Archive Pages Design$type=blogging

Seni Khas Iran, Rumit dan Indah

Tidak seperti biasanya, lobi Fakultas Usuluddin (FU) disulap seperti ruang pameran di galeri seni, dengan sekat-sekat putih yang membatasi setiap sudut ruangan. Beberapa lampu sorot juga turut dipasang untuk menambah apik suasana.

Salah satu lukisan miniatur karya seniman Iran bernama Salina Puria terpampang di dekat pintu masuk ruang pameran. Lukisan miniatur yang terpajang di dekat pintu masuk tersebut  berjudul Yatim Navazy Hazrate Ali.

Lukisan itu berkisah tentang dua orang anak yatim yang hidup pada zaman Ali bin Abi Thalib. Kedua anak yatim itu dilukiskan berada di dekapan Ali. Mereka juga selalu diberi makan dan minum oleh Ali. Namun,wajah kedua anak itu terlihat sedih, karena takut  jika Ali wafat nanti, tak ada lagi yang akan memberikan makan dan minum.

Dalam lukisan itu juga dilukiskan lima sosok anak kecil bersayap menyerupai malaikat yang terbang disekeliling Ali dan kedua anak yatim. Sosok Ali bin Abi Thalib  juga dilukis namun wajahnya tidak diperlihatkan karena posisi Ali sedang mendekap dua orang anak yatim, yang terlihat adalah wajah si anak yatim, bukan wajah Ali.

Untuk menggambarkan keadaan sendu, seperti nuansa hati dua anak yatim itu, pelukis menggunakan warna-warna kelabu, dengan dominasi warna ungu, biru, dan abu-abu. Sebenarnya, seni miniatur bukan ukurannya yang kecil, tapi seni yang memiliki detil lukisan sangat tajam. Seni lukis ini berasal dari Persia (Iran) yang banyak menceritakan tentang kisah-kisah keteladanan.

Seni miniatur memang dibuat oleh sang seniman untuk menyampaikan kisah-kisah sejarah yang memiliki nilai keteladanan. Salina menjelaskan, baginya seni lukis juga berperan sebagai alat komunikasi. “Melalui sebuah lukisan kita dapat mengetahui sejarah masa lalu,” tuturnya dalam diskusi kesenian Iran, Selasa (25/09).

Kurnia Agung Robiansyah, salah satu pengunjung pameran yang juga seniman kaligrafi mengatakan, “Kebanyakan lukisan miniatur dari Iran  bercerita tentang Ali dan Fatimah,” paparnya. Hal tersebut dikarenakan pengaruh aliran Syiah yang berkembang di Iran.

Didin Sirojuddin, pembicara dalam diskusi kesenian Iran menjelaskan, seperti halnya seni miniatur lain, seluruh karya seni yang dipajang dalam pameran juga berkisah tentang ketauladanan, baik tentang Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husein, dan kisah tentang para sufi.

Didin memaparkan, hampir setiap seni rupa khas Iran dibingkai dengan seni illuminati, seni menghias mushaf Al-Qur’an dengan berbagai motif  geometri (motif yang berulang). Salina menjelaskan, pada awalnya seni illlumintai digunakan untuk mendekorasi Al-Qur’an. Namun seiring perkembangan dunia seni, illuminati juga digunakan untuk memperindah lukisan miniatur, kaligrafi, dan seni lainnya.

Ia berpendapat, jika seni lukis Iran lebih rumit, maka nilai keindahannya pun lebih tinggi. Menurut Kurnia, lukisan Yatim Navazy Hazrate Ali memiliki detil yang indah. “Yang paling menarik dari lukisan ini memang detil gambar miniatur dan kerumitan dari illuminatinya,” katanya.

Didin menambahkan, dalam satu karya seni mungkin saja dibuat oleh lebih dari satu orang. “Misalnya,  tulisan kaligrafi dibuat oleh satu orang dan untuk seni illuminatinya dibuat oleh seniman yang berbeda,” jelasnya.

Selain, seni miniatur dan illuminti ada pula lukisan kaligrafi yang dipamerkan. Didin mengatakan, seni kaligrafi merupakan The art of Islamic art, Seni dari seni islam. Ia menambahkah, dahulu kaligrafi hanya dibuat untuk menulis ayat-ayat Al-Qur’an tapi seiring perkembangan zaman, kaligrafi juga  dibuat untuk menulis syair-syair dan dijadikan sebagai hiasan bagunan seperti arsitektur untuk mesjid.

Zohreh Abbasi, kaligrafis asal Iran mengatakan, keunikan kaligrafi Iran terletak pada bentuk tulisannya yang agak miring dengan gaya tulisan rumit dan dominasi warna yang selalu mengandung unsur warna hitam. Misalnya warna merah, biru, atau coklat yang dicampur dengan warna hitam.

Zohreh menjelaskan, ada pena khusus yang digunakan kaligrafis Iran untuk membuat kemiringan dan tebal tipisnya tulisan. Pena yang biasa disebut Qalam ini terbuat dari bambu yang ujung penanya dipotong miring untuk menyesuaikan, “Qalam membuat tulisan yang dihasilkan jadi lebih halus.”

Pameran yang memajang lukisan-lukisan miniatur, illuminati, dan kaligrafi ini diadakan dalam rangka Festival Kesenian Iran. Acara ini terselenggara atas kerjasama kedutaan besar Iran dengan UIN Syarif Hidayatullah dan FU. (Nida Ilyas)


COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Seni Khas Iran, Rumit dan Indah
Seni Khas Iran, Rumit dan Indah
http://3.bp.blogspot.com/-C_bsQmB6yYc/UPuf77Tqx0I/AAAAAAAABKM/eQ_N8H2tyew/s400/seni+iran.JPG
http://3.bp.blogspot.com/-C_bsQmB6yYc/UPuf77Tqx0I/AAAAAAAABKM/eQ_N8H2tyew/s72-c/seni+iran.JPG
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/10/seni-khas-iran-rumit-dan-indah.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/10/seni-khas-iran-rumit-dan-indah.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago