Archive Pages Design$type=blogging

Yusron Razak: Tuntutan Aksi Tidak Benar


Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 31 ayat 1 tertulis, pendidikan menjadi hak bagi setiap warga negara. Oleh karena itu, kesatuan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) melakukan aksi penolakan komersialisasi pendidikan di depan Bank Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakarta, Jumat (9/9).

Koordinator lapangan Soedra Ali mengatakan, aksi ini menuntut pemerintah menurunkan biaya pendidikan dan menolak komersialisasi pendidikan. Ia juga mengatakan, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai Badan Hukum. Pemerintah membebaskan pengelolaan PTN secara mandiri. “Atas dasar itu, parkir di UIN harus bayar karena pihak swasta yang mengelola,” ujarnya, Jumat (9/9).

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum ini menilai, adanya PP Nomor 61 Tahun 1999 menjadi dasar rektorat untuk meminta pihak swasta mengelola parkir. Selain itu, bentuk nyata komersialisasi di UIN Jakarta adalah pengelolaan Kafe Cangkir oleh Dharma Wanita. “Sudah banyak bukti bahwa kampus dijadikan ladang bisnis,” kata Soedra ketika ditemui di tempat aksi.

Menanggapi aksi GPPI, Wakil Rektor (Warek) III bidang kemahasiswaan, Yusron Razak berdalih adanya komersialisasi pendidikan di UIN Jakarta. Menurutnya, komersialisasi yang dituntutkan oleh demonstran itu adalah suatu hal yang mengada-ada. “Udah sering mereka demo seperti ini, tapi tuntutan aksi tidak benar,” pungkasnya, Jumat (9/9). 

Hal itu ditanggapi kembali oleh Muhammad Zalfa. Ia mengatakan, seringnya mereka melakukan aksi dikarenakan tuntutan mereka tak kunjung dipenuhi. Mereka tidak menghiraukan usiran Warek dan tetap bersuara. “UIN masih terdapat banyak komersialisasi,” ujarnya, Jumat (9/9).

Menurut salah satu mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Aryajaya Alamsyah, parkir berbayar di UIN termasuk dalam komersialisasi pendidikan di kampus. “Kita kuliah sudah bayar, tapi parkir disuruh bayar lagi,” keluhnya, Jumat (9/9). Ia berharap, pihak pejabat kampus segera menurunkan biaya kuliah dan menghapuskan penarikan uang parkir bagi mahasiswa, agar para mahasiswa lebih nyaman untuk mengenyam pendidikan.

Baca : Komersialisasi Pendidikan Menyimpang Dari UUD 1945

DSM
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Yusron Razak: Tuntutan Aksi Tidak Benar
Yusron Razak: Tuntutan Aksi Tidak Benar
https://3.bp.blogspot.com/-OP-ykZkonN4/V9WbIIAVsDI/AAAAAAAAH18/ucemiJwqDGAr9W_4qfmNZoNl7Hx5OVjgQCLcB/s400/Untitled-2.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-OP-ykZkonN4/V9WbIIAVsDI/AAAAAAAAH18/ucemiJwqDGAr9W_4qfmNZoNl7Hx5OVjgQCLcB/s72-c/Untitled-2.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2016/09/yusron-razak-tuntutan-aksi-tidak-benar.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2016/09/yusron-razak-tuntutan-aksi-tidak-benar.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago