Archive Pages Design$type=blogging

Pemilu Mewariskan Masalah



Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah, dan DPR Daerah telah dilaksanakan pada 17 April 2019. Pesta demokrasi lima tahunan ini, dijadikan momentum yang tidak boleh dilewatkan. Masyarakat yang berumur 17 tahun ke atas dapat berpartisipasi dalam ajang pemilihan pemimpin bangsa tersebut. Menariknya lagi di era kecanggihan teknologi, orang-orang melancarkan kampanye di sosial media (Sosmed) dengan gencar. Sehingga menimbulkan polemik yang tiada ujungnya.

Serangan demi serangan politik terus dilancarkan pihak pendukung salah satu calon kepada lawannya. Bahkan tak asing bagi penikmat Sosmed terhadap ujaran kebencian. Tiada hari tanpa adanya perdebatan mewarnai Sosmed kita. Bahkan suasana begitu mencekam tak kala pengumuman hasil quick count. Sontak membuat panggung perpolitikan kian memanas. Pihak yang tersakiti menyatakan bahwa adanya tindak kecurangan pada saat pengumpulan suara. Mereka terus menerus mengirimi bukti disertakan tagar dengan harapan agar kecurangan ini perlu ditindak lanjuti.

Disamping itu, pihak lain yang merasa suara terkumpul benar apa adanya. Sehingga membalas serangan lain dengan mengungkit-ungkit kelemahan sang calon. Hal ini menimbulkan perang argumen di Sosmed. Mereka melupakan bahwa kebijakan menggunakan Sosmed di bawah naungan Undang-Undang Informasi dan Transaksi
Elektronik. Fenomenalnya hal ini merembet ke grup keluarga di jejaring sosial Whatsapp.

Masing-masing sanak saudara saling menyindir hingga tak dipungkiri adu debat pun terjadi. Pertikaian mengenai pilihan politik tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat, menurut survey Wakefield Research 11% Warga Amerika Serikat (22% diantaranya generasi milenial) putus dengan pasangannya karena perbedaan politik. Bahkan menurut survey dari Pew Research Center pada tahun 2014, orang di Amerika cenderung memilih pasangan dengan pilihan politik yang sama. Mereka kurang menyukai keadaan keluarga yang berbeda pandangan politik.

Penulis memandang, hal ini terjadi dikarenakan kurangnya ruang untuk mengeluarkan pendapat, terutama di media daring. Pengguna Sosmed cenderung lebih agresif sehingga tidak memikirkan dampak dari tulisan yang mereka hasilkan. Mencibir dan menghina menjadi hal yang biasa karena bertopeng di dunia maya. Selain itu, masih banyak orang yang belum bisa selektif menerima informasi. Tak dipungkiri, masyarakat kita banyak terhasut dengan berita palsu yang sangat marak di berbagai jejaring Sosmed.

Di dunia maya, netizen cenderung untuk mempertahankan pendapat tanpa ingin membukakan diri dengan pendapat lain yang berseberangan. Biasanya mereka mempertahankan opini dengan mencari opini yang paling sering digiring, agar tidak dipojokkan oleh pihak lawan. Selain itu ketidakharmonisan dipicu dari obrolan sederhana. Namun dikarenakan isu politik
mendominasi segala aspek. Sehingga sedikit saja membahas isu sosial terhadap kinerja
pemerintah memicu sentimen dari kedua belah pihak.

Dari kejadian ini, perlunya kesadaran dua belah pihak untuk ingin berlapang dada dengan pilihan orang lain. Masyarakat kita harus belajar saling menghormati dan tidak mudah menyudutkan orang lain. Mau berdiskusi dan mencari jalan keluar bersama harus dikedepankan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di dunia maya. Pada ruang lingkup keluarga, pendekatan melalui perasaan sangat diutamakan. Dengan cara seperti itu, diharapkan hubungan keluarga akan tetap harmonis.

Selayaknya acara, maka pastinya diharapkan berjalan dengan damai, lancar, dan gembira. Momen-momen seperti ini harusnya dijadikan salah satu jalan untuk mempererat tali silaturahim. Perbedaan adalah sesuatu yang lumrah terjadi tanpa memandang status. Dan
tentunya setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan. Akan menjadi luar biasa bila masing-masing individu dapat saling menghargai tanpa harus mencela.

DBA

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Pemilu Mewariskan Masalah
Pemilu Mewariskan Masalah
https://1.bp.blogspot.com/-dtjwBodJ0rg/XRM31A_SbrI/AAAAAAAALKY/DY9DUg8IsKslRgbqiyAI-lU0OsgR4lDrQCLcBGAs/s320/20190622_234329.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-dtjwBodJ0rg/XRM31A_SbrI/AAAAAAAALKY/DY9DUg8IsKslRgbqiyAI-lU0OsgR4lDrQCLcBGAs/s72-c/20190622_234329.jpg
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2019/06/pemilu-mewariskan-masalah.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2019/06/pemilu-mewariskan-masalah.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago