Archive Pages Design$type=blogging

Ubah Sistem OSPEK


Kasus kekerasan yang terjadi dalam kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik (OSPEK) kembali terjadi dalam dunia pendidikan. Oktober lalu, pelaksanaan OSPEK jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, menyebabkan tewasnya mahasiswa baru bernama Fikri Dolamansatya Surya (22).

Kejadian ini menjadi kasus kekerasan kesekian kalinya setelah kasus kekerasan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dilansir dari kompas.com Rabu (7/4), pada 1990 hingga 2007  kekerasan  terjadi di IPDN yang menyebabkan 17 prajanya meninggal. Kasus ini membuktikan kekerasan dalam pendidikan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Pakar pendidikan H.A.R. Tilaar mengatakan, OSPEK sebagai peninggalan masa penjajahan menunjukkan inferioritas bangsa terjajah. “OSPEK yang mempergunakan kekerasan dianggap melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan tidak relevan dalam dunia akademik,” katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (28/12).

Ia juga menyatakan, mahasiswa yang terlibat dalam kasus kekerasan OSPEK ITN  merupakan korban dari sistem. “OSPEK seakan menjadi ajang balas dendam sehingga tidak punya makna dalam dunia akademik,” ujarnya. Pelaksanaan OSPEK sekarang ini menjadikan mahasiswa sebagai obyek, bukan sebagai subyek yang perlu dibimbing oleh masyarakat universitas yang baru ia masuki.

H.A.R. Tilaar juga menambahkan, kasus kekerasan yang terjadi di ITN Malang tersebut bukan suatu tanda bahwa moral mahasiswa yang lemah. Ia juga menegaskan, “Jangan menyudutkan mahasiswa, tapi perbaiki dulu sistemnya.” Seharusnya sistem yang ada mampu mempersiapkan para mahasiswa baru saat masuki dunia akademik yang baru.

Hal senada juga disampaikan oleh dosen psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Fadhilah Suralaga, Sabtu (28/12). Ia menyatakan kurangnya pemantauan dari atasan juga menjadi salah satu faktor kekerasan itu terjadi.

Kekerasan dalam OSPEK dapat diubah dengan cara pemberian pemahaman terhadap senior tentang makna OSPEK yang sebenarnya. OSPEK harusnya diisi dengan pengenalan sistem perkuliahan, cara belajar yang baru, dan  kegiatan keorganisasian. “OSPEK  tidak  harus berkaitan dengan adanya kekerasan,”  ujar Fadilah.

Fadhilah menjelaskan, kegiatan OSPEK dapat juga diisi  dengan outbond, karena di dalamnya juga dapat menguji tanggung jawab, dan manajemen. Fadilah juga menyatakan,  mindset para senior yang akan melaksanakan OSPEK perlu diubah. (Nur Hamidah)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Ubah Sistem OSPEK
Ubah Sistem OSPEK
https://3.bp.blogspot.com/-jB1S6PHUjvQ/WBpYipAgPII/AAAAAAAAIhI/5HZ6MZM0jSEDEOLi-yfzhXEo-smFfsbJgCLcB/s400/ospek.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-jB1S6PHUjvQ/WBpYipAgPII/AAAAAAAAIhI/5HZ6MZM0jSEDEOLi-yfzhXEo-smFfsbJgCLcB/s72-c/ospek.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2013/12/ubah-sistem-ospek.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2013/12/ubah-sistem-ospek.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago