Archive Pages Design$type=blogging

Puasa dan Mengukur Kualitas Ketakwaan


Oleh: Moh. Hafidz Kudsi*

Sebagai umat Islam, bulan puasa merupakan bulan istimewa dan bulan yang ditunggu-tunggu selama satu tahun. Begitu banyak ayat dan hadist yang menjelaskan keistimewaan bulan puasa salah satunya dibulan ini semua perbuatan baik dilipatgandakan pahalanya maka tak ayal jika di bulan puasa orang islam berlomba-lomba dalam kebaikan.

Begitu ramai orang Islam berlalu lalang ke masjid untuk melakukan ibadah seperti shalat berjamaah, I’tikaf, tarawih, tadarus dan semacamnya yang semua itu dikatagorikan sebagai kesalehan individu. Selain itu, sebagai kesalehan sosial, di bulan puasa lebih banyak dari bulan yang lain santunan yang diberikan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa, begitu banyak orang yang memberikan buka puasa di masjid-masjid dan masih banyak kegiatan bakti sosial lain yang dilaksanakan di bulan yang penuh berkah ini.

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan bagi orang yang sudah baligh kecuali mendapat halangan yang malah haram melakukannya seperti yang terjadi bagi perempuan: haid, melahirkan dan nifas atau kendala yang bisa ditoleransi oleh hukum islam (red: fiqih) seperti sedang masa menyusui, sakit dan kendala lain yang tidak memungkinkan untuk berpuasa tetapi wajib diganti di bulan lain atau Islam memberikan alternatif, sesuai tuntutan hukum islam, yaitu memberikan makan fakir miskin.

Sebagai bagian dari ritual keagaman, puasa berbeda dengan ibadah lain dalam agama Islam. Karena puasa bersifat rahasia dan orang yang berpuasa memiliki relasi lansung dengan tuhan sehingga hanya tuhan yang tahu apakah orang tersebut benar-benar berpuasa atau tidak. Bisa saja orang mengaku berpuasa tapi diam-diam dia makan dan minum. Jadi pada intinya kunci dalam menjalankan puasa adalah kejujuran.

Sedangkan tujuan dari puasa hanya satu, sesuai dengan apa yang digambarkan oleh tuhan dalam firmanNya, yaitu untuk menjadi orang yang bertakwa. Kalau melihat dari tujuan ini, sebenarnya puasa bukan hanya persoalan menahan makan dan minum tapi lebih dari itu karena seperti mafhum, pengertian takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Jadi, sebagai indikator dari keberhasilan orang berpuasa adalah menjadi orang yang bertakwa. Satu tujuan yang mempunyai konsekuensi yang begitu beragam yaitu menyangkut dengan ibadah yang lain.

Puasa dan Kemelut Persoalan Bangsa

Negara Indonesia adalah mayoritas Islam bahkan negara dengan pemeluk Islam terbanyak di dunia. Sebuah kebanggaan tersendiri sebagai umat Islam yang terlahir di negeri ini. tetapi apakah umat Islam di Indonesia telah termasuk orang yang bertakwa. Tentu jawabannya ya tapi tidak semuanya. Dengan banyaknya realitas yang menunjukkan sebagai perbuatan keji dan merugikan adalah bukti tidak semuanya orang Islam di Indonesia termasuk orang yang bertakwa.

Rentetan fakta tersebut bisa disebutkan misalkan kekerasan seksual terhadap perempuan bahkan kepada anak di bawah umur setiap tahun semakin meningkat dan korupsi sudah menjadi budaya di Indonesia bahkan, naifnya, korupsi sudah menjadi gaya hidup para pejabat pemerintah seakan sudah menjadi keniscayaan bahwa pejabat pemerintah adalah koruptor.

Sudah 70 tahun umur kemerdekaan Indonesia tapi kalau dalam hitungan kalender Hijriyah Indonesia sudah berumur 73 tahun dan menariknya hari kemerdekaan Indonesia bertepatan pada Jumat tanggal 9 Ramadhan 1364 H. Jadi, sudah melewati puluhan kali bulan puasa tetapi sampai sekarang korupsi masih merajalela dan kekerasan seksual tetap menjadi realitas yang menakutkan di Indonesia. jika ini adalah termasuk indikasi akan kegagalan puasanya seseorang maka betul apa yang disabdakan Rasulullah bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus.

Saya yakin, jika umat Islam di Indonesia berpuasa dengan baik dan jujur sehingga menjadi orang yang bertaqwa maka tidak aka ada lagi kekerasan seksual dan Indonesia tidak butuh lagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerena semuanya sudah menjadi orang yang jujur.

Mahasiswa Filsafat UIN Jakarta dan Tidak Suka Kopi Karena Membahayakan Jantung
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Puasa dan Mengukur Kualitas Ketakwaan
Puasa dan Mengukur Kualitas Ketakwaan
https://1.bp.blogspot.com/-0dZAg7C6AxI/WEe53GtqwHI/AAAAAAAAI3I/0-yFtexWNSIHB7C4PHS6QO8ED6G38jxKQCLcB/s400/TEMPLATE%2BFOTO%2Bmantaps.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0dZAg7C6AxI/WEe53GtqwHI/AAAAAAAAI3I/0-yFtexWNSIHB7C4PHS6QO8ED6G38jxKQCLcB/s72-c/TEMPLATE%2BFOTO%2Bmantaps.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2016/06/puasa-dan-mengukur-kualitas-ketakwaan.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2016/06/puasa-dan-mengukur-kualitas-ketakwaan.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago