Archive Pages Design$type=blogging

Anarkisme Bukan Ajaran Islam


Beredarnya film Innocence of Muslim di dunia maya menuai aksi reaktif dari kalangan umat Islam di dunia. Pun dengan di Indonesia. Berbagai protes tak henti-hentinya digalakan sebagai bentuk respon mereka atas film yang disutradarai Nakoula Basseley Nakoula ini.

Mereka merasa film tersebut menyudutkan agama Islam. Tapi, amat disayangkan mereka meluapkannya dengan bersikap anarkis tanpa berpikir mencari solusi terbaik yang mengedepankan nilai-nilai keislaman.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Zainun Kamal mengatakan pada dasarnya Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan pada hamba-Nya. Hanya saja, kekerasan atau anarkisme selalu disalahartikan oleh sebagian besar umat Islam. baik anarkis pada sesama muslim ataupun non muslim.

Apapun alasannya, sikap anarkis itu tidak dibenarkan dalam Islam. Bagi Zainun, tindakan anarkis merupakan refleksi dari kebencian terhadap Islam, bukan sebaliknya. Ia menambahkan, tindakan anarkis itu bukan manifestasi dari pembelaan terhadap Islam. Sebenarnya Islam itu tidak perlu dibela, karena Islam milik Allah. “Islamlah yang akan membela manusia,” tukas Zainun ketika ditemui di ruangannya, Selasa (25/9).

Oleh karena itu, menurut Zainun, “Jika umat Islam ingin membela agamanya, mereka harus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik.  Inilah esensi dari pembelaan terhadap Islam. Dengan begitu Islam akan menyelamatkan mereka,” paparnya.

Bila dicermati, pelecehan terhadap Islam ini kian marak terjadi, itu mungkin dikarenakan umat Islam yang salah dan tidak pernah berinstropeksi. Di Indonesia sendiri, tak sedikit rumah ibadah dihancurkan dan pengeboman di saat perayaan hari-hari besar keagamaan. “Jadi sangat wajar jika mereka pun menyerang umat Islam,” tuturnya.

Tindakan-tindakan seperti ini sebenarnya tidak merefleksikan ajaran Islam. Padahal sudah termaktub dalam Al-Quran, “Jangan sekali-sekali kau mencaci Tuhan mereka, sebab itu sama halnya membenci Allah.”

Selanjutnya, Zainun mengatakan, semakin umat Islam bersikap anarkis, maka mereka akan semakin tertawa dan menganggap umat Islam sebagai umat yang identik dengan kekerasan. Bila hal ini tetap berlangsung, lambat laun mereka akan mengetahui rahasia umat Islam. “Sesama muslim saja tidak bisa damai, apalagi dengan agama lain,” cetusnya.

Kini, agama dijadikan sebagai alat untuk menjelek-jelekan agama lain. Seharusnya, hal ini bisa dicermati dan diantisipasi oleh umat Islam. Tentunya, dengan cara memberikan jawaban-jawaban postif, bukan dengan sikap anarkis.

Ia menjelaskan, masih banyak di antara umat Islam yang belum mengerti apa itu Islam, bahkan mereka hanya sebatas ikut-ikutan. Hasilnya, intelektualitas tak lagi menjadi prioritas. Yang ada, mereka lebih gemar menampakkan sikap anarkis. “Padahal anarkis itu tidak akan menghentikan propaganda,” tegasnya.

Baginya, umat Islam harus melakukan protes terhadap beredarnya film Innocence of Muslim ini, tetapi harus dengan cara yang lebih mengedepankan intelektualitas. Seperti lewat tulisan, megadakan sidang di PBB terkait regulasi antar agama, dan lain-lain. Justru, dengan cara-cara seperti itulah yang menandakan jiwa seorang muslim.

Islam merupakan mayoritas, tetapi menurutnya umat Islam selalu takut dengan minoritas. Untuk mengatasi hal tersebut, umat Islam harus mampu mengimplementasikan seluruh nilai-nilai Islam dalam setiap sendi kehidupan.

Hal berbeda diungkapkan Muhbib Abdul Wahab, Pembantu Dekan (Pudek) Bagian Kemahasiswaan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Menurutnya, umat Islam berhak marah dalam menyikapi film yang berdurasi sekitar dua jam ini.

Terlebih, film ini mempertontonkan  adegan yang bersifat menghina bahkan menistakan Nabi Muhammad SAW. “Pantaslah, jika umat Islam marah dan melakukan protes. Tapi, harus tetap berada dalam koridor yang wajar,” katanya.

Muhbib menambahkan, seharusnya umat Islam menunjukan kemarahannya dengan cara-cara yang positif, seperti memberikan penjelasan dan pemahaman tentang Islam yang sebenarnya. Tujuannya untuk meleburkan asumsi negatif yang kini tersemat pada Islam.

Selain itu, umat Islam juga bisa melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Amerika, mengingat film ini diproduksi di Negeri Paman Sam itu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ketidaksenangan umat Islam terhadap film yang juga diproduseri Nakoula itu.

Terkait anarkisme, Muhbib berpendapat, anarkisme itu terjadi bukan tanpa sebab,  pasti ada pemicunya. Mungkin, dikarenakan keadilan yang tak kunjung mereka rasakan terkait film kontroversial itu. “Kalau sebatas lemparan-lemparan doang sih masih wajar,” katanya.

Ia juga menilai, citra Islam akan semakin buruk di mata dunia. Pasalnya, tak sedikit umat Islam yang melakukan protes dengan cara anarkis. Alhasil, fenomena ini pun menambah catatan buruk tentang kredibilitas umat Islam.

Ditunjang dengan peran media yang cukup signifikan. Apalagi, media visual yang memang lebih kuat dibanding audio. Secara umum, ia melihat hubungan antara Barat dan Islam belum menemukan titik harmoni. “Barat itu memposisikan Islam sebagai musuh apalagi dalam hal politik,”tuturnya.

Untuk itu, di sinilah peran ulama, pemerintah, dan akademisi untuk menghadirkan Islam yang lebih sejuk lagi rahmatan lil ‘alamin, sehingga bisa diterima semua golongan dan sanggup mempengaruhi wacana dunia tentang Islam. Tak hanya itu, pada level internal, sepatutnya umat Islam melakukan edukasi intensif tentang Profil Nabi Muhammad SAW untuk mengantisipasi timbulnya sikap fanatisme berlebih yang malah menjadi kontra-produktif.

Terlebih pada level pemerintah, mereka harus bersikap tegas dalam menghadapi kasus ini, sehingga bisa mewakili dan menjadi corong umat Islam di Indonesia. “Seperti meminta Barack Obama mengadili pembuat film tersebut. Setidaknya itu bisa mengurangi ketegangan,”katanya. 


Muawwan Daelami

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Anarkisme Bukan Ajaran Islam
Anarkisme Bukan Ajaran Islam
https://2.bp.blogspot.com/-oBVaTHDtZG0/UPFa7ZT_2hI/AAAAAAAAAAY/olly-JFSYnU/s400/aksi+hti+babel+menentang+film+innocence+of+muslim.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-oBVaTHDtZG0/UPFa7ZT_2hI/AAAAAAAAAAY/olly-JFSYnU/s72-c/aksi+hti+babel+menentang+film+innocence+of+muslim.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/10/anarkisme-bukan-ajaran-islam.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/10/anarkisme-bukan-ajaran-islam.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago