Archive Pages Design$type=blogging

Belajar Musik Meski Tak Sampai Profesional


Ada dua hal yang membedakan Komunitas Musik Tangerang (KMT) dengan komunitas musik lainnya. Salah satunya, jika komunitas musik biasa hanya melakukan gathering untuk bermain musik bersama, maka tidak hanya begitu dengan KMT yang di setiap perkumpulannya para anggota juga mendapatkan pendidikan musik secara reguler.

Selain itu, KMT juga sering 'turun ke jalan' untuk mengumpulkan dana sumbangan yang diharapkan dapat membantu korban bencana alam. “Pada saat terjadi bencana alam seperti banjir di Curug, kami bersama teman-teman KMT mencari donasi di jalanan yang hasilnya kami berikan kepada para korban,” ujar ketua KMT, Zebulon David, Jumat (03/01).

Komunitas yang terbentuk pada tanggal 12 Oktober tahun lalu ini tidak hanya berkosentrasi pada anggota yang pintar memainkan alat musik. Tetapi, KMT juga terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar musik, terutama bagi para pemula.

David menambahkan, dalam proses pendidikannya anggota KMT mendapatkan pelatihan musik tingkat lanjut setiap dua minggu sekali bagi mereka yang intens belajar musik. Selanjutnya, mereka akan dibimbing dan dibentuk menjadi beberapa kelompok untuk berkompetisi satu dengan yang lainnya. Sehinngga, setiap anggota bisa menjadi profesional dalam bidang yang ditekuni.

“Setiap anggota dibagi menjadi beberapa kelas, seperti kelas gitar, drum, dan keyboard  yang dimentori oleh pengajar profesional. Kami berharap mereka (anggota) dapat memainkan alat musik meskipun tidak sampai pada level profesional,” tutur David.

Komunitas musik yang sudah memiliki anggota tetap sekitar 70 anggota tersebut menampung berbagai jenis aliran musik. Seperti Reggae, Jazz, Rock dan lainnya. Sehingga, anggotanya pun datang dari berbagai jenis aliran musik yang berbeda.

“Umumnya, ketika seseorang ingin mengikuti komunitas musik, maka setidaknya ia mempunyai basic dalam bermusik. Namun berbeda dengan KMT, orang yang awam tentang musik sekalipun dapat bergabung di sini tanpa ada rasa minder,” tutupnya. (Siti Mualiyah)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Belajar Musik Meski Tak Sampai Profesional
Belajar Musik Meski Tak Sampai Profesional
https://3.bp.blogspot.com/-sy8kySNBUGQ/WBbrVr5206I/AAAAAAAAIcM/tLdA00tsD7kpK_8o6I3pGayLBEoBrS2vwCLcB/s400/musik%2Bgan.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-sy8kySNBUGQ/WBbrVr5206I/AAAAAAAAIcM/tLdA00tsD7kpK_8o6I3pGayLBEoBrS2vwCLcB/s72-c/musik%2Bgan.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2014/01/belajar-musik-meski-tak-sampai.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2014/01/belajar-musik-meski-tak-sampai.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago