Archive Pages Design$type=blogging

Membaca Lukisan BOB SICK


Pelukis Bob Sick Yudhita Agung memamerkan hasil karya seninya di Galeri Nasional dengan tema “I’m Living Legend” Karya seni yang dipamerkan seperti lukisan dan patung itu membuatnya terinspirasi dari perjalanan umroh, hobi, dan keluarga. Selain dari hal tersebut karya-karyanya juga inspirasi dari kebiasaan Bob menonton film. Dalam umroh kali ini Bob yang memang menginginkannya, “Aku kan seorang muslim paling tidak aku bisa menentukan kiblatku,” ujarnya (8/10).

Ia memulai menggambar dari sekolah dasar, setiap ia mengikuti lomba menggambar, paling apes menjadi juara 2, tetapi lebih sering juara 1. Dirinya saat masih duduk di bangku SMP dan SMA sudah mewakili kabupaten, bahkan tingkat provinsi.

Selain lukisan karya 3 demensi juga menghidupkan suasana di dalam ruangan pameran. “Buat aku membuat karya 3 demensi merupakan hal yang manarik. Karena jarang dilakukan. Hasil karya 2 dan 3 demensi semua saling melengkapi,” Ungkapnya

Tingkat kesulitan yang dialami dalam pembuatan karya 3 demensi tidak terlalu sulit, namun untuk pembuatannya sendiri Bob membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi hal tersebut tidak terlalu bermasalah karena selang waktu pameran yang pertama dan yang kedua ini mempunyai waktu yang cukup lama, sekitar 2 tahun untuk menyiapkan karya-karyanya. “Ini juga nyantai kok, karena sebelumnya terakhir pameran 2010,”

Mengenai buku autobiografinya sendiri Bob menjelaskan, “Buku ini seperti puzzle dari perjalanan hidup saya, dan paling tidak buku ini sudah mewakili untuk sebuah buku. Selain itu, dengan adanya autoboigrafi ini saya sudah cukup puas, karena jika saya membuatnya sendiri tidak akan bisa sebaik buku ini,”

Kepuasan pada pemeran kali ini Bob terasa lain dari pameran sebelumnya, mengingat Galeri Nasional merupakan gedung yang bergengsi untuk mengadakan sebuah pameran tunggal. “Bisa memperlihatkan hasil karya di Galeri Nasional merupakan poin tersendiri bagi laju berkesenianku ini, keren!  Paling tidak hal ini merupakan kelengkapan dari puzzle yang aku susun,”

Eriga Yugasmara menjelaskan, lukisan yang dipamerkan dalam Galeri Nasional ini merupakan karya lukis dan patung yang terbaru dari BOB SICK, apresiasi tinggi dirasakan dari pengunjung yang hadir dalam pemeran tersebut, mengingat acara yang hanya kurang dari seminggu saja jumlah peserta yang datang kurang lebih 300 pengunjung.

“Pameran ini sudah diadakan yang kedua kalinya, sebelumnya kami mengadakan pameran tunggal bernama Bobvarium di daerah Kemang, Jakarta Pusat pada 2010. Selain pameran, pihak Srisasanti Syndicate dari penyelenggara juga memperkenalkan buku biografi awal “BOB SICK I’m a Living Legend” berkarier di seni rupa hingga ia menjalani ibadah umroh yang pertamanya, buku tersebut merupakan buku autobiografi pertama dari BOB, yang memang menjadi salah satu artis dari Manajemen

Fery Oktanio sebagai Project Officer mengatakan, “Buku ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap BOB yang memang sudah sekitar 20 tahun sudah memulai perjalanan berkarir sebagai seniman. Pada target acara yang sebelumnya diadakan di Kemang, pihak Srisasanti mengadakan pameran untuk mengubah pandangan masyarakat, orang yang bertato itu menyeramkan. Namun kami ingin mengubah Bob menjadi style, pop, dan tidak

Mengenai buku yang diperkenalkan tersebut, Eriga angkat bicara, “Kita hanya memperkenalkan buku “BOB SICK I’m a Living Legend” saja, dan tidak ada rencana untuk peluncuran atau melakukan promosi tersendiri terhadap buku itu. Buku ini juga hanya akan dijual ke beberapa toko buku, salah satunya Toko Buku Gunung Agung.” tambahnya.

Mengenai acara yang saat ini, Fery merasa puas karena tingkat apresiasi dari masyarakat terhadap karya BOB sangat banyak. Menurutnya tingkat keberhasilan dari sebuah pameran bukan hanya tingkat pengunjung yang datang banyak, tetapi sekadar para tamu undangan datang dan masyarakat mengapresiasi karya BOB, kami merasa

“Target acara yang kali ini, juga merupakan proses atau pengembangan BOB dalam mengubah pandangan orang pada dirinya. Selain itu, media yang dipergunakan untuk berkeseniannya saat ini bukan hanya lukisan, tetapi patung dan acrylic. Dan yang terpenting, seniman untuk terus pameran memperkenalkan karya-karya barunya, sehingga untuk eksistensinya di seni rupa itu sudah terlaksana,” paparnya. (Adi Nugroho)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Membaca Lukisan BOB SICK
Membaca Lukisan BOB SICK
http://2.bp.blogspot.com/-SebNXU2PGN8/UPez8cEA8HI/AAAAAAAAAnk/S4DIPCKTAtE/s400/Aaggrrhh010.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-SebNXU2PGN8/UPez8cEA8HI/AAAAAAAAAnk/S4DIPCKTAtE/s72-c/Aaggrrhh010.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/10/membaca-lukisan-bob-sick.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/10/membaca-lukisan-bob-sick.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago