Archive Pages Design$type=blogging

Refleksikan Kebudayaan dengan Tari Saputangan


Empat orang laki-laki paruh baya tampak tengah memegang sapu tangan sembari menari. Lantunan musik juga terdengar dari laki-laki penabuh genderang (Tasa) untuk mengiringi gerak tarian mereka.
Keempat laki-laki tersebut lantas segera mengambil posisi berpasangan. Tari Saputangan. Demikian masyarakat menamakan tarian yang dibawakan oleh para laki-laki paruh baya.

Terlihat kedua pasangan yang terdiri dari empat laki-laki dewasa tadi terus menari dengan gerakan yang lincah nan teratur. Secara konsep Tari Saputangan memiliki 43 motif gerak, 12 frase gerak, 7 kalimat gerak dan 5 gugus. Sebelumnya, Tari Saputangan diawali dengan gerakan memberi penghormatan dengan mengatupkan kedua belah tangan dan mendekatkannya sejajar dengan dada. Gerakan awal ini dikenal sebagai gerakan sambah pambuko.

Selain sambah pambuko ada pula gerakan lain yang mengambarkan orang yang tengah meniti di pematang sawah. Gerakan ini dikenal sebagai maniti pamatang. keempat penari tadi lantas menari dengan gerakan seolah mereka adalah seorang gadis yang tengah berjalan dengan lemah gemulai.

Dan diakhiri dengan gerakan hentakan yang kuat, ini menggambarkan tentang seorang laki-laki yang kuat dalam pendiriannya. Terkenal dengan basitinjak. Sebenarnya Tari Saputangan ini dibawakan secara berpasangan. Yaitu laki-laki dan perempuan. Akan tetapi,  terkadang banyak juga laki-laki dewasa yang melakukan tarian ini.

Dalam acara pesta rakyat bertajuk Adat dan Budaya yang diselenggarakan di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Pariaman, Sumatera Barat menampilkan berbagai macam bentuk kebudayaan yang ada di ranah minang, seperti silek atau pencak silat, indang, dan salahsatunya adalah tari saputangan ini.

Datuk Rimambak, Burhan salah satu petinggi adat mengatakan, Tari ini diciptakan karena memiliki fungsi bagi masyarakat sebagai suatu ekspresi seni. “(Tari ini) merupakan ungkapan bathiniyah yang secara konseptual direfleksikan dan diimajinasikan dalam simbol-simbol gerak,” tuturnya, Kamis (29/01).

Salah seorang penonton, Nuriah merasa bangga dengan kekayaan budaya dan tari daerah yang dimiliki Indonesia. “Saya berharap teman-teman yang lain lebih mencintai budaya negeri sendiri,” ujarnya Kamis (29/01).

AN
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Refleksikan Kebudayaan dengan Tari Saputangan
Refleksikan Kebudayaan dengan Tari Saputangan
https://1.bp.blogspot.com/-hGXW6PovOH4/VrgBKzwok-I/AAAAAAAAGJ8/YLSYAJ6GTZc/s400/DSC_0696.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-hGXW6PovOH4/VrgBKzwok-I/AAAAAAAAGJ8/YLSYAJ6GTZc/s72-c/DSC_0696.JPG
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2016/02/refleksikan-kebudayaan-dengan-tari.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2016/02/refleksikan-kebudayaan-dengan-tari.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago