Archive Pages Design$type=blogging

Aksi Tani Tuntut Reforma Agraria


Peringatan 55 tahun Hari Tani Nasional, Komite Aksi Tani Nasional bersama buruh dan mahasiswa mengadakan aksi di depan Istana Negara pada Senin, (21/9). Aksi tersebut menuntut pemerintah segera menyelesaikan konflik agraria di Indonesia yang sampai saat ini masih terjadi.

Berdasarkan data dari Konsorium Pembaruan Agraria, dalam 2014 sedikitnya terjadi 472 konflik dengan luas mencapai 2.860.977 hektar. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebanyak 103 kasus. Mereka juga meminta pemerintah dapat menyejahterakan kaum tani, mengingat Indonesia adalah negara agraris.

Iwan Nurdin, Ketua Koordinator Aksi mengungkapkan, aksi ini bertujuan untuk menekan pemerintah dalam menangani konflik agraria. Padahal, sebagian besar masyarakat Indonesia bergantung pada sektor pertanian. “Pemerintah harus menyelesaikan masalah struktur agraria yang tidak adil sehingga meningkatkan kemakmuran masyarakat Indonesia,” ujarnya saat melakukan orasi, Senin, (21/9).

Ia menambahkan, Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang dipilih jutaan kaum tani, harus bertanggung jawab memenuhi janjinya selama kampanye dahalu terkait masalah petani. “Jokowi-JK harus mampu mengadakan reforma agraria sebagai program kerja yang sudah dijanjikan,” ujarnya.

Selian itu, para perwakilan aliansi petani yang ikut serta dalam aksi mengungkapkan keinginannya agar pemerintahan lebih memperhatikan kesejahteraan kaum tani. Tak hanya itu, jika pemerintah tidak mampu membawa kondisi agraria Indonesia ke arah yang lebih baik, mereka menuntut agar Jokowi-JK segera turun.

Tuntutan pemerintah harus memberangus habis mafia kartel, menghentikan privatitasi alat produksi serta menghapus produk kebijakan liberarisasi pada sektor agraria di Indonesia. Hal itu diungkapkan, perwakilan Keluarga Besar Mahasiswa Ciputat, Ahmadi, Senin, (21/9).

Ratip, petani dari Serikat Tani Indramayu (STI) mengungkapkan, rasa bangganya menjadi petani, walaupun dirinya merasa kecewa terhadap kinerja pemerintah. “Pemerintah tidak memberikan kedulatan dalam kepemilikan alat produksi serta lahan pertanian,” tutupnya, Senin, (21/9).

NA
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Aksi Tani Tuntut Reforma Agraria
Aksi Tani Tuntut Reforma Agraria
https://1.bp.blogspot.com/-ArF7dSeD_zo/V0hpsx5EzPI/AAAAAAAAHB8/GjB8wu02sb8f6qYLaqppRNu0wZq6dtrKgCLcB/s400/yosssh.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ArF7dSeD_zo/V0hpsx5EzPI/AAAAAAAAHB8/GjB8wu02sb8f6qYLaqppRNu0wZq6dtrKgCLcB/s72-c/yosssh.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2015/09/aksi-tani-tuntut-reforma-agraria.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2015/09/aksi-tani-tuntut-reforma-agraria.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago