Archive Pages Design$type=blogging

Rebut Kembali Hak Pejalan Kaki

Pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima seringkali merenggut hak pejalan kaki. Koalisi Pejalan Kaki tengah berusaha mendapatkan kembali hak mereka.

Asap kendaraan bermotor sore itu tak menghentikan langkah keenam orang untuk terus berjalan di sepanjang trotoar Jalan Pondok Gede, Jakarta Timur. Sembari terus berjalan, mereka tetap menggenggam poster yang berisi dukungan hak kepada pejalan kaki.

“R.I.P Trotoar” dan “Selamatkan Hak Pejalan Kaki.” Demikian kalimat yang tertera dalam poster tersebut. Saat melakukan aksi itu, beberapa poster yang mereka bawa diletakkan di lokasi trotoar yang mereka nilai strategis. Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengatakan, kampanye tersebut dilakukan demi memperoleh hak pejalan kaki.

Ragam cara dilakukan oleh Koalisi Pejalan Kaki untuk memperjuangkan hak pejalan kaki. Seperti melakukan kampanye kepada para pejalan kaki dan pengemudi kendaraan bermotor. Kampanye yang mereka lakukan tak hanya berkutat di jalan saja. Seringkali, mereka berusaha menumbuhkan kesadaran akan hak pejalan kaki lewat media sosial dan menulis artikel di media cetak dan online.

Biasanya mereka melakukan kampanye setelah mendengar kasus dari beberapa media massa. Semisal kasus tabrakan yang pengemudi kendaraan bermotor lakukan terhadap pejalan kaki dan penyerobotan trotoar oleh pedagang kaki lima. Setelah itu, tiap Jumat sore mereka turun ke jalan demi mendapatkan kembali hak para pejalan kaki.

Koalisi Pejalan Kaki terbentuk karena keresahan tujuh orang komuter. Alfred menjelaskan, mereka yang terbiasa bekerja di luar kota itu merasa tak mendapat fasilitas publik yang memadai. Akhirnya, pada Juni 2011 silam komunitas ini resmi dibentuk.

Kampanye yang mereka lakukan pertama kali dilakukan di sepanjang trotoar Kota Tua, Jakarta. Awalnya, kampanye tersebut tak membuahkan hasil. Aksi yang mereka lakukan tak dihiraukan oleh pengemudi kendaraan bermotor yang masih nekat menerobos jalur trotoar. Setelah itu, salah seorang anggota mengusulkan untuk tidur di trotoar. Alhasil, pengemudi kendaraan bermotor tersebut segan berjalan di trotoar.

Selain melakukan kampanye, mereka juga kerap kali melakukan riset terhadap kebijakan pemerintah daerah. Presidium Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Safrudin bercerita, car free day telah diadopsi dan dilaksanakan selama Sembilan tahun pada 2011 silam. “Idealnya kebijakan tersebut diselenggarakan demi mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan bermotor,” tutur pria yang akrab disapa Puput, Jumat (13/11).

Akan tetapi, Pemda Jakarta hanya memperlakukan kebijakan car free day sebagai kegiatan seremonial saja. Padahal, masyarakat akan tertarik untuk berjalan kaki seandainya trotoar dan fasilitas angkutan umum memadai.

Puput menuturkan, trotoar dan fasilitas angkutan umum yang memadai akan membuat orang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum untuk perjalanan mereka sehari-hari. Ia pun mengharapkan pemerintah daerah segera memperbaiki trotoar dan fasilitas angkutan umum secepatnya.

Komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan ini juga melakukan riset terkait efektifnya ruas jalan yang ada di Jakarta. Sempat mereka meneliti jumlah pejalan kaki yang lalu lalang dengan fasilitas trotoar yang terdapat di Jalan Wahid Hasyim. Banyaknya intensitas pejalan kaki menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Di samping itu, Alfred mengatakan, riset tersebut mereka lakukan demi mengukur kelayakan fasilitas. Koalisi Pejalan Kaki juga tak jarang melakukan advokasi terkait perbaikan jalan. Mereka pun membuat fasilitas seperti zebra cross di beberapa persimpangan jalan demi mengurangi angka kecelakaan pejalan kaki di jalan raya.

Tak hanya di Jakarta saja, Koalisi Pejalan Kaki juga terdapat di beberapa kota seperti di Semarang, Bogor, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Garut, Sidoarjo, Medan, Palembang, Bekasi, Tangerang, Depok, Malang. Terhitung saat ini, Koalisi Pejalan Kaki sudah memiliki jumlah anggota lebih dari 300 orang.

Komunitas ini juga tak menutup kemungkinan untuk menerima anggota baru. Alfred mengatakan, hanya dengan follow akun @trotoarian dan like halaman facebook Koalisi Pejalan Kaki sudah cukup untuk menjadi anggota koalisi. “Ayo kita perjuangkan hak pejalan kaki,” tutupnya.

Rizky Rakhmansyah
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Rebut Kembali Hak Pejalan Kaki
Rebut Kembali Hak Pejalan Kaki
https://2.bp.blogspot.com/-uxDS68pvlmU/VzNPa37nwHI/AAAAAAAAGxs/sbo40TEoNisF6VeKI2csLaz5BSrwGxcsACLcB/s400/yosssh.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-uxDS68pvlmU/VzNPa37nwHI/AAAAAAAAGxs/sbo40TEoNisF6VeKI2csLaz5BSrwGxcsACLcB/s72-c/yosssh.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2015/12/rebut-kembali-hak-pejalan-kaki.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2015/12/rebut-kembali-hak-pejalan-kaki.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago