Archive Pages Design$type=blogging

Otoritas Kekang Kreativitas

Judul               : Dead Poet Society
Sutradara         : Peter Weir
Produser          : Silver screen
Pemeran           : Robin Williams, Robert Sean Leonard, Ethan Hawke, Josh Charles,  Gale Hansen, James Waterson
Tahun               : 1989
Durasi               : 128 menit
“Tidak Peduli siapapun bilang padamu, ide dan kata dapat mengubah dunia,”
(Mr. Keating)
Neil Perry (Robert Sean Leonard) masuk ke sekolah asrama bernama Akademi Welton yang terkenal memiliki aturan sangat ketat. Di sekolah ini, ia bertemu dengan Mr. Keating (Robin Williams) yang menjadi dosen pengganti bahasa Inggris di kelasnya. Keating merupakan sosok  dosen  yang berbeda dengan dosen lainnya. Ia membuat Neil dan teman-temannya terkesan dengan metode pengajaran yang dilakukannya. Keating mengajak mahasiswanya agar membacakan puisi mereka di depan kelas, berani berekspresi, dan tidak takut berbuat salah.
Sebelumnya, Akademi Welton ini menerapkan sistem pengajaran yang dikenal otoriter. Dalam beberapa adegan diperlihatkan seorang dosen sedang mengajar dengan metode ceramah. Namun, saat pengajaran berlangsung tak banyak mahasiswanya yang memperhatikan dan bahkan ada yang tertidur.
Di dalam kelas, Keating mengawali pelajarannya dengan memerintahkan mahasiswanya untuk merobek halaman pengantar dalam buku teknik penulisan puisi. Keating merasa halaman pengantar itu membosankan. Awalnya Neil dan teman-temannya bingung dan ragu untuk merobek halaman tersebut, tetapi setelah salah satu mahasiswa merobek, akhirnya yang lain pun mengikuti.
Keesokan harinya Keating mengajak mahasiswanya belajar berpuisi di halaman sekolah. Ia mengajari mahasiswanya bagaimana berekspresi ketika membacakan puisi. Keating memberikan pemahaman tentang kebebasan berekspresi dalam pembacaan puisi. Hal tersebut menurut Keating sama dengan bermain drama.
Neil pun menyukai metode pembelajaran Keating. Ia mulai tertarik untuk bergabung ke dalam kelompok drama. Ketika Neil tergabung ke dalam kelompok drama, ia pun mendapat peran utama dalam pementasan pertamanya.
Namun, ketertarikan Neil terhadap drama mendapat pertentangan dari ayahnya. Tentangan itu didasari pada keinginan ayah Neil untuk memasukkan anaknya ke sekolah kedokteran. Keadaannya yang dilema, membuat Neil  meminta tanggapan dari Keating. Dengan bijak, Keating mengatakan ia mendukung hobi Neil.
Mendengar tanggapan Keating, Neil merasa memiliki dukungan atas hobinya. Akhirnya Neil memutuskan untuk melanjutkan pementasan dengan harapan ayahnya akan memberi izin setelah menonton  pentas dramanya itu. Tetapi, ketika pementasan drama, ayahnya tidak menonton. Ia hanya datang ketika pementasan telah usai.  Ayahnya merasa kecewa dengan Neil. Ia memerintahkan Neil untuk keluar dari Akademi Welton. Perintah itu  membuat Neil  merasa tertekan dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri di ruang kerja ayahnya.
Pengajaran Keating yang selama ini menganut paham kebebasan, dianggap telah mengubah pemikiran Neil yang akhirnya menentang perintah ayahnya. Ditambah dengan adanya tuduhan bahwa Keating merupakan salah satu penyebab kematian Neil. Adanya tuduhan tersebut membuatnya dikeluarkan dari akademi Welton.
Film berlatar belakang tahun 1950-an ini banyak memberikan pelajaran, yaitu kesewenangan dapat membuat pemikiran seseorang terkungkung. Kesewenangan itu terlihat ketika guru Welton kembali mengajar dengan metode lama setelah Keating dikeluarkan. Keluarnya Keating dari Akademi Welton membuat sistem sekolah berasrama ini berubah kembali pada metode lama.  
Meskipun suatu lembaga memiliki peraturan yang bagus, seperti disiplin dan metode pembelajaran dosen yang ditentukan. Tetapi perlu diingat peran lembaga hanya sebagai pengarah, bukan menentukan perilaku. Sistem pembelajaran yang terdapat di Akademi Welton hanya menjadi pengarah. Ia  tidak dapat mengekang kreatifitas mahasiswa.  
Peran Robin Williams sebagai Keating, agaknya menjadi daya tarik film pemenang Oscar ini, karena namanya sudah terkenal sebagai aktor ternama. Meskipun  mempunyai alur yang menarik dan gambaran cerita yang bagus, tetapi pemeran lain dalam film ini merupakan orang-orang yang jarang dikenal oleh penikmat film Hollywood.
Film ini mendapatkan penghargaan Oscar untuk kategori skenario asli dan nominasi pemeran utama Robin Williams. Selain itu, film Amerika ini menjadi tontonan wajib bagi siswa kelas menengah di Amerika Utara karena ceritanya yang dapat menginspirasi para pengajar agar tidak bertindak otoriter dalam mengajar mahasiswanya.
Lihat review-nya disini:

Nur Hamidah
Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Otoritas Kekang Kreativitas
Otoritas Kekang Kreativitas
https://4.bp.blogspot.com/-nafrZYmrv4M/Uqc2oo3XVrI/AAAAAAAACl0/fg6iozG8Brs/s320/dead+poet+society.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-nafrZYmrv4M/Uqc2oo3XVrI/AAAAAAAACl0/fg6iozG8Brs/s72-c/dead+poet+society.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2013/12/otoriter-kekang-kreativitas.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2013/12/otoriter-kekang-kreativitas.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago