Archive Pages Design$type=blogging

Bentuk Budaya Anti Korupsi


“Kami segenap putra-putri bangsa Indonesia menolak hal-hal yang berbau korupsi dan menyengsarakan rakyat, kami meyakini bahwa korupsi bukanlah budaya Indonesia, korupsi menghancurkan bangsa dan menghambat pembangunan, korupsi membuat bodoh anak bangsa, korupsi mengambil hak-hak rakyat untuk hidup sejahtera. Kami segenap putra-putri bersatu tekad tidak akan diam membungkam dan menyatakan lawan  terhadap korupsi.

Ikrar tersebut dibacakan Santi Frannita, dalam acara pembukaan Sekolah Anti Korupsi Tangerang dan diskusi publik bertajuk Membangun Integrasi Kelompok Masyarakat Anti Korupsi  di Hall Student Center (SC) UIN Jakarta, Kamis (16/4). Sebagai perwakilan dari Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), ia menyatakan dukungannya untuk melawan budaya korupsi di masyarakat.

Pada tahun 2014, kasus korupsi marak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Indonesian Corruption Watch (ICW), 325 kepala daerah, 3600 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), 74 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. “Negara rugi sekitar 5,29 triliun,” tutur Adnan Topan Husodo selaku Koordinator ICW, Kamis (16/4).

Menurut Adnan, korupsi terjadi karena keserakahan dari masyarakat dan kelompok masyarakat yang tidak cukup memenuhi kebutuhan.“Biasanya mereka yang menengah ke bawah,” tutur Adnan.

Hal itu diamini pula oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Djawahir Hejjazziey. Ia mengatakan, tindakan korupsi bukan hanya sekadar menyelundupkan uang. “Membawa satu lembar kertas tanpa izin pun dapat dikatakan sebagai korupsi,” ujar Djawahir, Kamis (16/4).

Menurut Djawahir, maraknya budaya korupsi yang di Indonesia dapat dikurangi dari pelbagai sektor. Pendidikan kewarganegaraan serta agama ialah salah satunya. “Hukum dapat dipatuhi oleh seseorang jika terkandung peraturan agama di dalamnya,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, wakil koordinator Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH), Suhendar mengatakan, pelaku tindak pidana korupsi jangan hanya ditindak melalui undang-undang, tetapi juga pendekatan psikologis. 

Berbeda dengan Suhendar, Koordinator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, Nanang Farid Syam mengatakan, lembaga penegak hukum tidak perlu diragukan kredibilitasnya. Ia menambahkan, masyarakat dapat turut serta untuk memberantas korupsi.“Bahkan, dengan menggunakan media sosial pun, masyarakat dapat mendukung KPK,” tutur Nanang, Kamis (16/4).

Rizky Rakhmansyah 
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Bentuk Budaya Anti Korupsi
Bentuk Budaya Anti Korupsi
https://2.bp.blogspot.com/-rMNSY9e2zTc/V4lE4pAKHQI/AAAAAAAAHpg/esRRwwD56N4w0R2-VzJ3A4dlPABPZ4wXwCLcB/s400/TEMPLATE%2BFOTO%2BDI%2BWEBOOO.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-rMNSY9e2zTc/V4lE4pAKHQI/AAAAAAAAHpg/esRRwwD56N4w0R2-VzJ3A4dlPABPZ4wXwCLcB/s72-c/TEMPLATE%2BFOTO%2BDI%2BWEBOOO.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2015/04/bentuk-budaya-anti-korupsi.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2015/04/bentuk-budaya-anti-korupsi.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago