Archive Pages Design$type=blogging

Mengembalikan Arti Orientasi

Suasana Orientasi Pengenalan Akademik (Opak) yang diselenggarakan universitas, Kamis (29/8) di Auditorium Harun Nasution. (Foto: Nida/INS) 

Hari ini, kamis 29 Agustus 2013 masa orientasi yang diadakan UIN Jakarta dilakukan serentak di setiap fakultas. Banyak perubahan pada masa orientasi tahun ini. Salah satu yang membedakan dengan tahun sebelumnya adalah dari penyebutan. Jika sebelumnya adalah Orientasi Pengenalan Akademik dan Kebangsaan (OPAK),  kali ini hanya Orientasi Pengenalan Akademik yang tetap disebut Opak.

Tak penting perubahan nama, karena apalah arti sebuah nama jika tak ada maksud dan tujuannya. Sesuai dengan namanya, Opak dilakukan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru (maba) tentang apapun yang ada di kampus, apa yang membedakan kuliah dengan sekolah, dan apa saja yang harus mereka lakukan. Semua itu dilakukan agar maba tidak linglung saat mengenyam tahun pertama di kampus.

Pelaksaan Opak tahun ini juga dilaksanakan selama tiga hari seperti tahun sebelumnya. Akan tetapi tiga hari yang diberikan sepertinya tidak cukup untuk panitia fakultas. Akhirnya mereka menambah waktu menjadi lebih dari tiga hari agar acara yang diinginkan dapat terlaksana semuanya. Bahkan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan sudah melaksanakannya dua minggu sebelum Opak.

Apakah banyaknya waktu akan memberikan pengenalan kepada maba semuanya tentang fakultas? Di salah satu fakultas, maba dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian menunjukkan yel-yel mereka ke kelompok lain. Kelompok yang unik akan menjadi pemenangnya. Bahkan ada yang menyelenggarakan laiknya Abang-None Jakarta. Jika itu menurut mereka sangat penting, kita patut mempertanyakan kreatifitas panitia Opak Fakultas.

Jika saja maba punya keberanian untuk melawan, mungkin mereka akan mengatakan pada panitia, “Ka, nggak penting banget sih acaranya,” atau “Saya butuh acara yang mencerdaskan.” Rasanya angan-angan itu tidak akan terjadi karena pada dasarnya junior takut pada senior sehingga manut apa yang dilakukan senior. Mungkin jika disuruh makan batu, junior itu akan patuh.

Maba yang masih labil, seharusnya diberikan pemahaman agar pilihan mereka untuk tidak langsung bekerja atau memilih program D3 tidak salah. Pikiran maba juga harus diubah. Hampir kebanyakan mereka mengambil kuliah hanya untuk mempermudah mencari pekerjaan. Mahasiswa yang telah lulus seharusnya menciptakan lapangan pekerjaan agar tidak menjadi buruh. Buat apa sekolah tinggi-tinggi tapi akhirnya jadi pesuruh. (Jaffry Prabu Prakoso)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Mengembalikan Arti Orientasi
Mengembalikan Arti Orientasi
http://1.bp.blogspot.com/-GUWpfSXG-Pw/Uh9Eh01TY1I/AAAAAAAACTk/MQakxvSHFdE/s400/DSCF1776.JPG
http://1.bp.blogspot.com/-GUWpfSXG-Pw/Uh9Eh01TY1I/AAAAAAAACTk/MQakxvSHFdE/s72-c/DSCF1776.JPG
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2013/08/mengembalikan-arti-orientasi.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2013/08/mengembalikan-arti-orientasi.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago