Archive Pages Design$type=blogging

Gema Jabar, Bangkitkan Identitas Kultural Sunda




Banyak pemuda Indonesia saat ini mengabaikan gagasan kebudayaan suku bangsa asalnya. Pemuda cenderung mengikuti kebudayaan modern yang dianut oleh masyarakat pada umumnya. Namun, hal ini tidak terjadi pada Djaka Badranaya, alumnus Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) angkatan 1996.

Dosen yang mengajar di FSH sejak 2002 ini memiliki semangat melestarikan kebudayaan yang kental, terutama pada suku kelahirannya. Saat masih menjadi mahasiswa, ia membuat perkumpulan mahasiswa Sunda. “Gagasan saya atas pengumpulan itu visioner. Hal itu berdasarkan UU Otonomi Daerah Tahun 1999 dimana daerah diberikan kewenangan untuk mengelola daerahnya sendiri,” kata Djaka, (10/1).

Ia berpikir, identitas kultural itu penting melekat bagi setiap bangsa Indonesia. Hal itulah yang membuat ia mendirikan, mengatur, dan memfasilitasi Gerakan Masyarakat Jawa Barat (Gema Jabar) tahun 2002. Djaka menghimpun orang-orang Sunda dalam satu organisasi bersama dengan teman-teman yang aktif di berbagai bidang,

Gema Jabar dijadikan sarana untuk mengenal jati diri dan menelusuri identitas kultural suku Sunda. “Banyak orang yang sudah mengalami degradasi semangat melestarikan kebudayaan,. Bukan hanya suku Sunda, tetapi juga suku-suku yang lain,” kata pria kelahiran  tahun 1977 ini.

Ia termotivasi dari Soekarno yang mengatakan bahwa negara ini ditopang oleh suku-suku (kaki-kaki) yang ada.. “Untuk menjadi Indonesia yang baik, maka jadilah Jawa yang baik, Sunda yang baik, Minang yang baik, Bugis yang baik dan suku bangsa lain yang baik,” tutur Djaka.

Terkait dengan program yang dilaksanakan, Gema Jabar mengadakan pelatihan yang menghimpun 100 orang Sunda setiap tahun. Mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut harus lulus kriteria dan syarat. “Syarat mahasiswa harus memiliki IPK di atas 2,75 untuk jurusan eksakta dan 3,00 untuk jurusan non-ekstakta,” jelas Djaka.

Pelatihan Kepemimpinan Urang Sunda kemudian dikelompokkan menurut bidang masing-masing anggota. Bidang kewirausahawaan atau politik, misalnya. Dalam pelatihan itu, akan dimentori oleh alumni angkatan-angkatan sebelumnya. “Progress anggota akan dipantau agar sesuai dengan harapan organisasi kami,” tuturnya.

Nilai sense sosial yang dimiliki membuat ia hidup bukan untuk kepuasan pribadi. Ia ingin  memberikan makna dan manfaat pada orang lain. Hal tersebut yang membuatnya menjadi pengamat kebijakan publik Tangerang Selatan sampai saat ini dan social committee organizer selama menjadi mahasiswa. (Maulia)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Gema Jabar, Bangkitkan Identitas Kultural Sunda
Gema Jabar, Bangkitkan Identitas Kultural Sunda
http://3.bp.blogspot.com/-YrBfeWwPFkQ/UtVBdconOSI/AAAAAAAACx0/CbMeNezm01s/s1600/djaka.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-YrBfeWwPFkQ/UtVBdconOSI/AAAAAAAACx0/CbMeNezm01s/s72-c/djaka.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2014/01/gema-jabar-bangkitkan-identitas.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2014/01/gema-jabar-bangkitkan-identitas.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago