Archive Pages Design$type=blogging

Perspektif Perempuan di Mata Hamka

 


Judul buku                   : Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan
Penulis                         : Prof. Dr. Hamka
Penerbit                       : Gema Insani, Oktober 2014
Jumlah Halaman          :134 Halaman

“Jika perempuannya baik, baiklah negara, dan jika mereka bobrok, bobrok pulalah negara. Mereka adalah tiang, dan biasanya tiang rumah tidak begitu kelihatan. Namun, jika rumah sudah condong, periksalah tiangnya. Tandanya tianglah yang lapuk.” (Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan hal.15).
Paragraf di atas adalah salah satu petikan dalam buku bertajuk Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan. Buku tersebut menjelaskan, perempuan yang salihah ialah perempuan yang taat dan tahu apa yang seharusnya ia lakukan, misalnya menjaga aib keluarga.
Kaum laki-laki dan kaum perempuan mempunyai tugas yang sama dalam  amar ma’ruf nahi munkar. Dalam buku yang memiliki 134 halaman ini membahas mengenai kesaamaan tugas kaum perempuan dan laki-laki, ada beberapa tugas sama yang harus dikerjakan perempuan. Pertama, dalam menegakkan agama dan mencegah kemungkaran.
Jika suami diibaratkan pemimpin, maka istri adalah sekretarisnya. Di mana tugas suami memimpin jalannya sebuah organisasi tersebut. Sementara, istri memegang rahasia rumah tangga sehingga buruk dan baik keadaan dalam rumah tangga tidak disebarluaskan kepada orang lain.Tak hanya sebagai sekretaris, istri juga bagaikan bendahara dalam suatu organisasi, karena ia harus mengatur pendapatan  suami untuk kehidupan sehari-hari.
Agar terwujudnya sebuah rumah tangga yang harmonis, baik laki-laki (suami) dan perempuan (istri) harus saling mengerti. Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Namun, hal itu bukan berarti perempuan bekerja keras membanting tulang seperti laki-laki. 
Dalam bab “Lebih Mulia daripada Bidadari” Hamka menyebutkan, menikah adalah kehidupan seorang perempuan dan laki-laki menjadi satu untuk mendirikan sebuah rumah tanggaSetelah ijab qabul, seorang suami hendaknya memperlakukan istrinya dengan baik. Sebab, seketika itu juga seorang istri sudah menjadi tanggung jawab laki-laki yang menikahinya.
Selain menjadi tanggung jawab seorang suami, istri pun mempunyai hak yang dijamin oleh Allah dan Rasul. Apabila seorang suami bertindak sewenang-wenang kepada seorang istri, ia akan berdosa kepada Allah dan Rasul.
Buku karya Buya Hamka ini berisikan kedudukan seorang perempuan. Dalam buku ini, Hamka memberikan contoh nyata dari kehidupan nabi dan ayat-ayat Al-quran melengkapi pembahasan dalam buku yang dirilis tahun  2014 ini.

Ika Puspitasari

                   

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Perspektif Perempuan di Mata Hamka
Perspektif Perempuan di Mata Hamka
http://2.bp.blogspot.com/-KNIptQxhPC4/VTs5bdpYRCI/AAAAAAAAEkA/tedVYfKvWG4/s1600/24437491.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-KNIptQxhPC4/VTs5bdpYRCI/AAAAAAAAEkA/tedVYfKvWG4/s72-c/24437491.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2015/04/perspektif-perempuan-di-mata-hamka.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2015/04/perspektif-perempuan-di-mata-hamka.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago