Archive Pages Design$type=blogging

Pencemaran SDA Pulau Pari Butuh Perhatian Pemerintah


Pulau Pari dikenal sebagai pulau penghasil rumput laut dalam skala besar, tapi dalam dua tahun terakhir ini, produksi rumput laut mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan karena air laut sekitar Pulau Pari sudah tercemar dengan limbah pabrik.

Pulau dengan luas sekitar 40 hektar ini dihuni 790 jiwa. Kebanyakan dari mereka menggantungkan hidup  pada kekeyaan alam sekitar, seperti membudidaya rumput laut dan bakau.

Penghasilan dari budi daya rumput laut dan tembakau dapat dikatakan cukup besar. Hal itulah yang menyebabkan masyarakat Pulau Pari beralih profesi dari nelayan, buruh, dan tukang perbaikan perahu menjadi petani rumput laut.

Menurut penduduk setempat, pembudidayaan rumput laut dan bakau lebih mudah dikerjakan daripada menjadi nelayan atau buruh. Selain untuk memenuhi keberlangsungan hidup masyarakat, budidaya  bakau juga bermanfaat untuk mencegah abrasi.

Sayangnya, belakangan ini kondisi air laut Pulau Pari tak sebagus dulu. Kini, air laut mulai tercemar limbah pabrik yang menyebabkan matinya rumput laut dan bakau. Dengan begitu, para petani rumput laut dan bakau mengalami kerugian cukup besar.

Pencemaran tersebut menyebabkan turunnya hasil panen dan harga jual ke pasar lokal dan luar negeri. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut melemah, terlebih di sektor Sumber Daya Alam (SDA).

Untuk meningkatkan kembali pendapatan masyarakat Pulau Pari dan meningkatkan kembali sektor ekonomi Indonesia, seharusnya pemerintah ikut turun tangan. Upaya masyarakat untuk mencegah pencemarah air laut belum cukup. Harus ada pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam mengatasi hal ini.

Selain peraturan yang jelas terkait pembuangan limbah pabrik, harus ada ganti rugi atau setidaknya uang ‘minta maaf’ untuk warga. Setelah itu, masyarakat dan pihak pabrik harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Pemerintah yang memiliki wewenang atas perusahaan industri seharusnya menggalakkan perihal limbah yang dibuang agar tidak merugikan pihak lain. Usaha yang dilakukan misalnya limbah dari perusahaan industri harus dijinakkan terlebih dahulu sebelum di buang ke laut. (Mauliya)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Pencemaran SDA Pulau Pari Butuh Perhatian Pemerintah
Pencemaran SDA Pulau Pari Butuh Perhatian Pemerintah
https://4.bp.blogspot.com/-l7k69p6Lckk/WBbq1MWeOUI/AAAAAAAAIcI/eI9mIOimpqEX2mkjm3FMteJmTdLNtDqNQCLcB/s400/rumput%2Blaut.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-l7k69p6Lckk/WBbq1MWeOUI/AAAAAAAAIcI/eI9mIOimpqEX2mkjm3FMteJmTdLNtDqNQCLcB/s72-c/rumput%2Blaut.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2014/01/pencemaran-sda-pulau-pari-butuh.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2014/01/pencemaran-sda-pulau-pari-butuh.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago