Archive Pages Design$type=blogging

Fantasi Seorang Psikopat



Psikopat  dapat berimajinasi tinggi dan berkelana tanpa batas. Dianggap gila, bertingkah aneh hingga menimbulkan kerusakan menjadi hal nyata tapi tak disadari.

Barbara Thorson (Madison Wolfe) adalah remaja yang muda dan mandiri. Barbara menciptakan dunia fantasi yang terinspirasi oleh kecintaan pada boneka Dungeons dan Dragons. Hingga percaya bahwa raksasa dari dunia lain akan datang untuk menyerang kampungnya. Kepercayaan ini membuatnya menghabiskan hari dengan menciptakan senjata dan perangkap untuk menangkis raksasa tersebut.

Pada suatu hari, Barbara bertemu dengan Sophia (Sydney Wade) di sekolah yang baru saja pindah dari Leeds, Inggris. Shopia memperkenalkan diri kepada Barbara, tetapi Barbara tak merespons dan tetap bergeming.

Keadaan ini membuat Barbara diperlakukan sebagai anak psikopat dan kerap diperlakukan dengan kekerasan. Pasalnya, Barbara sering menyendiri dan berbicara aneh terhadap teman teman dekatnya. Sehingga Guru Psikologi Ny Molle (Zoe Saldana) merasa simpati terhadap Barbara dan memanggilnya.

Setelah memasuki ruangan, Ny. Molle memberikan Barbara penjelasan akan keadaan sang ibu, pertanyaan-pertanyaan psikologis, juga menasihatinya. Tiba-tiba Barbara meninggalkan Ny. Molle dan menyatakan bahwa pembicaraan tersebut hanya akan mengalihkan perhatian dari persiapannya melawan raksasa.

Kemudian, Barbara dikejutkan akan kedatangan Shopia secara tiba-tiba. Dalam pertemuan itu, Barbara seketika menjelaskan mitologi raksasa. Dia menunjukan kepada Shopia umpan dan jebakan yang dibuat. Barbara mengatakan kepada Shopia tentang senjata yang dia simpan di tas.

Shopia kaget melihat perilaku Barbara, ia merasa bahwa raksasa itu tidak ada, bahkan itu hanyalah sebuah imajinasi yang dibuat oleh Barbara sendiri. Ketidakpercayaan Shopia membuat Barbara mengajak Shopia untuk berburu makhluk rakasa. Namun Shopia tetap meragukan klaim Barbara tentang raksasa tersebut.

Suatu ketika, Ny Molle sempat melihat Barbara yang sedang menonton bisbol. Dalam kesempatan itu Ny Molle kembali menjelaskan keadaan sebenarnya terkait kondisi ibu Barbara. Bahwa sakit bukan disebabkan oleh raksaksa seperti yang diyakini Barbara selama ini. Namun Barbara menampik penjelasan itu, dan tetap berkeyakinan bahwa penyakit ibunya disebabkan oleh raksaksa.     

Di sisi lain, Shopia kecewa akan sikap Barbara kala memukulnya waktu pulang sekolah, meskipun hal itu bukanlah suatu hal yang disengaja. Hingga Shopia menceritakan rahasia Barbara ke Tylor. Shopia menunjukan perangkap-perangkap yang dibuat oleh Barbara. Hingga Tylor merusak perangkap-perangkap itu. Mengetahui perangkapnya dirusak, Barbara pun marah pada Tylor dan terjadi perkelahian hingga Barbara kalah.

Suatu hari, Barbara naik kereta. Ia meyakini bahwa raksaksa tak akan ada di dalam kereta. Namun hal tersebut salah. Imajinasi Barbara melihat raksaksa di dalamnya, hingga ia pun mengejar raksaksa itu dan melawannya. Barbara menang dalam duel dengan cara membakarnya. Namun yang orang normal lihat, Barbara bukan membakar raksaksa melaikan membakar pos penjagaan palang kereta.  

Obsesi Barbara akan menumpas habis raksaksa kian menjadi-jadi. Ini membuat Barbara meninggalkan sekolah selama beberapa hari. Shopia dan Ny. Molle mencari di rumahnya namun nihil dan yang ditemukan hanyalah rekaman perintan untukmembunuh raksaksa milik Converage yang disimpan Barbara. Mendengar rekaman, Ny. Molle dan Shopia akhirnya mengetahui penyebab psikopat Barbara hingga terobsesi melakukannya.

Setelah mendengar rekaman, Shopia dan Ny.Molle mengetahui keberadaan Barbara. Mereka pergi ke pantai dan melihat Barbara sedang berkelahi seorang diri. Namun bagi Barbara, sebenarnya ia sedang melawan raksaksa terakhir sebelum akhirnya memenangkannya.

Dalam perkelahian itu, Barbara mengatakan raksasalah penyebab ibunya sakit dan tak bisa disembuhkan. Bahkan, apabila Barbara telah membunuh raksasa ibunya akan sembuh dan selamat seperti semula. Akan tetapi, Raksasa menjelaskan, bahwa penyebab ibunya sakit bukan karena dirinya, melainkan kuasa Tuhan.

Moch Sukri

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition humanitas Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel video wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Fantasi Seorang Psikopat
Fantasi Seorang Psikopat
https://3.bp.blogspot.com/-Cwqiy0MO9e0/XAk9k5WxsnI/AAAAAAAAKv8/WXkSj8H_v3Ir5DC1-egSOUwEH3Cc2G9ngCLcBGAs/s320/IMG-20181127-WA0016.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Cwqiy0MO9e0/XAk9k5WxsnI/AAAAAAAAKv8/WXkSj8H_v3Ir5DC1-egSOUwEH3Cc2G9ngCLcBGAs/s72-c/IMG-20181127-WA0016.jpg
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2019/03/fantasi-seorang-psikopat.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2019/03/fantasi-seorang-psikopat.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago