Archive Pages Design$type=blogging

Keberpihakan Media Massa


Judul: Pers dan pencitraan umat Islam di Indonesia: analisis isi pemberitaan Harian Kompas dan Republika
Penulis : Suf Kasman
Penerbit : Balai Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI
Tahun : 2010
ISBN : 9797972992, 9789797972998
Hal : 400 halaman

Pencitraan umat Islam di dua media harian Kompas dan Republika dari penelitian yang dilakukan Suf Kasman, menghasilkan adannya perbedaan yang mencolok dari cara pemberitaan kedua harian tersebut.Hal ini dapat dilihat, bagaimana image, stereotype, perjudice, devenition of the situation, dan frame dibentuk oleh harian tersebut.

Dalam penelitian ini, Suf Kasman melihat sudut pandang harian Kompas dan Republika dengan mengambilsample tragediPoso dan Maluku. Menurutnya dalam setiap  pemberitaannya, Kompas dan Republika sama-sama melakukan prasangka.

Kompas dan Republika menyertakan emosinya dalam merekonstruksikan kasus Maluku. Hal ini, akan berdampak buruk pada objektivitas wartawan dalam penulisan beritanya.

Harian Kompas memang lebih berhati-hati dalam menyebut peristiwa di Poso dan Maluku adalah konflik antar umat beragama, karena adanya kekhawatiran tekanan-tekanan dari kelompok mayoritas. Kompas lebih pada sindiran atau pesan tersembunyi.

Menurut Suf Kasman stigma negatif terhadap umat Islam akan nampak jika berita dibaca berulang-ulang dengan seksama, dengan perwakilan ideologi Kristen. Sementara Republika sebaliknya, secara terang-terangan memihak umat Islam,  dengan perwakilan ideologi Islam modern.

Suf Kasman menyimpulkan, terjadi pemihakan antara kedua media harian tersebut, dengan pemberitaan  yang cenderung saling serang. Persepsi Kompas dalam mencitrakan umat Islam dibingkai behind the scine (tersirat negatif), sementara Republika mencitrakan dalam konstruksi in group solidarity (solideritas sesama Muslim).

Merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri yakni Kompas didirikan oleh orang-orang Kristen  pada tahun 1965. Pada saat itu setiap koran memiliki afiliasi (cabang,gabungan)  politik. Kompas pun berafiliasi pada Partai Katolik yang dipimpin oleh Frans Seda. Kompas lebih mengutamakan visi humanisme transendeltal yang sering dikaitkan dengan katolik. (hal. 146-148).

Sementara itu, harian Republika di lahirkan dari Ikatan Cedikiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang ide dan nama harian tersebut justru dari Presiden Soeharto. Harian Republika sering disebut sebagai ‘koran hijau’, karena pembacanya mewakili golongan Muslim di Indonesia. (hal.167-168).

Salah satu fungsi media massa adalahwach dog yaitu sosial kontrol. Media berkewajiban mengawasi setiap tindakan yang tidak benar dan memberitakannya sesuai fakta, dengan cara memverifikasi data terlebih dulu. Sehingga masyarakat dapat menerima informasi secara akurat.

Namun, apa yang terjadi dengan media massa saat ini. Media massa yang seharusnya dapat menyampaikan kebenaran kepada khalayak, terkadang memperkeruh suasana, dengan warta yang provokatif. Dalam hal ini, Suf Kasman menganalisis media harian Kompas dan Republika.

Dalam analisa yang dituangkan di dalam buku ‘Pers dan Pencitraan Umat Islam di Indonesia: Analisis Isi Pemberitaan Harian Kompas dan Republika’, SufKasmanmengatakan, wartawan kedua media harian tersebut kerapkali beropini dalam tulisan-tulisannya. Dalam kode etik jurnalistik, tidak dibenarkan, sebuah berita mencampuradukkan fakta dan opini.

Tidak hanya beropini dalam penulisan beritanya, namun juga menurutnya tampak  terjadi kekurangtelitian dalam penulisan berita, yang berujung dapat menjerumuskan masyarakat dalam berita-berita dusta.SufKasman menuturkan, ada kesan tidak sabar dalam pemberitaan oleh wartawan media tersebut.

Kasus Poso dan Maluku dalam pemberitaan harian Kompas dan Republika, terkesan provokatif. Analisa dari SufKasman, bahwa sebenarnya pertikaian yang terjadi murni kriminalitas, yang kebetulan melibatkan antara dua orang yang berbeda agama (Islam-Kristen).

Namun, dalam pemberitaan kedua harian tersebut, selama konflik berlangsung, banyak menurunkan liputan yang terkesan memihak dan kerap tidak berimbang. Media justru bukan sebagai wadah yang memberikan informasi pada publik atau pada pihak-pihak yang berkonflik untuk melakukan damai, namun justru semakin menyulut ketegangan.

Buku ini mengupas bagaimana sudut pandang kedua media besar tersebut dalam mewartakan peristiwa di Poso dan Maluku. Terlihat, bahwa kedua media masing-masing bersimpati pada agama yang mereka anut. Sehingga liputannya memberitakan positif seagamanya, dan negatif yang bukan seagamanya.

Untuk bisa memberikan informasi sebenar-benarnya kepada masyarakat, sebaiknya media massa menyampingkan kepentingan internalnya. Jika media tidak bisa profesional dalam menyajikan liputan untuk masyarakat, tentu bukannya menjalankan fungsi media untuk mendidik, namun menjerumuskan masyarakat.

Buku ini menjadi rekomendasi yang sangat bagus untuk para jurnalis. Begitu pentingnya peran media dalam ranah publik. Hitam-putih suatu peristiwa tergantung dari cara wartawan menyajikannya. Sehingga, sangat di harapkan media massa lah yang benar-benar memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat.

Dalam buku ini, terdapat banyak data-data hasil analisis yang dilakukan Suf Kasman dan juga kutipan-kutipan harianKompas dan Republika dari tahun 1999-2000 ,yang bisa menjelaskan perbedaan yang terjadi antar kedua harian tersebut.

Buku dengan bahasa yang sangat mudah dipahami. Penelitian yang dilakukan memang peristiwa yang cukup klasik. Namun, peristiwa tersebut memang tragedi yang menggemparkan media nasional bahkan internasional. Sehingga layak untuk dijadikan sampel analisis pemberitaan media massa.

Namun, seandainya saja kasus yang di jadikan sampel merupakan kasus yang lebih aktual tentu akan lebih menarik minat pembaca. Terlebih lagi saat ini, persoalan-persoalan agama di negeri ini masih mencuat di media massa.

Buku yang penting dan wajib dibaca. Terlebih lagi, menjadi sangat menarik karena peneliti, Suf Kasman, bukanlah dari media. Suf Kasman sarjana dan magisternya pada IAIN Ujungpandang, UIN Makassar dan program doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Karliya Zainul)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Keberpihakan Media Massa
Keberpihakan Media Massa
https://3.bp.blogspot.com/-QuVg5blPIv8/UPUT6lFPYzI/AAAAAAAAAT8/O1hiDTOc8uU/s400/photo2489.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-QuVg5blPIv8/UPUT6lFPYzI/AAAAAAAAAT8/O1hiDTOc8uU/s72-c/photo2489.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/08/keberpihakan-media-massa.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/08/keberpihakan-media-massa.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago