantor Ruangobrol.id, Jakarta Selatan, ia mengatakan, setelah satu tahun singgah di Suriah, Dhania sadar, tindakan yang mereka lakukan jauh berbeda dengan ajaran Islam. Doktrin agama selalu mengajarkan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Tapi kotoran manusia banyak berceceran di lokasi penginapan. “Mereka tidak mengamalkan annadzofatu minal iman,” kata Dhania, Jumat (6/12).

Dhania yang saat itu baru menginjak usia 19 tahun ini mengungkapkan, kehidupan para wanita di Suriah tak lebih hanya ibarat pabrik anak. Mereka ditempatkan di tempat yang kumuh, bahkan tak layak huni. Status mereka pun didata. Mulai dari perawan, berkeluarga, hingga janda sekalipun. Para militan ISIS sering mendatangi asrama, meminta dinikahkan dengan wanita disana tanpa persetujuan pihak wanita.

Tak hanya itu, kaum pendatang—yang akrab disebut muhajirin—ditempatkan di asrama selama 3 bulan. Mereka dibina untuk menjalani indoktrinasi dan i’dad—latihan perang dengan mengangkat senjata. Di Suriah, kaum laki-laki harus siap berperang. Jika tidak, sudah ada penjara khusus bagi mereka yang tidak siap berperang.

Warga asli Suriah pun diperlakukan secara kejam jika mereka menentang ISIS. Asrama yang ditinggali, tak lain diperoleh secara paksa dari lahan penduduk setempat. Stigma masyarakat sekitar bahwa ISIS memang “eksklusif” pun kian menguat. “Mereka  itu pembohong besar,” kata Dhania, Jumat (6/12).

Akhirnya, dengan segala perjuangan, Dhania berhasil kembali ke Indonesia dan menjadi returnis ISIS pada 2017 lalu. Ia pun berpesan pada generasi muda, jangan mudah tertipu dengan propaganda media sosial. Kelompok ekstrimisme saat ini sedang gencar menyuarakan khilafah di media sosial dan menggaet anak muda. Alasan utamanya, rata-rata anak muda sangat bersemangat untuk mempelajari agama. Utamanya anak yang memiliki latar belakang sekolah umum. “Tak hanya itu, mereka juga pandai memainkan emosi pembaca melalui media sosial,” ucapnya, Jumat (6/12).

Menurut Direktur Center for the Study of Relagion and Culture (CSRC) Idris Hemay, pandangan dan perilaku masyarakat kini sangat dipengaruhi oleh arus media sosial. Termasuk pemahaman terhadap isu-isu radikalisme. “Takfiri, bidah sampai thogut sering muncul di media sosial. Hal ini termasuk bagian dari narasi radikalisme yang diselipkan melalui media yang sering diakses anak muda ini,” terangnya, Rabu (20/11).

Ia juga menuturkan, kelompok ektremisme sering menyematkan pesan bahwa pemerintah Indonesia hingga apatur negara memang perlu diperangi. Hal ini tak lain untuk menguatkan narasi Negara Islam—yang selama ini santer jadi kajian utama. Bahkan, kaum radikal tak jarang menyebut langkah ini sebagai jihad.
 
Peneliti PPIM UIN Jakarta, Dirga Maulana juga tidak memungkiri hadirnya narasi-narasi radikal yang tersebar di media sosial. Konten—yang  dikelola oleh kelompok radikal—tersusun sangat rapi dan terencana. Suguhan foto-foto dengan sudut pandang yang menarik pun turut menggugah pikiran pengguna media sosial untuk ikut berjihad. 

Menanggapi permasalahan ini, Dirga menyarankan, perlu adanya pembentukan daya pikir yang kritis dari para pengguna media sosial. Menurutnya, kemampuan ini akan sendirinya terasah apabila banyak membaca sumber-sumber yang benar. Tak hanya itu, kolaborasi yang baik untuk menangkal radikalisme antara sesama organisasi juga diperlukan. “Tujuannya untuk menciptakan narasi-narasi positif di media sosial,” tutur Dirga, Senin (2/11).

Nurul Dwiana, Nurlely Dhamayanti, & Siti Heni Rohamna

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Geliat Radikalisme di Media Sosial
Geliat Radikalisme di Media Sosial
https://1.bp.blogspot.com/-svhjwcaGlnY/Xgro9loGUiI/AAAAAAAALqE/RqEfGUn1z5QEQA2f8HYb-9NLMyx8VtbhgCLcBGAsYHQ/s400/phone_hand_PNG91.png
https://1.bp.blogspot.com/-svhjwcaGlnY/Xgro9loGUiI/AAAAAAAALqE/RqEfGUn1z5QEQA2f8HYb-9NLMyx8VtbhgCLcBGAsYHQ/s72-c/phone_hand_PNG91.png
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2020/01/geliat-radikalisme-di-media-sosial.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2020/01/geliat-radikalisme-di-media-sosial.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago