Archive Pages Design$type=blogging

Sekuritisasi Papua Tak Selesaikan Konflik




Judul  : Sekuritisasi Papua, Implikasi Pendekatan Keamanan Terhadap Kondisi HAM di  Papua
Penulis  : Al Araf, Anton Aliabbas, Bhatara Ibnu Reza, Cahyadi Satriya, Ghufron Mabruri, Jaky Nurhasya, Junaidi Simun, Muchamad Ali Safa’at, dan Poengky Indarti
Penerbit  : Imparsial Press
Tahun terbit  : Juni 2011
Halaman  : xxxii+364 Halaman
ISBN  : 979-97695-22-x

Permasalahan yang terjadi di Papua, seperti gerakan separatisme adalah permasalahan bersama bangsa Indonesia yang harus diselesaikan dengan mekanisme resolusi konflik yang berkeadilan.

Oleh karena itu, beragam operasi meliter (sekuritisasi) telah dan sedang dilakukan di Papua guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pendekatan keamanan sering kali hanya menciptakan siklus kekerasan yang kemudian bermuara pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Inilah sebabnya tim Imparsial (bergerak di bidang mengawasi dan menyelidiki pelanggaran HAM di Indonesia) yang terdiri dari Al Araf, Anton Aliabbas, Bhatara Ibnu Reza, Cahyadi Satriya, Ghufron Mabruri, Jaky Nurhasya, Junaidi Simun, Muchamad Ali Safa’at, dan Poengky Indarti memlaporkan hasil penelitiannya yang berjudul Sekuritisasi Papua, Implikasi Pendekatan Keamanan Terhadap HAM di Papua.

Dalam buku ini, Tim Imparsial The Indonesian Human Rights Monitor menggambarkan keberadaan oprasi militer yang justru semakin memperparah keadaan Papua. Seperti yang terjadi pada pemberantasan gerakan seperatisme. Dengan dalih menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), aparat keamanan Indonesia melakukan penganiayaaan terhadap warga papua.

Penganiayaan tersebut terjadi di kabupaten Puncak Jaya. Dalam laporan  Al Araf CS, terdapat dua peristiwa penyiksaaan. Pertama, terjadi pemukulan dengan helm serta tendangan terhadap beberapa warga sipil. Kadua, penyiksaan dengan menyundut kemaluan seseorang yang sedang di intrograsi.

Dalam buku setebal 364 ini, TNI membela diri dengan menjelaskan bahwa kekerasan yang terjadi bukan karena membenci warga Papua. Melainkan untuk melindungi Republik Indonesia dengan membasmi semua orang yang tergabung dalam gerakan seperatisme di Papua.

Laporan penelitian ini memperlihatkan bahwa upaya TNI untuk membela dan menjaga keutuhan NKRI dengan menggunakan pendekatan keamanan dan militer telah menimbulkan berbagai bentuk pelanggaran HAM seperti ancaman, pembunuhan, teror, penyiksaan, kekerasasan, dan lain-lain.

Pada laporannya, tim imparsial tidak hanya memaparkan konflik yang terjadi saja. Namun, mereka juga mencoba memberikan solusi yang dianggap baik dalam menangani kasus ini.  Mereka merekomendasikan bahwa Sebaiknya pemerintah melakukan desekuritisasi, seperti pengurangan aparat militer di Papua, Penarikan pasukan non-organik, dan penghapusan pos-pos militer di wilayah pemukiman sipil.

Selain itu pendekatan penyelesian konflik secara damai, Pemerintah lebih mengedepankan penegakan hukum dengan menempatkan polisi sebagai garda terdepan, dan tetap menghormati HAM karena sekuritisasi tidak akan menyelesaikan konflik di tanah Papua.

Kehadiran sekuritisasi Papua memberikan gambaran umum tentang kebijakan militer di Papua. Dengan membaca laporan ini, pembaca dapat memperoleh pemahaman secara garis besar bagaimana TNI memandang dan memperlakukan orang-orang Papua.

Oleh sebab itu, laporan ini perlu dibaca terutama oleh orang papua dan pemerintah pusat, termasuk TNI agar mereka dapat bersama-sama menetapkan langkah kongkrit dalam mengatasi konflik di Papua. Laporan ini juga bagus dibaca oleh para pengambil kebijakan keamanan, khususnya berkaitan dengan kebijakan militer dan implikasinya terhadap HAM di Papua.

Buku yang diterbitkan oleh Imparsial Press dapat dibaca oleh semua golongan karena bahasanya ringan dan mudah dipahami. Akan tetapi, buku ini tidak luput dari kekurangan. Banyak singkatan asing kemiliteran yang menyulitkan pembaca. Selain itu, kecondongan penulis pada satu pihak membuat tulisan menjadi tidak berimbang. (Nur Azizah)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Sekuritisasi Papua Tak Selesaikan Konflik
Sekuritisasi Papua Tak Selesaikan Konflik
http://3.bp.blogspot.com/-PKyq4sNKWHc/UPf-wp_bqKI/AAAAAAAAA4c/FbUv6IY8eTo/s400/sekuritisasi-papua-imparsial.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-PKyq4sNKWHc/UPf-wp_bqKI/AAAAAAAAA4c/FbUv6IY8eTo/s72-c/sekuritisasi-papua-imparsial.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/08/sekuritisasi-papua-tak-selesaikan.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/08/sekuritisasi-papua-tak-selesaikan.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago