Archive Pages Design$type=blogging

Ilmu Ukur, Penentu Arah Kiblat


Di antara syarat wajib salat, salah satunya adalah menghadap ke arah kiblat. Nash(ketetapan) tersebut menjadi landasan dalam mengajarkan metode penentuan arah kiblat bagi Maskufa, Dosen Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum. Baginya, terdapat beberapa cabang ilmu yang dapat digunakan dalam menentukan arah kiblat, di antaranya yaitu ilmu ukur yang menggunakan perbandingan koordinat Makkah dengan lokasi yang bersangkutan. Ia mengatakan, ilmu ukur ini terbagi lagi ke dalam dua cara, pertama menggunakan ilmu ukur sudut pada bidang datar dan kedua dengan ilmu ukur sudut pada bidang bola.

Ilmu ukur sudut pada bidang datar (Loxodrom), tambah Maskufa,  menggunakan paradigma bumi  seperti yang tergambar pada peta, sehingga untuk mencari sudut kemiringan penentu arah kiblat hanya dibutuhkan perbandingan garis (Fungsi Trigonometri) antara sumbu x dan y. Sedangkan untuk ilmu ukur sudut pada bidang bola, didasarkan anggapan bahwa bumi itu bulat seperti bola, sudut kemiringan tersebut dapat dicari dengan rumus segitiga bola. Dari kedua cara tersebut, menurutnya, hasil pengukuran menggunakan metode bidang bola ternyata lebih akurat dibandingkan dengan metode bidang datar, karena metode tersebut lebih mempertimbangkan bentuk bumi yang seperti bola.

Ia memberikan contoh untuk mencari sudut kemiringan dengan metode segitiga bola,  menggunakan rumus cotan, yaitu mengalikan cosinus lintang tempat 6 10’ LS dengan tangen lintang Ka’bah 21 25’ LU, lalu dibagi sinus selisih dari bujur tempat 106 BT dikurang dengan bujur Ka’bah 39 50’ BT. Hasilnya kemudian  dikurang dengan hasil pembagian dari sinus lintang tempat 6 10’ LS dengan hasil pengurangan tangen lintang bujur tempat 106 BT dengan bujur Ka’bah 39 50’ BT. Hasil dari penggunaan rumus cotan yaitu -64 51’29,27’’ dari titik utara ke barat, atau bila dari titik barat ke utara dapat diketahui dengan mengurangkan 90 dengan hasil dari cotan -64 51’29,27’’, yaitu 25 8’30,73”. Sementara itu, hasil dengan metode bidang datar yaitu 22 22’53,65’’, berselisih 3  yang jika dikonversi ke jarak yang sebenarnya, ketidak akuratnya mencapai 333 km.

Maskufa menyarankan, untuk mengetahui lintang dan bujur dari suatu tempat atau Ka’bah dapat ditemukan di atlas, Google Earth, dan Global Positioning System (GPS). Proses perhitungannya bisa menggunakan kalkulator untuk menghitung dengan rumus-rumus tersebut. Tetapi, penggunaan kalkulator harus dengan hati-hati, karena setiap jenis kalkulator memerlukan rumus yang berbeda. Bila terjadi sedikit  kesalahan, maka hasilnya akan error. Ia kembali menyarankan, untuk menggunakan kalkulator dengan jenis scientific calculator karena tidak perlu menggunakan daftar algoritma untuk mencari hasil cotan, cosinus, dan tangen.

Menurut Maskufa, hasil dari perhitungan menggunakan kedua metode tersebut hanya menunjukkan sudut kemiringan, tetapi tidak dapat  menentukan arah barat dan utara kiblat. Karena itu, tetap dibutuhkan alat lain seperti kompas yang sudah dikalibrasi, misalnya untuk wilayah Jawa angka magnetik variasinya (-1 ). Kompas tersebut diletakkan di sisi bawah gambar segitiga yang sudut kemiringannya diperoleh dari hasil perhitungan kedua metode. Arah jarum akan menunjuk ke arah mata angin menghasilkan arah kiblat yang tepat. Penggunaan rumus ini berikut dengan kompas dapat lebih akurat daripada metode sebelumnya yang hanya menggunakan kompas sebagai penunjuk arah kiblat, karena jarum penunjuk arah pada kompas sangat mudah dipengaruhi oleh logam, sehingga jarum penunjuk arah akan lebih condong ke arah yang memiliki kandungan logam.

Menanggapi metode ini dalam menentukan arah kiblat, Abuddin Nata, Dekan Fakultas Dirasat berpendapat, karakter ilmu ukur tersebut harus dapat meyakinkan, cukup valid, dan memiliki ciri-ciri yang sudah disepakati dalam penentuan arah kiblat. Ia mengibaratkan ilmu ukur yang bagian dari ilmu sains dapat mendorong dan dibutuhkan untuk menolong dalam menjelaskan ajaran islam, semisal, sains dibutuhkan saat orang ingin melakukan ibadah haji dengan menggunakan pesawat sebagai alat transportasi dan bagi kesejahteraan umat.

Dewi Maryam

COMMENTS

Name

cerpen Citizen Journalism english edition Kampusiana Komunitas Lapsus Laput majalah newsletter opini Pemira perjalanan puisi Resensi Buku Resensi Film Seni dan Budaya Sosok survei tabloid tustel wawancara
false
ltr
item
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA: Ilmu Ukur, Penentu Arah Kiblat
Ilmu Ukur, Penentu Arah Kiblat
https://2.bp.blogspot.com/-AcoCJRPDY8k/UPanPsUZRhI/AAAAAAAAAfg/Q_wrkfYPH3M/s400/Ilmu+Ukur+Penentu+Arah+Kiblat.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-AcoCJRPDY8k/UPanPsUZRhI/AAAAAAAAAfg/Q_wrkfYPH3M/s72-c/Ilmu+Ukur+Penentu+Arah+Kiblat.jpg
LPMINSTITUT.COM - UIN JAKARTA
http://www.lpminstitut.com/2012/06/ilmu-ukur-penentu-arah-kiblat.html
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/
http://www.lpminstitut.com/2012/06/ilmu-ukur-penentu-arah-kiblat.html
true
8610555321436781924
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago