Archive Pages Design$type=blogging

Rawan Curanmor, Kosan Patut Waspada


Kewaspadaan mahasiswa UIN Jakarta masih rendah terhadap pengamanan kendaraan bermotor di sejumlah kosan sekitar kampus. Salah satunya Lukman Pohan, mahasiswa semester 6 Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta.

Ia mengungkapkan, motornya raib setelah beberapa jam ia titipkan di rumah kosan seorang temannya yang berada di wilayah Kertamukti, Ciputat, sebelum mereka hendak pergi ke sebuah taman bermain di Jakarta sekitar dua bulan lalu.

Menurut keterangannya yang didapat dari seorang saksi, pelaku pencurian motor tersebut terdiri dari dua orang berkendara motor.  Kemudian satu di antaranya mengendap masuk ke dalam  pagar rumah kosan tersebut dan berhasil membawa motor yang tak berpengaman tambahan  itu sekitar pukul 17.30 sore. Saat itu tidak ada satpam yang bertugas karena di wilayah tersebut jadwal kerja satpam hanya pada pukul 10.00- 17.00 dan pukul 22.00-05.00.

Terkait tindak curanmor tersebut, usaha pengamanan dari diri sendiri, kepedulian pemilik kosan serta langkah tanggap pihak RT sesungguhnya diperlukan karena terbukti mampu meminimalisir tindak curanmor.  Hal ini diungkapkan Ahmad Naufal, mahasiswa semester 4 Jurusan  Pendidikan Matematika, UIN Jakarta. Ia mengaku tidak pernah mendengar adanya kasus curanmor di kosannya selama 1 tahun ia menyewa kosannya yang berada di Pesanggerahan, Ciputat.

Menurutnya, langkah menambah kunci pengaman pada motor, serta upaya pemasangan portal dari pukul 24.00 hingga 04.00 oleh pihak RT, menjadi sebuah bentuk kerjasama diri serta lingkungan untuk memaksimalkan keamanan wilayah. Selain itu, kosan yang ditempatinya pun telah menyediakan sebidang lahan garasi bagi para penghuni kosan.

Hal ini dibenarkan Mariana Rasyid, pemilik kosan yang ditempati Ahmad. Mariana mengatakan, ia pun menyeleksi dengan ketat identitas seseorang yang ingin menyewa kosan. Dengan itu,  ia dapat menghindari penerimaan anak kosan yang berniat jahat, terutama curanmor. Ia menambahkan, keamanan kosan juga dipengaruhi faktor lingkungan sekitar. Untuk itu, pihak RT dan RW berinisiatif untuk membuat portal yang dapat memperkecil angka curanmor di wilayah itu.

“Alhamdulillah, setelah adanya portal kehilangan sudah mulai berkurang. Sementara ini tidak ada laporan kehilangan.Ini portal gagasan RW 03, dan RT 03 hanya menambahkan di beberapa bagian lainnya,” ujar Sanuri, ketua RT 03 RW 03 wilayah Pesanggerahan. Ia pun  menambah satu personel satpam, sehingga saat ini terdapat  dua personel pengamanan di lingkungan RT tersebut. 

Menurutnya, imbauan kepada masyarakat serta pemilik kosan untuk memperketat pengamanan juga selalu digalakkan dan menjadi topik utama perbincangan di setiap pertemuan antarwarga RT 03. Meskipun mengaku hingga saat ini baru wacana lisan, namun Sanuri menyatakan bahwa butir-butir peraturan tertulis sebagai “kode etik” untuk setiap kosan sudah ingin dirancang.

Saat dimintai pendapatnya mengenai hal ini, Abdul Mukti, Perwira Unit Pembinaan Masyarakat (Panit Binmas) Kecamatan Ciputat Timur, menuturkan, dalam upaya mengamankan lingkungan kosan khususnya dalam tindak curanmor, pihak kepolisian telah berupaya menanggulanginya dengan melakukan pembinaan masyarakat demi membentuk Kelompok Sadar Kamtibmas (KSK).

Ia mengatakan, keamanan merupakan tanggung jawab semua pihak, tidak terkecuali masyarakat. Untuk itu, setidaknya masyarakat harus menjadi ‘polisi’ untuk tanggap mengamankan dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, memarkir motor dengan teratur,  pemasangan  kunci ganda, rantai, kunci jari-jari serta kunci rahasia pada motor sudah merupakan upaya maksimal yang dengan mudah dapat dilakukan setiap penghuni kosan demi menjaga motornya.

Abdul menjelaskan, patroli berkala juga selalu dilakukan demi memperketat penjagaan. Selain itu, polisi juga memberikan himbauan pada setiap ketua RW dan RT untuk mengamankan wilayah kosan, termasuk dengan pemasangan portal. Ia menambahkan,  upaya menjaga diri serta lingkungan merupakan suatu wujud bela negara, oleh karena itu masyarakat harus berusaha maksimal dalam mengamankan harta benda dan lingkungannya.

“Masalah ini merupakan sebuah persoalan sejauh mana polisi bisa mensosialisasikan himbauan perpolisian masyarakat (polmas) ini kepada masyarakat dan sejauh mana masyarakat memahaminya dan mengaplikasikannya,” tandasnya. (Adea Fitriana)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Rawan Curanmor, Kosan Patut Waspada
Rawan Curanmor, Kosan Patut Waspada
http://4.bp.blogspot.com/-FsgohXLIuIQ/UPKyltm-e9I/AAAAAAAAAEA/r3BzjDnzLV4/s320/ciputat-20120702-00363.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-FsgohXLIuIQ/UPKyltm-e9I/AAAAAAAAAEA/r3BzjDnzLV4/s72-c/ciputat-20120702-00363.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/07/rawan-curanmor-kosan-patut-waspada.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/07/rawan-curanmor-kosan-patut-waspada.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago