Archive Pages Design$type=blogging

LPM Institut Kecam Tindakan Polres Salatiga Terhadap LPM Lentera

(Sumber : Internet)

Runtuhnya rezim Orde Baru adalah fakta sejarah bagi bangsa ini untuk membuka lembar baru dalam hidup bernegara. Lebih jauh dari itu, turunnya Soeharto dari tampuk kekuasaan juga berarti lenyapnya subversifitas negara terhadap rakyat. Ini menjadi kemenangan bagi rakyat Indonesia untuk menjunjung kebebasan berpendapat dan berserikat sebagaimana telah menjadi prinsip demokrasi yang dianut negara ini.

Namun faktanya, sulit untuk menampik bahwa prinsip hidup berdemokrasi di negara ini memang tak sepenuhnya berjalan. Penarikan Majalah Lentera yang diterbitkan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah oleh pihak kepolisian setempat pada 18 Oktober lalutentu telah mencoreng muka demokrasi kita sendiri. 

Terlebih, tindakan pihak kepolisian menarik Lentera dengan judul “Salatiga Kota Merah” yang terbit satu minggu sebelumnya, 10 Oktober itu tanpa alasan yang jelas. Seperti dikutip Tempo.co, salah satu alasan pihak kepolisian Salatiga yang menarik Lentera karena alasan bisa menganggu ketertiban umum. 

Alasan itu jelas tidak bisa dibenarkan. Karena Undang-Undang No. 40 tahun 1999telah menjamin keberlangsungan pers sebagai pilar keempat demokrasi Indonesia. Dengan UU itu pula, UU No. 4 PNPS tahun 1963 yang berlaku sebelumnya, mengatur barang-barang cetakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, secara otomatis telah dihapuskan. Selain itu, tindakan Polres Salatiga juga telah menyalahi kaidah seperti hak jawab yang mestinya dilakukan jika tidak setuju atas laporan majalah Lentera

Maka dengan begitu, tindakan Polres Salatiga dengan menarik majalah Lentera dari peredaran adalah bentuk pembungkaman kebebasan pers. Dan atas peristiwa itu, LPM Institut UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan sikap:

1. Mengecam tindakan Polres Salatiga, dan semua unsur yang menolak atas terbitnya majalah Lentera.
2. Mendukung LPM Lentera untuk terus mencetak dan mensirkulasikan majalahnya.
3. Mendesak pihak kampus UKSW untuk mendukung LPM Lentera dalam penyelesaian kasus ini. Serta mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan LPM Lentera ke depannya.
4. Menyerukan kepada semua organisasi, lembaga, maupun perusahaan yang bergelut di bidang jurnalistik untuk mendukung apa yang sudah dilakukan LPM Lentera dengan menerbitkan majalahnya.
5. Menyerukan kepada semua kampus atau pihak yang berwenang, agar tidak lagi melakukan tindakan semena-mena terhadap produk jurnalistik LPM di seluruh kampus di Indonesia.

*Redaksi

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: LPM Institut Kecam Tindakan Polres Salatiga Terhadap LPM Lentera
LPM Institut Kecam Tindakan Polres Salatiga Terhadap LPM Lentera
https://4.bp.blogspot.com/-Ni7MP9DR4X8/VimUVLIfJuI/AAAAAAAAFn4/W6a_OlL-r54/s400/151022112252_majalah_lentera_624x700_scientiarum.com.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Ni7MP9DR4X8/VimUVLIfJuI/AAAAAAAAFn4/W6a_OlL-r54/s72-c/151022112252_majalah_lentera_624x700_scientiarum.com.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2015/10/lpm-institut-uin-jakarta-kecam-tindakan.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2015/10/lpm-institut-uin-jakarta-kecam-tindakan.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago