Archive Pages Design$type=blogging

Ketika Tradisi Dikalahkan Aturan Baru

Peraturan baru perihal peniadaan pemberian sejumlah uang untuk wisudawan terbaik telah diberlakukan pada wisuda ke-100. Tapi masih didapati permintaan nomor rekening oleh pihak kampus kepada para wisudawan. Ulin Nuha, wisudawan terbaik Fakultas Dirasat Islamiyah mengaku pernah dimintai nomor rekening oleh pihak kampus, namun ia tidak mengetahui untuk apa nomor rekening tersebut. “Saya gak tahu apakah ada reward atau gak untuk wisudawan terbaik, tapi saya pernah menerima pesan singkat dari bagian akademik untuk mengumpulkan rekening bank guna pembuatan SK Rektor,” kata Ulin Nuha, Sabtu (25/6).

Berbeda dengan Apriyadi wisudawan terbaik dari Fakultas Dirasat Islamiyah, ia mengaku pernah menerima dua penghargaan, yaitu sertifikat dan uang pada wisuda ke-99. "Kami selaku Wisudawan Terbaik ke-99 diberikan dua penghargaan, yaitu sertifikat dan uang,” katanya, Jumat (24/6). Ia menambahkan, uang bagi wisudawan terbaik memang turun tapi terlambat beberapa bulan.
Menanggapi hal itu, Wakil Rektor (Warek) III Kemahasiswaan, Yusron Rozak mengiyakan mengenai permintaan nomor rekening tersebut. “Terkait dengan permintaan rekening, mengikuti tradisi sebelumnya di mana hadiah yang diberikan berupa sertifikat dan uang. Ternyata setelah mereka dimintai rekening, BPK melarang memberikan uang kepada orang yang tidak lagi menjadi mahasiswa, larangan BPK baru keluar setelah penarikan nomor rekening,” tegasnya, Jumat (24/6).

Penyerahan sertifikat dan sejumlah uang bagi wisudawan terbaik ditiadakan, karena sumber dana yang berasal dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun ini tidak cair. Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 6 Tahun 2016 tentang BOPTN. Pada poin-poin tersebut tidak tertulis adanya aturan yang menyinggung alokasi dana bagi wisudawan. “Tidak ada lagi pemberian hadiah kepada orang yang tidak berstatus sebagai mahasiswa tahun ini,” tambah Yusron Rozak, Jumat (24/6).

FFA
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Ketika Tradisi Dikalahkan Aturan Baru
Ketika Tradisi Dikalahkan Aturan Baru
https://3.bp.blogspot.com/-W4cUjztbSOw/V3FspmSo11I/AAAAAAAAHbg/YIxBrTDxYHQ0fxE_Q1shdVxlISdgDumcgCLcB/s400/TEMPLATE%2BFOTO.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-W4cUjztbSOw/V3FspmSo11I/AAAAAAAAHbg/YIxBrTDxYHQ0fxE_Q1shdVxlISdgDumcgCLcB/s72-c/TEMPLATE%2BFOTO.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2016/06/ketika-tradisi-dikalahkan-aturan-baru.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2016/06/ketika-tradisi-dikalahkan-aturan-baru.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago