Archive Pages Design$type=blogging

Penyalur Semangat, Pemberi Motivasi




Judul  : Kamu  Sekuat  Aku
Penulis  : Ashni  Sastrosubrto
Penerbit  : Grasindo
Isi  : 240  halaman
Terbit  : Februari  2011
ISBN  : 978-979-081-407-3

            Ketika dinyatakan sel kanker telah menggerogoti tubuh, tentu tidak sedikit yang merasa  waktu hidupnya tidak akan lama lagi. Pasalnya, kanker  bukan  penyakit  ringan  layaknya  masuk  angin. Kanker  menyebabkan  tubuh  sering  mengalami  pendarahan, nyeri  pada  tulang,  pembengkakan  di  sekitar  getah  bening, dan  mendapat  akhir  yang  terburuk, yaitu  kematian.

            Namun, tidak  seluruh  penderita  kanker  berujung  pada  kematian. Hal  itu  telah  dibuktikan  oleh  Ashni  Sastrosubroto, alumni  Institut  Teknologi  Bandung (ITB) Jurusan  Desain  Komunikasi  Visual yang divonis  terkena kanker  darah  ketika berumur  20  tahun. Di  usia  semuda  itu, perjuangan Ashni untuk  melawan kanker selama  dua  tahun  berhasil melahirkan  novel  based  on  true  story  berjudul  “Kamu  Sekuat  Aku.”

            Dalam  novel  ini, Ashni  menggunakan  tokoh  bernama  Ashya  Sastradilaga, mahasiswi  ITB  yang  sedang  menempuh  tugas  akhir  di  bangku  kuliah. Sayangnya, tugas akhir itu  tertunda  ketika ia divonis  menderita  kanker  darah. Bersama  kedua  orang  tuanya, ia  berangkat  ke  National  University  Hospital (NUH)  di  Singapura  untuk  menjalani  pengobatan.

            Dengan berobat ke Singapura, gadis itu yakin bahwa dirinya cepat sembuh dan kembali menikmati hari-harinya di Bandung. Sayangnya, pengobatan  kanker tidak semudah yang ia bayangkan. Pengobatan tersebut butuh  proses yang sangat lama. Dimulai  dari  pengobatan  Intra  Tecal, yakni  memasukkan  cairan  ke  dalam  tubuh  pasien  melalui  sumsum  tulang  belakang, hingga  menelan  obat  yang  mengakibatkan   rambutnya berguguran helai demi helai dari kepala.

            Memasuki bulan keenam, Ashya tak tahan lagi dengan penyakitnya. Mulut  terasa  panas  karena  sariawan  bermunculan  di  setiap  sudut  bibirnya. Tenggorokannya  terasa  kering. Kulitnya  menghitam  dan  pecah-pecah. Kepalanya  pelontos. Wajahnya semakin  bulat  seperti  labu. Semua  terjadi  karena efek obat yang dikonsumsinya, hingga ia beranggapan obat tak mampu menyembuhkannya.

            Memasuki  setahun  masa  pengobatan, kesabarannya habis hingga ia meragukan keberadaan Tuhan. “Jika  Dia ada, gue  nggak  mungkin  dibiarkan  menderita  seperti  ini. Apa  yang  nikmat  ketika  menjalani  pengobatan-pengobatan  kanker  yang  membuat  kondisi  gue  semakin  menyedihkan ? Sembuh  pun  nggak, yang  ada  justru  menderita  dari  hari  ke  hari,” tutur gadis itu.

            Kondisi tersebut  membuatnya depresi hingga ia memutuskan  untuk  bunuh  diri dengan berdiri  di  bibir  jendela rumah  sakit yang  terletak  di  lantai  8. Untungnya, seorang  perawat  tiba  di  saat  yang  tepat  dan  berhasil  menyelamatkannya. Usaha bunuh  diri tersebut  membuat  pihak  rumah  sakit  semakin  ketat  menjaganya, dan  membuat  Ashya  semakin memberontak.

            Tekanan yang dialami Asya membuat  keluarganya mengirim  Reza, sepupu  Ashya, ke  Singapura  untuk  menjenguk dan menemani Ashya. Reza  menyadari  bahwa Ashya semakin  sinis  kepada  Tuhan. Segala  bentuk  makian kepada  Tuhan terucap dari bibirnya.

Untuk  mengetuk  pintu  hati  Ashya, Reza  berkata, “Kalau  bisa, gue  gantikan  rasa  sakit  lu, Shya. Gue  tahu, rasanya  memang  nggak  enak. Tapi, kalau  rasa  sakit  itu  ternyata  bisa  difasilitasi  waktu  buat  mengenal  Dia, kenapa  nggak ? Susah Shya,  dapat  hidayah  seperti  ini.”

            Ucapan  Reza  cukup  telak  mengenai  hatinya. Akibatnya, Ashya  berusaha  membuka  mata  hati  untuk memahami nikmat Tuhan. Ternyata, Tuhan memberikan jawaban dengan kehadiran sahabat-sahabatnya yang tulus menjenguknya ke Singapura. Dalam  hati, Ashya  berjanji, ia  akan  menjalani  pengobatan  sebaik-baiknya agar bisa kembali  berkumpul  bersama  keluarga  dan  sahabat-sahabatnya.

            Itulah  kisah  yang ditulis Ashni untuk memberikan  motivasi mereka  yang  terkena  penyakit  kanker  atau  penyakit  berat  yang  membutuhkan  perjuangan  luar  biasa. Dipadukan  dengan  bahasa  yang  santai  dan  renyah, penulis  berhasil  menyampaikan  semangatnya, khususnya  kepada  penderita  kanker, karena tidak  semua penderita  kanker  berujung  pada  kematian. Selain  penyuntik  semangat  untuk penderita  kanker, Ashni  juga  menuturkan  pesan  dalam  novel  ini  agar  selalu  bertawakkal  kepada-Nya, disaat  kita  berada  dalam  posisi  sesulit  apapun.

            Novel  ini  berguna  untuk  membangkitkan  semangat  mereka  yang  tengah  terpuruk  karena  merasa  hidupnya  tidak  diberi  kenikmatan  lagi  oleh  Tuhan. Dengan  nuansa  Islam, Ashni  berhasil  meramu  rangkaian  kegiatan  pengobatannya  yang  hanya  berlokasi  di  rumah  sakit  Singapura  ini  menjadi  sebuah  novel  yang  menarik  untuk  dibaca. (Gita  Juniarti)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Penyalur Semangat, Pemberi Motivasi
Penyalur Semangat, Pemberi Motivasi
http://4.bp.blogspot.com/-sK5ZKCK_7Ng/UPUVH_RZEFI/AAAAAAAAAUQ/HJXsa5X41Xg/s400/pedagogis+-+kamu+sekuat+aku.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-sK5ZKCK_7Ng/UPUVH_RZEFI/AAAAAAAAAUQ/HJXsa5X41Xg/s72-c/pedagogis+-+kamu+sekuat+aku.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/06/penyalur-semangat-pemberi-motivasi.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/06/penyalur-semangat-pemberi-motivasi.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago