Archive Pages Design$type=blogging

Levitasi Hore, Melayang Bukan Melompat


Kini, fotografi menjadi dunia baru yang digandrungi oleh banyak kalangan, baik tua maupun muda. Perkembangan fotografi yang semakin maju, membuat orang-orang yang berkecimpung di dunia fotografi harus berpikir kreatif untuk membuat sesuatu yang baru dan beda dengan yang lainnya.

Salah satunya komunitas Levitasi Hore. Kehadiran komunitas ini menambah warna baru dalam dunia fotografi. Komunitas yang didirikan pada tanggal 25 Desember 2011 ini  memakai teknik levitasi dalam setiap pengambilan gambarnya. Levitasi merupakan teknik fotografi yang membuat sesuatu atau seseorang tampak seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.

Nova Dara, salah satu admin akun twitter Levitasi Hore regional Jakarta mengatakan, Anggun Adi, pendiri komunitas ini terinspirasi dari fotografer asal Jepang, Natsumi Hayashi. Dalam blognya yowayowacamera.com, Natsumi selalu memajang foto dirinya yang sedang melakukan aktifitas sehari-hari dengan posisi seakan-akan melayang.

Selain itu, wanita yang akrab disapa Ara ini menjelaskan, alasan komunitas ini dinamakan Levitasi Hore, diambil dari bahasa Inggris, levitate yang berarti melayang dan hore yang diartikan dengan senang-senang. “Jadi, komunitas ini tidak terlalu serius, hanya membahas teknis fotografi saja. Kami juga lebih mengutamakan bagaimana bisa saling berbagi cara membuat foto levitasi dengan fun,” ujar Ara, Sabtu (20/7).

Memotret dan mengatur model agar bisa tertangkap kamera, dan hasilnya tampak seperti ‘melayang’ adalah kunci utama dari keberhasilan fotografi levitasi. Sehingga, diperlukan tips dalam menghasilkan foto levitasi yang baik.

Menurut Ara, untuk menghasilkan foto levitasi yang baik, fotografer harus mengambil gambar dengan posisi low angle agar jarak antara kaki model dan tanah terlihat, sehingga terkesan ‘melayang’. “Jika mengambil gambarnya sejajar, nanti tidak terlihat kalau itu sedang melayang,” paparnya.

Tidak seperti komunitas fotografi kebanyakan yang mengharuskan anggotanya memiliki kamera pro, seperti kamera Single Lens Reflex (SLR) ataupun Digital Single Lens Reflex (DSLR). Orang-orang yang hanya mempunyai kamera digital atau kamera ponsel pun bisa bergabung dengan komunitas ini. “Walau hanya dengan kamera ponsel atau kamera digital, asal timing-nya pas, pasti bisa menghasilkan foto levitasi,” ujar Ara.

Tak hanya itu, orang-orang yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang fotografi pun boleh bergabung dan ikut andil dalam pemotretan, namun sebagai model. Sehingga, dalam komunitas ini, tak hanya mengandalkan kemampuan sang fotografer, tapi juga mengandalkan kemampuan sang model agar menghasilkan foto levitasi yang baik.

“Jika ingin menjadi model foto levitasi, sang model harus memperhatikan wardrobe yang dipakainya. Jika menggunakan jilbab, model harus menggunakan peniti serapih mungkin, agar ketika pengambilan gambar, wardrobe yang dipakai terlihat natural dan terkesan ‘melayang’ bukan melompat,” tambahnya.

Komunitas ini tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Bandung, Jogja, Banjarmasin, Bogor, Medan, Padang, Jambi, Kediri, Palembang, Surabaya, dan beberapa kota lainnya. Kini, komunitas yang beranggotakan 18 ribu orang ini, memiliki sejumlah aktivitas. Di antaranya photowalk dan workshop.

Photowalk merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan sebulan atau dua bulan sekali. Biasanya, dalam kegiatan ini, anggota Levitasi Hore pusat dan regional akan berkumpul untuk hunting foto levitasi bersama. “Belum lama ini, kita mengadakan photowalk dengan tema zombie dan bekerjasama dengan iZoc,” ungkap Ara.

Selain itu, Ara menyampaikan, komunitas Levitasi Hore ini pernah diundang untuk workshop di FX Mall, Jakarta. Di sana, komunitas ini berbagi kepada peserta workshop seputar tips dan trik menghasilkan foto levitasi yang baik.

Namun, terhitung sejak awal tahun ini, kegiatan komunitas Levitasi Hore pusat sedikit berkurang karena ingin fokus dengan yang di regional terlebih dahulu. Hal ini bertujuan, agar komunitas Levitasi Hore Pusat dan yang di regional maju secara bersamaan.


Berbagi informasi seputar foto levitasi juga dilakukan komunitas ini melalui situs resmi Levitasi Hore, levitasihore.net. Melalui situs tersebut, komunitas ini berbagi foto levitasi dengan berbagai tema sekaligus berbagi tips dan trik untuk menghasilkan foto levitasi yang baik.

AS

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Levitasi Hore, Melayang Bukan Melompat
Levitasi Hore, Melayang Bukan Melompat
https://1.bp.blogspot.com/-TZYvA-YHyNk/WASJKIHsuLI/AAAAAAAAIPA/QgLG05aJDxYjhZ9Vj9In3Xn4OghHhQfTwCLcB/s400/levitasi%2Bhore.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-TZYvA-YHyNk/WASJKIHsuLI/AAAAAAAAIPA/QgLG05aJDxYjhZ9Vj9In3Xn4OghHhQfTwCLcB/s72-c/levitasi%2Bhore.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2014/08/levitasi-hore-melayang-bukan-melompat.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2014/08/levitasi-hore-melayang-bukan-melompat.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago