Archive Pages Design$type=blogging

Politik SARA Memecah Persatuan Bangsa


Salah satu aktivis Hak Asasi Manusia, Suma Miharja saat menyampaikan materi diskusi  Politik Suku, Agama, Ras, dan Antargolomgan di pelataran Komisi untuk Orang Hilang dan korban Kekerasan, Senin (13/5)


Dulu, konflik Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) tidak terdengar, karena masyarakat Indonesia selalu menyatakan tekad untuk duduk bersama membangun sebuah negara kesatuan. Tapi sekarang, konflik SARA semakin berkembang  terutama di kalangan politikus. Mereka menggunakan politik SARA demi menggapai ambisi politiknya.

Langkah yang diambil para calon pemimpin tersebut dianggap mengingkari prinsip Bhineka Tunggal Ika. Hal ini diungkapkan Pengamat Sosial, Suma Miharja dalam diskusi bertema Politik SARA di pelataran kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KONTRAS) Jakarta, senin (13/5).

Menurut Suma, kehancuran keberagaman bangsa Indonesia ditandai dengan politik SARA yang semakin berkembang di kalangan masyarakat. Politik SARA masih kerapkali digunakan oleh penguasa untuk memecah belah kekuatan rakyat. “Misalnya saja peristiwa Ahmadiyah, konflik Dayak dan Madura, kerusuhan di Ambon, Papua, dan beberapa tempat lainnya,” ucapnya.

Lanjut suma, masyarakat  telah dikonstruk seolah-olah perbedaan konflik di masyarakat  adalah warisan Belanda dan Jepang,  bukan salah lembaga yang memerintah di negara ini. Padahal, konflik SARA sengaja dipelihara pemerintah demi mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Suma mengatakan, kegagalan keberagaman bangsa Indonesia tampak dari pembiaran dan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah.ditambah keluarnya Peraturan  Pemerintah yang melanggar kebebasan beragama. “Tak ada kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan SARA. Kalau kita menentang kebijakan yang telah disepakati pasti dianggap separatis dan tidak berakidah,” tuturnya.

Kegagalan pemerintah dalam menyatukan keragaman juga tampak dari bayaknya permasalahan ras yang tidak diusut. Salah satunya adalah peristiwa di tahun ’65-an, di mana seluruh keturunan Tionghoa dibantai dan perempuannya diperkosa.

Suma mengungkapkan, SARA hanya bisa dilawan dengan menyatukan kelas masyarakat melalui aksi solidaritas dan berangkat dari rasa senasib sepenanggungan. “Kita juga harus punya analisis yang baik terhadap pengguna politik SARA. Kalau tidak,  saya khawatir kita mudah terjerembak kebencian pada satu kelompok yang menguntungkan politk SARA,” pesannya. (Nur Azizah)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Politik SARA Memecah Persatuan Bangsa
Politik SARA Memecah Persatuan Bangsa
http://3.bp.blogspot.com/-JdfRjwyaAAg/UZcYZmHlJZI/AAAAAAAACAE/cQk-cyN-ABQ/s400/182958_608419205837409_1424997702_n.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-JdfRjwyaAAg/UZcYZmHlJZI/AAAAAAAACAE/cQk-cyN-ABQ/s72-c/182958_608419205837409_1424997702_n.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2013/05/politik-sara-memecah-persatuan-bangsa.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2013/05/politik-sara-memecah-persatuan-bangsa.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago