Archive Pages Design$type=blogging

Melestarikan Kebudayaan dengan Lomba Tari Saman


Aulia Puspaningrum, perempuan berusia 16 tahun bersama empat belas kawannya mengenakan baju adat Sumatera serta ikat kepala yang disebut bulung teleng. Diiringi lantunan dua buah rebana, dengan lincah mereka mengombinasikan gerakan cepat  menepuk tangan, memukul dada serta paha yang menghasilkan irama dalam tari saman. 

Berbeda seperti biasanya, lapangan parkir Student Center (SC) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta yang selalu penuh dengan sepeda motor, kini dipenuhi penonton lomba tari saman se-Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek). Acara tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agribisnis UIN Jakarta, Minggu (14/3).

Salah satu peserta lomba tari saman dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 90 Jakarta, Aulia mengatakan, Melestarikan kebudayaan Indonesia merupakan bentuk rasa cinta terhadap tanah air. Menurutnya, dengan ia bergabung dalam grup tari saman di sekolahnya merupakan usahanya untuk menjaga kebudayaan Indonesia. Namun, sedikit dari teman-teman Aulia yang berminat untuk belajar tari tradisional.

Senada dengan Aulia, peserta tari saman lainnya Adini Maharani mengharapkan, ia bersama grup tari samannya dapat memenangkan lomba. Sehingga, peluang untuk menampilkan tari saman ke mancanegara semakin besar. “Agar semua orang tahu betapa unik kebudayaan Indonesia. Sedikitnya, kita mengenal nama-nama dari budaya Indonesia,” tutur Adini, Sabtu (14/3).

Dari 25 undangan yang sudah dibagikan  ke  SMA se-Jabodetabek, jumlah sekolah yang mendaftar lomba tari saman  hanya sebelas. Ketua HMJ Agribisnis, Mualim Muslim mengatakan, hal tersebut menunjukan kurangnya partisipasi dari anak muda dalam melestarikan budaya Indonesia. Menurutnya, pemuda Indonesia saat ini mengalami banyak perubahan.

Sementara itu, menurut ketua panitia lomba saman dengan tema Heritage Of Tanah Gayo Dini Anggraini, pemuda sekarang lebih menyukai modern dance dibandingkan tari tradisional. “Tari tradisional mungkin terdengar norak, padahal dalam setiap tari tradisional memiliki hal unik dan makna tertentu,” katanya, Sabtu (14/3).

Anggraini menambahkan, untuk meningkatkan rasa ingin melestarikan budaya Indonesia kepada anak muda sekarang, bisa dilakukan dengan cara mengadakan lomba. Pasalnya, ketika seseorang melihat hal unik dari pertunjukan peserta lomba orang yang menyaksikan sedikitnya menjadi tahu nama tarian tersebut.


Ika Puspitasari

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Melestarikan Kebudayaan dengan Lomba Tari Saman
Melestarikan Kebudayaan dengan Lomba Tari Saman
https://4.bp.blogspot.com/-TkLPwwymSZQ/V-AbsBLNZAI/AAAAAAAAH4E/N-LhptWMf7061_qD4c9xr-EPjw4NvsXRwCLcB/s400/Melestarikan%2BKebudayaan%2Bdengan%2BLomba%2BTari%2BSaman.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-TkLPwwymSZQ/V-AbsBLNZAI/AAAAAAAAH4E/N-LhptWMf7061_qD4c9xr-EPjw4NvsXRwCLcB/s72-c/Melestarikan%2BKebudayaan%2Bdengan%2BLomba%2BTari%2BSaman.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2015/03/melestarikan-kebudayaan-dengan-lomba.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2015/03/melestarikan-kebudayaan-dengan-lomba.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago