Archive Pages Design$type=blogging

Organisasi Kemahasiswaan sebagai Sarana Pencerdasan Politik


Oleh : Ahmad Nauval*

Setiap jenjang pendidikan pasti menyediakan wadah candradimuka bagi siswanya, pesantren menyediakan untuk santrinya, dan perguruan tinggi untuk mahasiswanya. Wadah berupa organisasi yang memberi kesempatan bagi anggotanya untuk berkolaborasi dengan sesamanya dalam menjalankan suatu visi dan misi.

Organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang memiliki minat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu fungsi organisasi adalah sebagai penggalangan basis massa. Corak basis massa ini ditentukan oleh status organisasi, apakah sebagai organisasi kemasyarakatan atau sebagainya. Organisasi yang berstatus sebagai organisasi kemahasiswaan tentu basis massanya adalah kalangan akademisi – selanjutnya disebut massa intelektual.

Sebagai basis massa intelektual, seyogyanya tata kelola organisasi sarat dengan nilai-nilai akademis. Organisasi kemahasiswaan perlu memaklumkan, bahwa yang mahasiswa butuhkan pertama kali sebagai anggota baru ialah kegiatan penunjang kegiatan akademik. Seperti pelatihan menulis, pelatihan berkomunikasi di depan umum (public speaking), dan motivasi dalam menyelesaikan jenjang studi perkuliahan. Pengenalan terhadap sarana dan prasarana baik di dalam atau di luar kampus juga diperlukan. Agar fasilitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.

Sebab, alasan adanya organisasi kemahasiswaan tak lain adalah pengejewantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan implementasi fungsi mahasiswa sebagai agen kontrol sosial, agen perubahan, moral force, dan iron stock. Maka peran organisasi kemahasiswaan mesti selaras dengan kepentingan pendidikan tinggi, yang bertolak pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.   

Manfaat eksistensi organisasi perlu melihat substansinya. Angggota organisasi akan diproyeksikan seperti apa dan bagaimana? Hemat penulis ada beberapa manfaat yang harus dirasakan oleh setiap aktivis organisasi. Pertama, peningkatan kompetensi dan prestasi. Kompetensi atau capaian kemampuan dan juga prestasi baik akademik atau nonakademik dapat ditingkatkan melalui organisasi. Maka kegiatan yang digalakkan adalah kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan prestasi. Kedua, mengabdikan diri pada masyarakat. Pengabdian masyarakat di sini tak perlu jauh ke pelosok negeri. Cukup bermanfaat bagi civitas akademika kampus saja sudah termasuk dalam pengabdian masyarakat. Ketiga, advokasi atau pembelaan. Melalui organisasi, keluhan dan aspirasi dapat disalurkan dan dijawab. Sekurangnya ada pendampingan bagi orang yang bersangkutan dalam menyelesaikan masalahnya meski tak selesai. Keempat, kontrol kebijakan publik. Organisasi kemahasiswaan hadir sebagai check and balance bagi instansi kampus. 

Kebijakan kampus yang dirasa kurang relevan atau memberatkan perlu ditinjau kembali. Terakhir, menggalang basis massa intelektual. Yang terlibat dalam organisasi mahasiswa tentu terpelajar alias educated. Akademisi yang setiap tindak-tanduknya, senantiasa berdasar pada sumber informasi yang valid dan bukan sekedar prasangka. Ciri khas basis massa intelektual ini adalah “kaya informasi dan kaya pengetahuan”.

Dinamika Organisasi dan Manajemen Konflik 
Pada perihal pergantian kepemimpinan organisasi, hari ini, sudah tidak lagi keren jika belum lepas dari konflik fisik.

Peralihan kepemimpinan yang elegan adalah yang berlangsung dengan tanpa kekuatan fisik. Cukup dengan persaingan pada kekuatan massa dan keterampilan mengelola konflik (conflict management) dan terakhir kekuatan pendanaan.

Hukum alam atau seleksi alam menjadi kambing hitam atas dinamika yang terjadi di organisasi. Senior, tetua, pendahulu, apa pun namanya mereka yang lebih tua seringkali tanpa pikir panjang menyatakan bahwa apa yang terjadi pada mereka juga akan terjadi pada kita; penerusnya. Seolah tak ada penyebab yang bisa masuk di akal sehingga bisa dicari solusi preventif atas konflik organisasi.

Konflik dalam organisasi tak ubahnya konflik dalam masyarakat umum – yang kurang terorganisir secara formal. Kehidupan sosial memang tak lepas dari keragaman, persaingan, sentimental, dilema, dogma dan doktrin yang semua itu menjadi asal-muasal konflik. Apabila konflik dikelola dengan sehat, maka kedewasaan dan kecerdasan diri adalah keniscayaan.

Manajemen konflik setidaknya menghendaki dua hasil. Pertama, lestarinya semangat bersaing antar individu maupun kelompok secara sehat – fairplay menurut sistem yang digunakan. Kedua, tergalanggnya persatuan komunitas dan kesatuan kerja.  Hasil yang terakhir inilah yang mampu melahirkan basis kekuatan yang solid dalam organisasi.

Adapun pendekatan yang familiar dipakai adalah win-win solution. Semua menang. Pihak A atau B sama-sama mendapat bagian yang pantas.

Pendekatan preventif juga baik digunakan dalam mengelola konflik. Segala kemungkinan kausalitas sudah diatur bagaimana sebab-akibatnya. Seperti rekayasa konflik yang disusun sedemikian rupa agar tercipta miliu persaingan yang dinamis.

Sebagai manusia waras tentu kita menghendaki agar organisasi berjalan sesuai aturan yang ada, bermanfaat bagi tiap anggotanya, lebih dari itu mencerdaskan dan membawa pada kemajuan. Pencapaian kehendak baik ini hanya sampai jika dan hanya jika kita mau terjun ke dalam dinamika dan mengendalikannya. Bukankah politik itu benda mati yang bisa kita kendalikan?

*Pegiat Forum Komunikasi dan Kajian PAI (FK2i) UIN Jakarta

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Organisasi Kemahasiswaan sebagai Sarana Pencerdasan Politik
Organisasi Kemahasiswaan sebagai Sarana Pencerdasan Politik
https://2.bp.blogspot.com/-uGENa1-91hg/WFfnNHLI0EI/AAAAAAAAI8E/DXEwDtXJYisZVYMRGn-RTtonCb4c9qb3QCLcB/s400/ilustrasi.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-uGENa1-91hg/WFfnNHLI0EI/AAAAAAAAI8E/DXEwDtXJYisZVYMRGn-RTtonCb4c9qb3QCLcB/s72-c/ilustrasi.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2016/12/organisasi-kemahasiswaan-sebagai-sarana.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2016/12/organisasi-kemahasiswaan-sebagai-sarana.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago