Archive Pages Design$type=blogging

Masjid Pusat Peradaban Islam


Pada masa Nabi dan khulafa ar Rasyidin, masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, namun juga pusat aktivitas ilmiah, kegiatan sosial dan diskusi untuk kepentingan umat muslim. Pada masa itu, masjid merupakan pusat dari peradaban Islam.



Pada massa awal terbentuknya masyarakat islam, sekelompok sarjana muslim meggunakan sebuah ruang khusus di masjid untuk kegiatan-kegiatan ilmiah mereka, seperti pengajaran, diskusi, penulisan, dan bahkan tempat deklarasi hasil-hasil penelitian ilmuwan yang hendak dibukukan.

Dari masjid tradisi ilmiah berkembang dan berbagai jenis ilmu pengetahuan dikembangkan. Setelah masjid tidak lagi dapat menampung aktivitas-aktivitas ilmiah berbagai jenis ilmu pengetahuan dan seni, mulailah dibangun lembaga pendidikan islam di luar komplek masjid dengan sebutan maktab.

Kemudian sesuai dengan perkembangan dunia keilmuan yang begitu pesat, didirikanlah lembaga-lembaga pendidikan yang lainnya seperti majlis, bait al-hikmah, madrasah, observatorium, rumah sakit, dan zawiyah.

Begitu signifikannya peran yang dimiliki masjid pada masa itu. Namun, bagaimana dengan masjid saat ini? Perbedaan yang sangat mencolok. Fungsi masjid tidak lagi seoptimal dimasa lalu, praktis saat ini, masjid hanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan sakralnya saja seperti sholat, tadarusan dan sekali kali untuk resepsi pernikahan.

Jika kita cermati pembangunan masjid, memang sungguh mengembirakan karena saat ini masjid-masjid yang ada begitu besar dan megah. Seolah-olah pengelola masjid berlomba-lomba untuk membagun masjid yang indah. Bahkan tidak sedikit masjid-masjid tersebut dijadikan tujuan pariwisata oleh masyarakat.

Namun, jika hanya terbatas pada kemegahan masjid tanpa ada pengoptimalan fungsinya, bukankah sangat disayangkan. Masjid cenderung berperan sebagai tempat pembinaan ibadah ritual saja. fungsi-fungsi pendidikan dan sosialnya justru kurang mendapat prioritas.

Hal tersebut terjadi mungkin karena pola pikir masyarakat saat ini umumnya, bahwa masjid merupakan tempat beribadah semata, bukan sebuah  pusat kebudayaan. Oleh karena itu, perlu diupayakan agar masyarakat kembali melihat masjid bukan hanya tempat ibadah belaka dan juga kembali memakmurkannya.

Memang, ada beberapa masjid yang berinisiatif menambah fasilitas masjid dengan membagun perpustakaan di dalamnya. Namun, rupanya hal ini tidak begitu berhasil mendatangkan minat umat untuk sekedar membaca bahkan melakukan aktivitas ilmiah disana.
Harus diakui, akan sulit mengembalikan fungsi  masjid seperti masa lampau. Karena untuk sekedar menjalankan ritual keagamaan saja masjid cenderung sepi. Kita bisa lihat sendiri, masjid-masjid akan ramai dihari tertentu saja, seperti ketika sholat jumat atau mungkin hari raya.

Seperti halnya saat ini, ramadhan kembali menghampiri umat Islam. Masjid-masjid kembali ramai di penuhi jamaah. Setiap orang, seolah berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat paling depan untuk mejalankan kewajibannya, mungkin agar lebih dekat dengan Tuhan.

Tapi sangat disayangkan, itupun bertahan tak lebih dari satu sampai dua minggu saja. Kemudian masjid kembali sepi, mungkin hanya diisi oleh beberapa shaf saja. Entah kenapa spirit religius umat begitu cepat pudarnya.

Mungkin kita bisa melihat masjid kembali ramai pada saat akhir ramadhan, menjelang hari raya. Jika sudah begini, bagaimana bisa mengoptimalkan fungsi lain masjid, jika fungsi utama masjid yakni sebagi tempat ibadah saja sudah tidak optimal lagi.

Hal ini menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam, mungkin yang harus memulai upaya untuk mengembalikan fungsi masjid yakni para pengelola masjid. Hal yang pertamakali dibeanahi mungkin management pengurus masjid.

Jika kemampuan manajerial masjid sudah baik, maka bukan tidak mungkin akan menghasilkan program-program yang dapat kembali mengoptimalkan fungsi masjid. Misalnya saja melibatkan remaja dalam organisasi masjid.

Hal tersebut bisa dilakukan  denga cara memperbanyak kegiatan di mana minat, bakat, dan kemampuan positif yang dimiliki para remaja tetap dapat diakomodasi dan disalurkan. Tentu saja remaja menjadi penting karena, bagaimanapun, keadaan masjid pada puluhan tahun yang akan datang, salah satu tolok ukurnya adalah bagaimana kondisi remajanya pada masa sekarang.

Hal lain yang patut di coba yakni seperti yang telah dilakukan oleh beberapa masjid saat ini, yakni membangun perpustakaan di masjid. Meski masjid-masjid yang sudah melakukan ini terbilang gagal, namun tak ada salahnya untuk kembali mencoba. Dengan cara, membuat koleksi buku lebih banyak dan variatif seperti dongen islam untuk anak-anak.
Perpustakaan masjid sebaiknya tidak hanya ada di masjid-masjid besar, tapi juga masjid yang ada di perkampungan bahkan pedesaan. Bayangkan, jika setiap masjid di kampung dan desa mempunyai perpustakaan, tentu akan semakin mudah bagi masyarakat untuk mengakses bahan-bahan bacaan.
Perpustakaan masjid akan menjadi sumber bacaan yang lebih merakyat karena tidak membutuhkan birokrasi yang rumit. Namun  memang kenyataannya, praktek di lapangan sering berbeda dengan kondisi ideal yang diinginkan.

Namun, mungkin yang terpenting saat ini para pengelola masjid kembali gencar mengajak masyarakat dan tidak lupa melibatkan remaja, untuk kembali melaukakn diskusi bersama di dalam masjid.

Karena masjid merupakan tempat yang cukup strategis untuk menjadi titik penggerak kemajuan umat Islam dan membicarakan masalah-masalah agama, pendidikan, sosial, politik, dan berbagai masalah kehidupan dan negara di masjid.

Dari masjid pulalah seharusnya kita bermula menyebarkan akhlak Islam dan memberantas kebodohan karena masjid merupakan tempat yang baik untuk kegiatan  pendidikan dan pembentukan moral. Selain itu masjid juga titik temu  untuk mempersatukan kembali umat muslim.
 Semoga saja umat muslim kembali dapat memakmurkan, masjid dengan mengoptimalkan fungsinya. Selain itu,  dapat menjalin kesatuan umat yang saat ini sedang tidak dalam kondisi yang baik.

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Masjid Pusat Peradaban Islam
Masjid Pusat Peradaban Islam
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/08/masjid-pusat-peradaban-islam.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/08/masjid-pusat-peradaban-islam.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago