Archive Pages Design$type=blogging

Kemendikbud Terus Galakkan Budaya Penelitian



Jakarta, INSTITUT, Maraknya aksi tawuran antar pelajar menjadi prestasi buruk bagi dunia pendidikan di Indonesia. Namun, di sisi lain prestasi cemerlang dicetak oleh finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Wakil Ketua Panitia OPSI, Arfah Laidiah Razik mengatakan, OPSI merupakan wadah untuk mengembangkan inovasi, kreatifitas dan membentuk karakter siswa yang positif. “Jangan sorot yang tawuran saja, banyak siswa Indonesia yang cerdas dan kreatif, budaya penelitian harus terus digalakkan,” ujarnya, Selasa (09/10).

Dalam OPSI, ada tiga bidang penelitian, yaitu Sains Dasar (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Sains Terapan (Elektronika, Pertanian, Kesehatan, Lingkungan, Informatika) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Humaniora (Ekonomi, Bahasa, Psikologi, Sejarah, Budaya, Humaniora).

Untuk mengikuti lomba ini, peserta diminta mengirimkan naskah ke Direktorat Pembinaan SMA untuk dinilai segi orisinalitasnya. Lalu, Peserta yang lolos dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti lomba poster dan presentasi dari 7-13 Oktober di Plaza Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Afdini Safitri dan kedua rekannya, Nalus Sa’adah dan Rizza Dwi Prasetya yang mewakili SMAN 2 Lamongan bangga, karena hasil penelitian tentang Pemanfaatan Buah Kulit Durian Sebagai Pelancar Menstruasi  berhasil menjadi finalis OPSI di bidang sains dasar.

Menurut Afdini, Kulit durian mengandung zat besi dan karbohidrat yang berguna sebagai penambah darah. “Kami lihat limbah durian menumpuk, kami penasaran apa kulit durian tidak ada manfaatnya. Sayang, kalau hanya jadi limbah,” ujar Afdini, (09/10).

Dari rasa penasaran, timbul pertanyaan dalam benak Afdini dan kawannya. “Apa limbah kulit durian tidak bisa diolah?” ujarnya. Penelitian mereka terdiri dari beberapa tahap. Pertama, kulit dipisahkan dari buahnya, lalu direndam dengan air hangat selama 10-15 menit. Setelah itu, digosok dengan sikat dan dioven selama 4-5 menit dengan suhu 100oc. Selain di oven, menurut Afdini bisa juga dijemur, tapi memerlukan waktu sampai dua hari. Setelah dioven, kulit durian dibakar sehingga menjadi abu.

Untuk pemanfaatannya, Satu sendok abu diseduh dengan 100 cc air hangat, tidak perlu tambahan gula karena akan mengurangi khasiat obat. “Obat tersebut diminum seminggu dua kali selama masa menstruasi,” ujarnya.

Selain Afdini, Ika Chandra Nur Hayati dan kedua kawannya, Niken Kusumaningrum dan Luthfiani Irvin Maulina dari SMAN 5 Semarang juga berhasil masuk sebagai finalis di bidang IPS Humaniora. Penelitian mereka berjudul Menyingkir dari Istana, Kiprah dan Eksistensi Pangeran hadinegoro.

“Sekolah kami sering mengadakan homestay wisata, waktu itu kami ke Desa Sawangan, Magelang. Kami dengar cerita teman-teman, ada sebuah makam di desa tersebut,” ujar Ika. Di makam tersebut tertulis nama Pangeran Hadinegoro, kemudian, muncul tanda tanya mengapa makam pangeran ada di sebuah dusun, bukan di makam keluarga keraton.

Ika dan timnya pun mulai melakukan penelitian untuk mendalami kisah beliau, penelitian dilakukan selama 4 bulan. Melalui tahap-tahap penulisan sejarah, yaitu heuristik, mengumpulkan sumber-sumber sejarah melalui studi literatur, benda peninggalan dan wawancara.

Tahap kedua, verifikasi membandingkan sumber satu dengan yang lain. Tahap ketiga, Intrepetasi pandangan penulis terhadap peristiwa sejarah dan keempat Histografi, puncak penulisan sejarah. “Kami mengungkapkan hal yang belum diungkap dalam buku sejarah. Buku sejarah hanya menceritakan secara umum, belum spesifik,” jelas Ika.

Menurutnya, ia menemukan perbedaan fakta antara buku dan pihak keluarga. Di buku menyatakan, Pangeran Hadinegoro terbukti menyerah pada tahun 1829. Namun, menurut pihak keluarga, beliau berhasil meloloskan diri, karena kalau menyerah ada kemungkinan beliau akan dikembalikan ke keraton, ditangkap dan dihukum mati.

Ada 90 tim dari berbagai SMA yang menjadi finalis OPSI. Pemenang OPSI setiap bidang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu dan Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas) senilai 15 juta, 12 juta dan 8 juta. Selain itu, penghargaan presentasi dan naskah terbaik mendapatkan sertifikat dan tabanas senilai 4 juta. (Anastasia)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Kemendikbud Terus Galakkan Budaya Penelitian
Kemendikbud Terus Galakkan Budaya Penelitian
https://1.bp.blogspot.com/-aQ6spd43o8A/UPf_iZvDk2I/AAAAAAAAA40/X8kHmONJ-HY/s400/finalis+opsi+mempresentasikan+hasil+penelitian+mereka+kepada+pengunjung+di+plaza+kemendikbud+selasa+09-10.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-aQ6spd43o8A/UPf_iZvDk2I/AAAAAAAAA40/X8kHmONJ-HY/s72-c/finalis+opsi+mempresentasikan+hasil+penelitian+mereka+kepada+pengunjung+di+plaza+kemendikbud+selasa+09-10.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/10/kemendikbud-terus-galakkan-budaya.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/10/kemendikbud-terus-galakkan-budaya.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago