Archive Pages Design$type=blogging

Topeng Alusan, Panji yang Terlupakan



Terdengar  alunan  musik  bernuansa  Jawa  di  ruangan  berdinding  putih  dan  berlantai  kayu. Topeng  tokoh-tokoh  wayang  seperti   Petruk, Semar, Bagong, Jatayu, dan  lainnya  dipajang  di  tiap  sisi  tembok. Siang  itu, Sabtu (15/12), pameran  topeng  bertajuk  “Panji  dari  Bobung” di  Bentara  Budaya, Jakarta  Pusat, terlihat  sepi  oleh  pengunjung.

            Petang  menyambut  ketika  kurator  seni, Hermanu, mendatangi  pameran  tersebut. Dengan  antusias, pria  yang  menjadi  ketua   Bentara  Budaya  Yogyakarta  ini  bersedia  menceritakan  banyak  hal  tentang  seni  topeng. Guratan  wajahnya  terlihat  kecewa  ketika  berkeluh  kesah  tentang  terkikisnya  seni  topeng  saat  ini.

Topeng  yang  terbuat  dari  kayu  ternyata  memiliki  banyak  cerita. Jika  dilihat  dari  sejarah  seni  topeng, sejarah  tersebut  cukup  panjang  di  Indonesia. Sejak  jaman  perunggu  ditemukan  di  Indonesia, topeng  telah  dibuat  untuk  ritual  pemujaan. Kemudian, ketika  Hindu  masuk  ke  Indonesia, topeng  mulai  populer  di  masyarakat. Sejarah  pun  pernah  bercerita  bahwa  Hayam  Wuruk  dan  Majapahit  sering  menarikan  tari  topeng  di  setiap  kesempatan  perayaan  kerajaan.
           
Ia  melanjutkan, “Di  era  globalisasi  sekarang  ini, seni  topeng  khususnya  di  Jawa  semakin  hari  semakin  menyusut  jumlahnya. Dari  beberapa  tempat  pembuatan  topeng  klasik  untuk  kelengkapan  tarian  Panji  atau  wayang  topeng, saat  ini  hanya  tinggal  beberapa  saja  yang  masih  bertahan. Salah  satunya  adalah  di  Dusun  Bobong  dan  Batur, Kelurahan  Putat, Kecamatan  Patuk, Gunung  Kidul”.
           
Bercerita  tentang  Dusun  Bobong  dan  Batur, kedua  dusun  tersebut  memiliki  kurang  lebih  120  perajin  yang  piawai  membuat  topeng  atau  kerajinan  boneka  lainnya. Karya-karya  mereka  terbuat  dari  kayu  pole, sengon, jati, jaranan, atau  terbelo  puso. Kayu  terbelo  puso  menjadi  salah  satu  bahan  terbaik  untuk  membuat  topeng  alusan.

Sayangnya, kini  hanya  beberapa  orang  di  Desa  Bobong  dan  Batur  saja  yang  mampu  membuat  topeng  alusan, yaitu  topeng  yang  memiliki  guratan  dan  berkarakter  halus. “Banyak  pekerja  saat  ini  beralih  profesi  mengerjakan  topeng  batik  atau  topeng  yang  sekadar  dijual  sebagai  souvenir,” tutur  pria  yang  lahir  tahun  70-an  itu.

Menilik  sejarah  topeng  alusan, ia  mengisahkan  tentang  pengrajin  topeng  di  Yogyakarta. “Namanya  Mbah  Karso  dari  Batur  dan  Mbah  Warno  dari  Bantul. Mereka  salah  satu  pembuat  topeng  alusan  yang  sangat  indah,” ucapnya.  

Saat  itu, profesi  empu  topeng  masih  sangat  langka. Sayangnya, kedua  ‘mbah’  tersebut  hanya  menurunkan  ilmu  pembuatan  topeng  alusan  itu  kepada  menantunya  yang  menjabat  sebagai  kepala  dusun. Itupun  sebatas  petunjuk  menatah  dan  menyungging  topeng.

Kepala  dusun  yang  bernama  Wagio  ini  menurunkan  ilmu  membuat  topeng  alusan  kepada  Tukiran  dan  Sujiman. Kemudian, kedua  pembuat  topeng  alusan  ini  mewariskan  kemampuan  mereka  beberapa  puluh  tahun  lalu  kepada  Samadi  yang  mempunyai  keponakan  bernama  Agus  Heri  Bagong. Kedua  pengrajin  ini  sampai  sekarang  masih  bertahan  membuat  topeng  alusan.

Selain  mereka  berdua, ada  pula  pakar  dalam  menyungging  topeng, Supriadi. Sampai  saat  ini, ketiga  orang  inilah  yang  menjadi  tangan  kanan  Desa  Bobong  dan  Batur  dalam  mempertahankan  seni  topeng  panji  alusan.

Salah  satu  koordinator  Bentara  Budaya  Jakarta, Muhammad  Hendartyo  Hanggi  menuturkan, Bentara  Budaya  Jakarta  sengaja  mengadakan  pameran  topeng  untuk  memperkenalkan  topeng  kepada  masyarakat. “Pameran  ini  merupakan  sebuah  usaha  untuk  melestarikan  seni  topeng  yang  semakin  terdesak  keberadaannya,” ucap  pria  yang  masih  menempuh  pendidikan  di  bangku  kuliah.

Pria  yang  lahir  tahun  1992  ini  menuturkan, topeng  di  pameran  ini  tidak  hanya  dipamerkan, tetapi   juga  untuk  dijual. Ia  menunjukkan  salah  satu  topeng  alusan  yang  berjudul  Gunung  Sari  Surakarta  karya  Heri  Bagong. “Topeng  ini  sudah  terjual  dengan  harga  Rp600 ribu,” jelasnya. Selain  topeng  Gunung  Sari  Surakarta, topeng-topeng  lain  pun  dijual  dengan  kisaran  harga  Rp200 ribu–Rp 750 ribu.

Salah  satu  pengunjung  pameran  tersebut, Ahmad  Fauzi  menuturkan, pameran  topeng  ini  menarik  untuk  dilihat, apalagi  tahap  pembuatan  topeng  ikut  dipamerkan. “Selain  menambah  pengetahuan, saya  berharap  semoga  pameran  ini  memberikan  kemajuan  untuk  perkembangan  seni  topeng  yang  sudah  menjadi  budaya  Indonesia. Jangan  sampai  seni  topeng  ini  diklaim  oleh  negara  lain  lagi,” paparnya  sambil  tertawa, Sabtu (15/12). (Gita  Juniarti)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Topeng Alusan, Panji yang Terlupakan
Topeng Alusan, Panji yang Terlupakan
http://3.bp.blogspot.com/--GWY7l9ZX6w/UPUL7Enr3SI/AAAAAAAAAQw/BgxJHG9BrTg/s400/Estetis+-+Topeng+Alusan,+Panji+yang+Terlupakan.JPG
http://3.bp.blogspot.com/--GWY7l9ZX6w/UPUL7Enr3SI/AAAAAAAAAQw/BgxJHG9BrTg/s72-c/Estetis+-+Topeng+Alusan,+Panji+yang+Terlupakan.JPG
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/12/topeng-alusan-panji-yang-terlupakan.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/12/topeng-alusan-panji-yang-terlupakan.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago