Archive Pages Design$type=blogging

Ricuh, Panitia PBAK Dipertanyakan

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang juga dihadiri oleh  Menteri Perhubungan Budi Karya di Lapangan Upacara UIN Jakarta, Senin, (27/8). Jumlah mahasiswa baru (maba) yang mengikuti PBAK 2018 mencapai 7.602 orang. Kegiatan yang semula berjalan dengan lancar tiba-tiba mendadak ricuh.

Kericuhan itu pun terjadi pada saat penampilan Demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kejadian tersebut disebabkan karena maba Fakultas Dirasat Islamiyah, Falkultas Ushuluddin dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan walk out padahal acara PBAK belum usai. Bahkan maba Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ikut menyalakan bom asap serta menabuh drum yang membuat suasana menjadi semakin riuh.

Perihal kericuhan yang terjadi, beberapa maba banyak menyayangkan hal tersebut. Seperti yang diutarakan oleh maba Fakultas Syariah dan Hukum jurusan Hukum Ekonomi Syariah Ahmad Mauli Zaini. Ia pun kecewa pada Panitia PBAK 2018 dengan terjadinya kerusuhan. Menurutnya UIN Jakarta sebagai kampus Islam dan terpandang  seharusnya bisa mengantisipasi kejadian ini.

Saat hari pertama pelaksanaan PBAK beberapa maba kedapatan merokok di lapangan saat acara berlangsung. Padahal, dalam peraturan tata tertib PBAK maba dilarang membawa rokok.  Tak hanya itu, maba kerap kali meninggalkan kegiatan PBAK dengan pelbagai alasan.

Seperti pengakuan dari salah satu maba Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi yaitu Muhammad Akmal Fauzan. “Saya sempat izin ke toilet  untuk dapat membeli makan karena sudah jenuh berada di lapangan seharian,” ungkapnya, Senin (27/8). Kendati demikian, panitia sudah menegaskan bahwa maba tidak diperbolehkan meninggalkan acara selain ke toilet.

Dalam peraturan tata tertib PBAK 2018 terdapat 6 poin jenis larangan bagi maba. Di antaranya maba dilarang membawa motor, senjata tajam, miras/obat-obatan terlarang, merokok, membawa hewan peliharaan hingga memicu/membuat keributan.

Perihal kejadian tersebut, Ketua Panitia PBAK 2018 Imam Li Dzikri memberikan tanggapan. Ia pun tidak ingin menyalahkan kepanitiaan. Sebab menurutnya panitia telah bekerja dengan baik. Masalah kericuhan, panitia Universitas telah memberikan wewenang kepada panitia tingkat fakultas. “Dengan adanya pelanggaran yang dilakukan maba, kita kembali lagi ke batas kemampuan manusia yang juga bisa lengah,” ujarnya pada Selasa (28/8).

Selain itu, Panitia Pengawas PBAK 2018 mengakui tentang lemahnya sistem pengawasan pada tahun ini. Hal ini diutarakan oleh Ketua Senat Mahasiswa Ahmad Murhadi bahwa penyebab lemahnya pengawasan karena adanya human error. Pihak pengawas juga akan mengevaluasi hal tersebut agar pengawasan PBAK lebih maksimal. “Pengawas yang bertugas mengawasi di tiap fakultas hanya satu orang, padahal seharusnya ada dua orang. hal tersebut menyebabkan lemahnya sistem pengawasan saat PBAK dilaksanakan,” jelasnya, Selasa (28/8).

Namun saat kejadian tersebut, Warek III Bidang Kemahasiswaan Yusran Razak  pun mengaku tidak mengetahui akan hal itu. Bahkan Ia belum menerima laporan apapun, sehingga pihak kemahasiswaan belum bisa mengambil tindakan. Ia pun menjelaskan bahwa pelaksanaan terkait teguran diserahkan ke Senat Mahasiswa (Sema) sebagai pengawas. Namun jika Sema tidak bisa menangani, maka pihak kemahasiswaan yang akan menegurnya.

Yusran juga berharap agar Dewan Eksekutif dan Sema mengoptimalisasi penegakan hukum di PBAK ini. Kemahasiswaan juga telah memberikan tanggung jawab kepada mahasiswa agar pelaksanaan PBAK dilakukan secara adil, tanggung jawab, dan tepat guna. “Semua ada di tangan mahasiswa, kita hanya mendorong agar bagaimana PBAK 2018 berjalan dengan baik,” imbuhnya, Selasa (28/8).

II & RDA

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA: Ricuh, Panitia PBAK Dipertanyakan
Ricuh, Panitia PBAK Dipertanyakan
https://3.bp.blogspot.com/-X6hGMhp9CoE/W4X5vYHuA9I/AAAAAAAAKf4/3x7otqY4MxgaaA_Tuq7ixZTdszbXKcZ8ACLcBGAs/s320/Rokok.png
https://3.bp.blogspot.com/-X6hGMhp9CoE/W4X5vYHuA9I/AAAAAAAAKf4/3x7otqY4MxgaaA_Tuq7ixZTdszbXKcZ8ACLcBGAs/s72-c/Rokok.png
PERSMA INSTITUT - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2018/08/ricuh-panitia-pbak-dipertanyakan.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2018/08/ricuh-panitia-pbak-dipertanyakan.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago