Archive Pages Design$type=blogging

Menulis Tanpa Membaca adalah Omong Kosong

 Jika seseorang ingin menjadi penulis yang baik, maka ia harus menjadi seorang pembaca yang baik. Sedangkan, bila seorang penulis tidak menjadi pembaca yang baik, itu sama saja dengan omong kosong. Itulah yang diungkapkan oleh Darmawan Sepriosa selaku pembicara dalam acara seminar dan workshop yang bertema Workshop Super Jurnalis “Menggenggam Dunia dengan Pena”, Jumat, (8/6).

Ia yang  juga produser acara Jak TV menambahkan, dengan banyaknya membaca maka akan menambah perbendaharaan kata. “Sehingga memudahkan orang untuk menulis,” ucapnya dalam seminar yang diadakan di teater lantai 2 gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Acara seminar itu menghadirkan tiga pembicara yang kompeten dalam bidang kejurnalistikan. Selain Darmawan, pembicara lainnya yaitu Muhammad Rulli Nasrullah dari Pembina Forum Lingkar Pena dan juga Nanang Syaikku selaku Kepala Redaktur Berita UIN.

Dalam seminar itu, Rulli yang akrab disapa Kang Arul menceritakan tentang bagaimana awal mula menjadi seorang jurnalis. Menurutnya, untuk menjadi seorang jurnalis itu tidak mudah. “Kita harus memulainya dengan hal-hal kecil. Sebagai contoh bisa memulai dengan menulis diari atau sering membaca artikel-artikel ringan,” tuturnya, Jumat (8/6).

Ia juga menambahkan, selain membiasakan diri dengan membaca dan menulis,  ia juga mengatakan, dengan banyak berdiskusi dan berinteraksi dengan banyak orang, maka keinginan untuk menulis akan muncul.

Kang Arul juga menjelaskan, untuk menjadi seorang penulis tidak sulit karena pada jaman sekarang sudah ada media yang menampung seperti adanya citizen journalism. Sehingga, katanya,  jika ada berita yang ingin disampaikan bisa dengan cepat disebar

Sedangkan, Nanang mengatakan, untuk menjadi seorang jurnalis, maka tulislah apa adanya dan dan jangan menggunakan aksesoris. Ia juga mengatakan media itu merupakan alat untuk menjual informasi. “Iklan itu nomer dua,” ucap Nanang yang juga dosen jurusan jurnaslistik, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM), Jumat (8/6).

Salah satu peserta dalam workshop, Muhammad  lham Nugraha mengungkapkan, ia merasa puas akan penyampaian pesan pada seminar dan workshop yang berlangsung Jumat pagi tersebut. Khususnya penyampaian Kang Arul karena penyampaiannya mudah dimengerti. (Nurmalisa)

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Menulis Tanpa Membaca adalah Omong Kosong
Menulis Tanpa Membaca adalah Omong Kosong
https://3.bp.blogspot.com/-XRBQAzsa_5U/UPfrX8G2jbI/AAAAAAAAAv8/ePqp0zVA9Xc/s400/menulis+tanpa.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-XRBQAzsa_5U/UPfrX8G2jbI/AAAAAAAAAv8/ePqp0zVA9Xc/s72-c/menulis+tanpa.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/06/menulis-tanpa-membaca-adalah-omong.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/06/menulis-tanpa-membaca-adalah-omong.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago